Properti Tarian Caping Ngancak, Caping hingga Rapek

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tari Caping Ngancak merupakan salah satu jenis seni tari dari Lamongan, Jawa Timur. Nama tarian ini diambil dari kata “caping” dan “ngancak”. Caping merupakan topi dari bambu yang digunakan petani, sedangkan ngancak artinya bersama-sama.
Melansir dari jurnal Tari Caping Ngancak Sebagai Potensi Kesenian Khas Lamongan Tahun 2008-2012 oleh Sholihatul Mufidah, Tarian ini terinspirasi dari petani di wilayah Lamongan. Tari ini menggambarkan sosok petani yang bekerja di sawah beramai-ramai.
Umumnya, Tari Caping Ngancak dilakukan oleh penari putri yang jumlahnya ganjil. Mulai dari 3,5,9, hingga 11 penari. Penari tersebut mementaskan gerakan lincah yang menggambarkan kegiatan bertani, seperti gerakan menanam, gerakan merawat, gerakan mengusir hama, dan gerakan memanen.
Tari tradisional ini juga dilengkapi dengan iringan musik dari tembang dandang gulo yang dianggap sebagai doa untuk menolak bala. Musik yang digunakan menjelaskan kerukunan serta sifat gotong royong petani ketika bekerja.
Tak hanya dandang gulo, Tari Caping juga dapat diiringi dengan gamelan oleh pengrawit. Umumnya, perangkat gamelan yang dipakai berlaras slendro yang terdiri dari boning, demung, gong, saron, dan gambang.
Selain musik, tarian ini juga membutuhkan sejumlah properti yang meliputi kostum hingga aksesoris. Masing-masing properti menggambarkan makna yang mendalam.
Lalu, apa saja propertinya? Simak ulasan berikut.
Kebaya
Penari yang mementaskan Tarian Caping Ngancak biasanya mengenakan kebaya berwarna merah. Warna tersebut mencerminkan semangat juang petani. Namun, beberapa penari juga menggunakan warna hijau ketika pementasan.
Busana ini juga dilengkapi dengan kemben, celana tanggung berwarna senada dengan kebaya, kain wiron emas, dan kain tentun ikat parengan.
Caping
Caping menjadi properti utama dalam tarian ini. Awalnya, caping yang digunakan adalah caping petani polos tanpa motif. Namun seiring berjalannya waktu, penari mengenakan caping bergambar dan berwarna agar lebih menarik.
Ikat Kepala
Dalam pementasan, penari akan mengenakan aksesoris berupa ikat kepala. Akseoris ini umumnya memiliki warna merah dan hijau. Merah berarti kekuatan, kerja keras, dan keberanian. Sedangkan, hijau mencerminkan kesuburan.
Rapek
Penari Caping Ngancak juga memakai aksesoris di bagian pinggang, yakni rapek. Aksesoris ini digunakan sebagai hiasan.
(GTT)
