Konten dari Pengguna

Puisi Doa Karya Chairil Anwar Lengkap dengan Unsur Intrinsiknya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi Doa Karya Chairil Anwar Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi Doa Karya Chairil Anwar Foto: Unsplash

Puisi Doa karya Chairil Anwar menjadi salah satu karya sastra yang populer di Tanah Air. Puisi yang diciptakan penyair legendaris tersebut ditulis sejak November 1943 dan diterbitkan pertama kali dalam majalah lama Pantja Raja pada November 1946.

Puisi Doa menyampaikan makna mendalam tentang Ketuhanan melalui kata-kata kiasan di dalamnya. Puisi ini juga memiliki imaji yang tajam, sehingga pembaca bisa menempatkan dirinya sebagai subjek atau sang penulis.

Mengutip buku Pembelajaran Puisi, Apresiasi Dari Dalam Kelas tulisan Supriyanto (2020), imaji, imajinasi, atau citraan merupakan kekuatan kata yang dapat membawa pembaca untuk hadir dan bergelut dengan perasaan penyair.

Dengan kata lain, imaji akan membuat pembaca seakan melihat, seakan berada di tempat kejadian, bahkan seakan pembaca adalah pelakunya.

Penasaran dengan puisi Doa karya Chairil Anwar? Yuk simak pembahasannya di bawah ini.

Ilustrasi Puisi Doa Karya Chairil Anwar Foto: Unsplash

Puisi Doa karya Chairil Anwar

Doa

(Karya Chairil Anwar)

Tuhanku

Dalam termangu

Aku masih menyebut nama-Mu

Biar susah sungguh

Mengingat Kau penuh seluruh

CayaMu panas suci

Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi

Ilustrasi Puisi Doa Karya Chairil Anwar Foto: Unsplash

Unsur Intrinsik Puisi Doa karya Chairil Anwar

Berikut unsur intrinsik puisi Doa karya Chairil Anwar yang dikutip dari buku Buku Pintar UASBN SD 2011 oleh Enawati Waridah, S.S, dkk. (2010):

1. Tema

Tema merupakan gagasan pokok yang disampaikan seorang penyair lewat puisinya. Dalam puisi Doa, Chairil Anwar sebagai penyair berupaya menyampaikan tema tentang kepasrahan diri seorang makhluk kepada Tuhannya.

2. Suasana Puisi

Suasana gambaran puisi menjadi gambaran keadaan yang menyertai kejadian, peristiwa, atau hal lain yang diungkap dalam puisi. Suasana puisi bisa berupa sedih, mencekam, marah atau bahagia.

Ini bisa dilihat dari pemilihan kata yang digunakan penyair. Puisi Doa karya Chairil Anwar menunjukkan suasana puisi yang penuh pengharapan.

3. Amanat Puisi

Amanat puisi merupakan pesan yang hendak disampaikan oleh penyair melalui karyanya. Amanat dalam puisi Doa merupakan manusia yang senantiasa memerlukan Tuhan di dalam hidupnya.

Ilustrasi Puisi Doa Karya Chairil Anwar Foto: Unsplash

Pendekatan Ekspresif Puisi Doa Karya Chairil Anwar

Puisi Doa karya Chairil Anwar dapat dianalisa menggunakan pendekatan ekspresif. Mengutip buku Teknik Penulisan Puisi, Teori, Aplikasi dan Pendekatan oleh Mukhlis, S. Pd, M. Pd (2020), pendekatan ekspresif adalah pendekatan yang menekankan pada perasaan atau tempramen.

Pendekatan ini lebih menitikberatkan pada penyair. Dalam hal ini, puisi yang diciptakan dianggap sebagai gambaran pribadi penulis.

Analisa pendekatan ekspresif puisi Doa karya Chairil Anwar menunjukkan bahwa puisi Doa karya Chairil Anwar menggambarkan sosok penyair yang religius.

Penulis tetap ingat kepada Tuhan meskipun sedang mengalami kesulitan. Ini bisa dilihat dari lirik berikut:

  • "Dalam termangu aku masih menyebut namaMu"

  • "Walau susah sungguh, mengingat Kau penuh seluruh".

(GTT)