Puasa Dzulhijjah Berapa Hari? Ini Penjelasannya Agar Tidak Salah Mengamalkannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam hitungan hari, umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah. Berdasarkan hasil Sidang Isbat yang dilaksanakan Kementerian Agama, perayaan Idul Adha di Indonesia adalah 10 Juli 2022.
Ada beberapa amalan yang menjanjikan pahala besar pada bulan Dzulhijjah. Di antaranya adalah pemotongan hewan kurban, sholat Idul Adha, dan ibadah haji.
Selain itu, umat Islam juga dapat mengamalkan puasa sunnah menjelang Idul Adha. Yang masih jadi pertanyaan sebagian orang, berapa hari puasa Dzulhijjah dapat diamalkan?
Puasa Dzulhijjah Berapa Hari?
Para ulama menganjurkan untuk berpuasa 9 hari yang dimulai sejak memasuki bulan Dzulhijjah hingga tanggal 9 Dzulhijjah. Berdasakan penjelasan dalam laman NU Online, anjuran tersebut didasarkan dari sabda Rasulullah dalam sebuah hadist:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هٰذِهِ الأَيَّامِ. يَعْنِيْ أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللّٰهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللّٰهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ
Artinya:
“Tidak ada hari dimana amal shalih padanya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yakni 10 hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: ‘Tidak juga dari jihad fi sabilillah?’ Beliau menjawab: ‘Jihad fi sabilillah juga tidak, kecuali seseorang yang keluar dengan diri dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan satu pun dari keduanya.”
Merujuk pada hasil sidang isbat, 1 Dzulhijjah jatuh pada hari 1 Juli 2022. Jadi, Anda bisa berpuasa sunnah sampai tanggal 9 Juli 2022. Jika tak mampu puasa Dzulhijjah selama 9 hari, Anda boleh berpuasa semampunya.
Niat Puasa Dzulhijjah
Dikutip dari buku Panduan Praktis Menjalankan Puasa Sunah, berikut adalah bacaan niat puasa Dzulhijjah:
وَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzilhijjah sunnatan lillahi taala.
Artinya:
"Saya niat puasa sunnah pada bulan Dzulhijjah karena Allah Taala."
Keutamaan Puasa Dzulhijjah
Ibadah puasa Dzulhijjah memiliki keistimewaan luar biasa. Itu karena Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan. Masih dari laman NU Online, berikut ini adalah keutamaan puasa Dzulhijjah:
1. Pahala yang Berlipat Ganda
Umat yang senantiasa mengamalkan ibadah pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah dijanjikan pahala berlipat-lipat dibandingkan ibadah pada waktu lain. Hal tersebut didasarkan dari sabda Rasulullah yang bunyinya:
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبَّ إِلَى اللّٰهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيْهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar” (HR At-Tirmidzi).
Makna dari setara dengan satu tahun puasa di dalam hadist tersebut adalah satu tahun puasa sunnah, bukan puasa Ramadhan.
2. Sebagai Penghapus Dosa
Allah sangat menyukai umat yang rajin beribadah, terutama di bulan Dzulhijjah. Siapa yang berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah) akan diganjar dengan dihapuskan dosa kecil selama dua tahun. Rasulullah bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ
Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu” (HR Muslim).
3. Dibebaskan dari Siksa Api Neraka
Jika umat Islam mengerjakan amalan sunnah selama 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, Allah akan menjauhkannya dari siksa neraka yang pedih. Keistimewaan tersebut berdasarkan hadist di bawah ini:
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْ ثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَ دْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَل اَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟
Artinya: "Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari siksa api neraka lebih banyak daripada hari di bulan Dzulhijjah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?" (HR. Muslim).
(DAF)
