Program P3LP di Sekolah, Ini Tujuan dan Alur Implementasinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesehatan jiwa telah menjadi isu yang cukup penting dibahas di lingkungan pendidikan Indonesia. Sebab, pelajar rentan mengalami tekanan psikologis selama proses pembelajaran akibat beban akademik, pergaulan, dan faktor keluarga.
Karena itu, upaya penyelesaian masalah kesehatan jiwa perlu digencarkan, salah satunya lewat program Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) di sekolah.
P3LP tidak hanya mampu mencegah, tetapi juga memberikan dukungan kepada siswa yang tengah menghadapi tekanan mental. Untuk memahami lebih jauh tentang pelaksanaan program ini, berikut penjelasan mengenai tujuan serta alur implementasi P3LP di sekolah.
Program P3LP di Sekolah
Mengutip Buku Saku P3LP bagi First Aider di Sekolah Jenjang SMP SMA susunan Kementerian Kesehatan RI, Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) merupakan salah satu bentuk upaya promotif kesehatan jiwa.
Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan atau dukungan psikologis paling dasar dan sederhana kepada individu yang sedang menghadapi kejadian berat atau krisis yang berpotensi menimbulkan luka psikologis.
Luka psikologis sendiri dapat dipahami sebagai perasaan tidak nyaman yang berlebihan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, dan biasanya muncul akibat peristiwa penuh tekanan yang dianggap luar biasa oleh individu yang mengalaminya.
Karena itu, P3LP dirancang agar bisa dilakukan oleh siapa saja di masyarakat, bukan hanya tenaga kesehatan.
Dukungan ini bisa menjadi metode self-help untuk menolong diri sendiri, maupun sebagai bentuk kepedulian terhadap orang di sekitar yang sedang mengalami stres atau tekanan sehari-hari, sebelum akhirnya mendapatkan bantuan profesional.
Dalam lingkungan sekolah, P3LP diharapkan dapat dijalankan oleh berbagai pihak, mulai dari guru, tenaga pendidik, orang tua atau wali, hingga siswa yang berperan sebagai konselor sebaya.
Alur Implementasi Program P3LP
Setelah memahami definisi serta tujuan dari Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP), penting untuk mengetahui bagaimana program ini dapat dijalankan secara nyata di lingkungan sekolah.
Implementasi P3LP tidak hanya sekadar memberikan dukungan psikologis, tetapi juga memerlukan langkah-langkah sistematis agar program bisa berjalan terarah dan berkesinambungan.
Masih merujuk pada Buku Saku P3LP bagi First Aider di Sekolah Jenjang SMP SMA, berikut alur implementasi program P3LP di sekolah:
1. Sosialisasi Program
Tahap awal berupa penyampaian informasi kepada manajemen sekolah mengenai pentingnya P3LP serta peran mereka dalam mendukung jalannya program.
2. Pembentukan Tim Koordinator
Manajemen sekolah menunjuk tim khusus yang bertugas mengatur, mengawasi, dan memastikan implementasi P3LP berjalan sesuai rencana.
3. Penyusunan SOP
Sekolah bersama tim koordinator menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai pedoman pelaksanaan program yang jelas dan terarah.
4. Sosialisasi ke Pemangku Kebijakan
Guru, siswa, dan pihak terkait lainnya diberi penjelasan mengenai program serta SOP agar memahami perannya masing-masing.
5. Pembentukan Petugas First Aider
Sekolah menunjuk guru, tenaga kependidikan, atau siswa terlatih sebagai petugas pertolongan pertama bagi yang mengalami luka psikologis.
6. Monitoring dan Evaluasi
Pelaksanaan program dievaluasi secara berkala untuk menilai efektivitas dan disertai pengembangan berkelanjutan agar tetap relevan.
Baca Juga: Ketahui Apa Indikator Kesehatan Jiwa Optimal Berdasarkan Model Dual-Continuum
(ANB)
