Puasa Nisfu Syaban 2026, Ini Tanggal dan Ketentuannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nisfu Syaban merupakan salah satu momen penting dalam kalender Islam. Pada momen tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, salah satunya adalah menjalankan puasa sunnah.
Pada malam Nisfu Syaban, Allah SWT akan melimpahkan ampunan kepada seluruh hamba yang beriman kepada-Nya. Lantas, kapan puasa Nisfu Syaban 2026 dilaksanakan dan bagaimana ketentuannya?
Kapan Puasa Nisfu Syaban 2026?
Puasa Nisfu Syaban dilaksanakan pada tanggal 15 Syaban dalam kalender Hijriah. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 M/1447–1448 H, 15 Syaban jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.
Dengan demikian, puasa Nisfu Syaban 2026 dapat dilaksanakan mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari pada hari tersebut. Umat Muslim juga dapat melengkapinya dengan ibadah lain seperti membaca Alquran dan berdzikir.
Ketentuan Puasa Nisfu Syaban 2026
Mengutip buku Kumpulan Doa, Dzikir, dan Sholawat Al-Khoirot oleh A. Fatih Syuhud, ketentuan puasa Nisfu Syaban tidak berbeda dengan puasa sunnah pada umumnya. Umat Islam yang melaksanakannya diwajibkan menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang dapat membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Selain itu, sebelum memulai puasa, umat juga dianjurkan membaca niat. Berikut bacaan niat puasa Nisfu Syaban yang disadur dari buku Keajaiban Puasa Sunnah oleh A. Syahriul Alim:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma ghadin an ada’i sunnati syabana lillahi taala."
Artinya: "Aku niat puasa sunnah Syaban esok hari karena Allah SWT."
Niat puasa dapat dibaca pada malam hari sebelum berpuasa. Namun, niat juga tetap bisa diucapkan pada siang harinya selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Baca Juga: Kapan Awal Puasa Muhammadiyah 2026? Ini Jadwal Resminya
Hadis Puasa Nisfu Syaban
Anjuran melaksanakan puasa Nisfu Syaban bersumber dari hadis yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib. Rasulullah SAW bersabda:
"Jika datang malam Nisfu Syaban, maka shalatlah dan puasalah pada siang harinya, karena Allah akan menurunkan ampunan-Nya di malam itu, mulai dari terbenamnya matahari hingga pagi hari." (HR Ibnu Majah)
Namun, jika mengutip buku Keutamaan Bulan Sya'ban oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, disebutkan adanya hadis yang melarang puasa setelah memasuki pertengahan bulan Syaban. Larangan tersebut merujuk pada sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:
"Jika telah memasuki pertengahan bulan Syaban, maka janganlah kalian berpuasa." (HR Abu Hurairah)
Larangan dalam hadis tersebut ditujukan bagi orang yang baru memulai puasa sunnah di pertengahan bulan Syaban atau bagi mereka yang dikhawatirkan menjadi lemah jika berpuasa. Namun, bagi orang yang telah terbiasa menjalankan puasa sunnah, diperbolehkan baginya untuk berpuasa sejak awal bulan Syaban hingga dua hari menjelang Ramadhan.
(NSF)
