Konten dari Pengguna

Proses Terbentuknya Awan Beserta Faktor yang Memengaruhinya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Awan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Awan. Foto: Pixabay

Awan merupakan kumpulan tetesan air atau kristal es yang menggantung di atmosfer. Awan terbentuk ketika pengembunan air terjadi di langit.

Awan yang tipis nampaknya terlihat ringan, namun aslinya memiliki bobot yang cukup berat. Ukuran tetesan air yang kecil inilah yang membuat awan tidak akan jatuh meksipun berat.

Cuaca dan iklim di muka bumi dipengaruhi oleh keberadaan awan di atmosfer. Contohnya, jika di suatu daerah terdapat awan yang berwarna hitam dan pekat, kemungkinan besar akan turun hujan di daerah tersebut.

Sebaliknya, jika muncul awan berwarna putih dan bersih dengan jumlah yang tidak terlalu banyak, disertai pemandangan langit yang berwarna biru, kemungkinan besar cuaca akan cerah dan panas.

Namun, awan tidak terbentuk begitu saja. Lalu, bagaimana proses terbentuknya awan? Apa saja faktor yang memengaruhinya? Berikut penjelasannya.

Awan. Foto: Pixabay

Proses Terbentuknya Awan

  • Proses terbentuknya awal diawali dengan adanya suhu udara panas yang berasal dari daratan. Suhu udara panas tersebut akan mengakibatkan uap air naik ke atmosfer.

  • Uap air tersebut akan mengembang secara adiabatik karena tekanan udara di atas lebih kecil daripada di bawah.

  • Saat uap air mencapai ketinggian tertentu yang suhunya lebih rendah, uap air tersebut akan mengalami pengembunan, sehingga wujudnya berubah menjadi tetesan air. Proses ini dikenal sebagai kondensasi.

  • Hasil kondensasi uap air inilah yang nantinya terlihat sebagai awan. Semakin banyak tetes air yang terbentuk, semakin besar ukuran awan yang terbentuk.

  • Jika awan tersebut mendapatkan panas dari matahari, awan akan menguap lalu menghilang. Sebaliknya, jika tidak mendapatkan panas matahari (suhunya tetap), turunlah awan menjadi tetesan air dalam bentuk hujan karena adanya pengaruh gaya gravitasi.

Awan. Foto: Pixabay

Faktor yang Memengaruhi Terbentuknya Awan

Terdapat beberapa faktor yang mampu memengaruhi terbentuknya awan, di antaranya meliputi:

1. Angin

Semakin kencang angin yang berhembus, akan mempercepat proses penguapan. Akibatnya, awan lebih cepat terbentuk.

2. Tekanan Udara

Semakin besar perbedaan tekanan antara di daratan dan di udara, makin cepat pula terjadi proses terbentuknya awan.

3. Kelembaban Udara

Udara lembap akan mempercepat proses pembentukan awan. Hal ini dikarenakan udara lembap mengandung banyak uap air.

4. Intensitas Sinar Matahari

Semakin besar intensitas sinar matahari yang menyinari bumi, semakin besar energi kalor yang dihasilkan. Akibatnya, suhu akan cepat meningkat dan mempercepat proses terbentuknya awan.

(VIO)