Konten dari Pengguna

Program Orientasi untuk Masinis Baru Merupakan Contoh Teknik Formalisasi Apa?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Masinis. Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Masinis. Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Industri kereta api dikenal sebagai salah satu sektor transportasi yang sangat menekankan kedisiplinan dan keselamatan kerja. Setiap pegawai, terutama masinis, diwajibkan memahami standar prosedur secara menyeluruh sebelum menjalankan tugasnya di lapangan.

Sebelum resmi bertugas, para masinis baru akan mengikuti program orientasi dan pelatihan yang dirancang secara sistematis. Melalui kegiatan ini, mereka diperkenalkan pada berbagai ketentuan, aturan kerja, serta praktik keselamatan yang berlaku di lingkungan operasional.

Tujuan utama dari program tersebut adalah memastikan setiap pekerja memiliki pemahaman, keterampilan, dan perilaku kerja yang seragam sesuai standar perusahaan. Lantas, program orientasi untuk masinis baru tersebut sebenarnya merupakan contoh penerapan teknik formalisasi apa? Berikut penjelasan selengkapnya.

Program Orientasi untuk Masinis Baru Merupakan Contoh Teknik Formalisasi Apa?

Ilustrasi KAI. Foto: Dok. KAI

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, penting untuk memahami terlebih dahulu definisi dari formalisasi itu sendiri. Menurut laman Academy to Innovate HR, formalisasi merupakan proses penetapan prosedur dan struktur kerja yang jelas serta terstandarisasi dalam suatu organisasi untuk memastikan konsistensi dan efisiensi kinerja.

Penerapan formalisasi dapat terlihat melalui penjelasan deskripsi pekerjaan, pembagian tanggung jawab, tata cara pengajuan cuti, hingga standar operasional prosedur (SOP) dalam pelaporan kerja.

Seluruh aspek tersebut membantu setiap karyawan bekerja berdasarkan pedoman yang sama, sehingga aktivitas organisasi berjalan lebih terarah.

Formalisasi sendiri memiliki peran penting dalam organisasi, antara lain:

  • Menjaga konsistensi dan kualitas kerja melalui penerapan prosedur yang seragam.

  • Meningkatkan efisiensi dan produktivitas, karena setiap karyawan memiliki panduan kerja yang jelas.

  • Mempermudah proses pelatihan dan orientasi, sehingga pegawai baru dapat beradaptasi lebih cepat.

  • Memperkuat akuntabilitas, karena setiap tindakan dapat dievaluasi berdasarkan standar dan aturan yang berlaku.

Adapun pada industri perkeretaapian, orientasi bagi masinis baru termasuk dalam formalisasi pelatihan dan sosialisasi (training and socialization formalization).

Mengutip jurnal Orientasi dan Pengembangan Pegawai dalam Peningkatan Kinerja Pegawai di Pegadaian Syariah karya Usep Deden Suherman, orientasi dalam manajemen sumber daya manusia merupakan proses resmi untuk memperkenalkan pegawai baru pada visi, misi, budaya kerja, dan sistem operasional organisasi.

Ilustrasi Masinis KRL Commuter Line. Foto: Wisnu Prasetyo/kumparan

Pada praktiknya, orientasi bagi masinis baru tidak hanya mengenalkan kebijakan perusahaan, tetapi juga mencakup pelatihan intensif tentang sistem keselamatan, pengoperasian lokomotif, hingga metode tunjuk sebut.

Program ini biasanya berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung tingkat kemampuan peserta.

Di tahap awal, masinis baru mengikuti pelatihan teori tentang regulasi, struktur organisasi, dan prinsip keselamatan. Selanjutnya, mereka menjalani praktik lapangan di bawah bimbingan masinis senior.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata formalisasi, karena seluruh proses, jadwal, dan metode pelatihan telah diatur secara sistematis dalam pedoman resmi perusahaan. Melalui sistem ini, para masinis memperoleh pemahaman mendalam tentang peran, tanggung jawab, dan penerapan standar keselamatan.

Dengan pelatihan yang terstruktur dan seragam, perusahaan dapat memastikan kualitas pelayanan serta keselamatan operasional selalu terjaga konsisten dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Perbedaan Kondektur dan Masinis yang Bertugas di Kereta Api

(ANB)