Proses Persiapan Kemerdekaan Indonesia, Pembentukan BPUPKI hingga Proklamasi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kebebasan yang dirasakan saat ini tak lepas dari peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Melalui peristiwa tersebut, Indonesia resmi menjadi negara merdeka dan berdaulat yang terbebas dari belenggu penjajah.
Tentunya, kemerdekaan ini tak didapat secara cuma-cuma. Di balik itu, terdapat perjuangan para tokoh nasional dalam mempersiapkan kemerdekaan Tanah Air, mulai dari pembentukan BPUPKI hingga pelaksanaan proklamasi.
Sejatinya, persiapan kemerdekaan Indonesia dimulai ketika Jepang menghadapi Perang Dunia II. Kala itu, Jepang memberikan janji kemerdekaan untuk Indonesia.
Jepang pun membentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junboi Cosakai. Badan tersebut didirikan untuk menyelidiki hal penting terkait persiapakan kemerdekaan RI.
Pada 29 Mei-1 Juni 1945, BPUPKI menggelar sidang pertama untuk merumuskan UUD. Lewat sidang inilah Pancasila lahir di Tanah Air. Pada 10 Juli-17 Juli 1945, BPUPKI menggelar sidang keduanya.
Kali ini, sidang dilakukan untuk membahas bentuk negara, rancangan UUD, hingga pendidikan di Indonesia. Melalui rapat ini, dibentuklah panitia perancangan UUD, panitia ekonomi keuangan, dan panitia pembela Tanah Air.
Beberapa lama kemudian, Jepang membubarkan BPUPKI dan menggantinya dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Dokuritsu Junbi Inkai. PPKI yang diketuai oleh Soekarno dan diwakilkan Moh. Hatta mewarisi tugas BPUPKI.
Sebagai ketua PPKI, Soekarno bermaksud untuk melangsungkan proklamasi dengan hati-hati agar tak ada korban jiwa. Namun, golongan muda terus meminta Soekarno untuk segera melaksanakan proklamasi tanpa campur tangan Jepang. Meski begitu, gologan tua tetap menolak permintaan golongan muda.
Pada 16 Agustus, terjadilah peristiwa Rengasdengklok yang bersejarah. Di mana para pemuda menculik Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok dan mendesak mereka untuk segera melaksanakan proklamasi.
Akhirnya, Soekarno pun menyetujui pelaksanaan proklamasi. Golongan tua dan muda sepakat untuk menggelar proklamasi pada 17 Agustus 1945 di Kota Jakarta. Bersama tokoh penting lainnya, Soekarno menyusun naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda.
Persiapan proklamasi dilakukan dengan singkat dan seadanya. Bendera Pusaka dijahit sendiri oleh istiri Soekarno, Fatmawati. Tiang bendera diambil dari sebatang bambu yang diberikan tali. Naskah proklamasi diketik oleh Sayuti Melik, kemudian digandakan dan disebarluaskan untuk rakyat.
Pada 17 Agustus 1945, Soekarno pun membacakan naskah proklamasi yang kemudian diikuti dengan pengibaran bendera Merah Putih. Lewat peristiwa tersebut, Indonesia dinyatakan sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Indonesia juga diakui secara sah oleh negara-negara lain, termasuk Belanda dan bangsa penjajah lainnya.
(GTT)
