Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Konten dari Pengguna
Proses Mendengar Bunyi Pada Manusia, Dimulai dari Daun Telinga Hingga ke Otak
11 Agustus 2021 8:04 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Mampu mendengar bunyi merupakan fungsi utama yang dihasilkan oleh telinga. Sebagai indera pendengar, telinga mampu menangkap gelombang suara dengan frekuensi antara 20 Hz sampai dengan 20.000 Hz.
ADVERTISEMENT
Masing-masing bagian bekerja menyaring suara yang masuk hingga akhirnya manusia dapat mendengarnya. Agar lebih jelas, berikut ulasan tentang bagian telinga lengkap dengan prosesnya dalam mendengar bunyi.
Bagian Telinga Manusia
Seperti disebutkan di awal, telinga manusia terdiri dari tiga bagian utama, yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Masing-masing bagian tersebut memiliki fungsi dan sub bagiannya. Mengutip buku Biologi SMP Kelas IX, bagian-bagian tersebut adalah sebagai berikut:
1. Telinga bagian luar
Ketiga bagian ini berfungsi sebagai penangkap bunyi.
ADVERTISEMENT
2. Telinga bagian tengah
3. Telinga bagian dalam
Proses Mendengar Bunyi
Mengutip buku Berkreasi Mendesain Pembelajaran Berbasis Etnosains untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan, proses mendengar diawali dengan ditangkapnya energi bunyi oleh daun telinga dalam bentuk gelombang yang dialirkan melalui udara atau tulang ke koklea.
ADVERTISEMENT
Proses ini melalui tiga tahapan, yaitu tahap pemindahan energi fisik berupa stimulus bunyi ke organ pendengaran, tahap konversi atau tranduksi, dan tahap penghantaran impuls saraf ke kortek pendengaran.
Selanjutnya, gelombang bunyi masuk melalui telinga luar membran timpani. Proses ini mampu mengubah gelombang bunyi menjadi getaran.
Kemudian, bunyi berjalan ke koklea (rumah siput) dan menghasilkan getaran yang membuat cairan di rumah siput bergerak. Pergerakan ini mampu merangsang berbagai reseptor rambut di koklea.
Selanjutnya, bunyi bergerak menuju sel rambut yang memberikan respons berupa getaran. Getaran ini akan dikirim melalui saraf sensorik menuju otak dalam bentuk impuls.
Kemudian, otak menerima impuls dan menerjemahkannya lagi sebagai bunyi. Hingga akhirnya, bunyi pun dapat didengar oleh manusia.
ADVERTISEMENT
Manusia dapat mendengar bunyi atau tidak bergantung pada kualitas telinganya. Selain itu, respons telinga terhadap frekuensi dan amplitudo juga turut memengaruhinya.
(MSD)