Puisi Hari Pendidikan Nasional Singkat yang Penuh Makna

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 2 Mei. Ada banyak cara untuk memperingati hari spesial ini, salah satunya dengan membuat puisi Hari Pendidikan Nasional.
Karya sastra ini bisa dibacakan secara langsung di acara peringatan di sekolah. Selain itu, Anda juga bisa membagikannya di media sosial untuk menunjukkan apresiasi terhadap dunia pendidikan Indonesia.
Puisi bisa menjadi wadah yang tepat untuk menyerukan nilai-nilai positif seperti semangat belajar, rasa hormat kepada guru, dan harapan akan pendidikan yang lebih baik. Butuh inspirasi puisi Hari Pendidikan Nasional singkat? Simak artikel ini selengkapnya!
Contoh Puisi Hari Pendidikan Nasional Singkat
Puisi Hari Pendidikan Nasional dapat mengangkat berbagai tema, mulai dari peran penting pendidikan, keteladanan sosok Ki Hajar Dewantara, hingga harapan masa depan pendidikan yang lebih cerah. Berikut beberapa contoh puisi Hari Pendidikan Nasional singkat yang bisa menjadi inspirasi:
1. Guru Sejati
Ki Hadjar Dewantara, penggerak, pendidik yang melegenda
Beliau pendiri perguruan di taman siswa
Adalah guru berkarya segenap jiwa
"Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa"
"Tut wuri handayani"
Semboyan pendidikan negeri ini
Guru memberi teladan, mendidik, dan memotivasi
Menerangi gulitanya pengetahuanku
Kau santuni aku dengan samudera ilmu
Ki Hadjar Dewantara, kau pahlawan nasional Indonesia
Soekarno menetapkannya
28 November, apresiasi bangsa atas jasa-jasamu
Kau, menjelma prasati
Guru sejati, panutan di bumi
O... Kau kukenal Ki Hadjar Dewantara
Namamu semerbak dalam segala buku
Kau Panutan Bapak dan Ibu Guru
Kau dicintai semua siswa Indonesia
O.. Kau kukenang sepanjang hayat
Namamu menjelma pengetahuan tentang doa-doa
Sunyiku dalam bermunajat
Semoga surga untukmu, duhai pahlawan bangsa
Sumber: Puisi adalah Senjata oleh Gagak Lumayung
2. Bodoh
TK, SD, SMP, SMA
Kelas satu, dua, tiga
Adalah jenjang yang seolah-olah menunjukan
Tingkat kebodohan kita
Banyak gelar yang kita punya
Seolah menjadi tameng cibiran masyarakat tentang kita
Semakin tinggi pendidikan kita
Semakin menunjukan seberapa tidak bodohnya diri kita
Kita sering dibantu oleh orang lain
Namun lupa mengucap maaf dan terima kasih
Rezeki sering kita terima tanpa henti
Namun kita lupa untuk berbagi
Selalu berkompetisi untuk menunjukkan pantasnya diri
Namun tak segan untuk meludahi saudara sendiri
Terima sajalah, kalian itu bodoh
Dengan pendidikan yang kalian punya
Dengan kebodohan yang kalian bawa
Hingga keangkuhan membelenggu jiwa kalian
Sehingga lupa rasanya menjadi manusia
3. Pendidikan dan Harapan
Pendidikan adalah tangga harapan
Tangga itu menuntun manusia untuk mencapai tujuan
Semua manusia berhak untuk menggunakan
Untuk mengubah mimpi menjadi kenyataan
Tangga itu tidak boleh disembunyikan
Dari semua insan yang ingin perubahan
Tangga tersebut tidak boleh disalahgunakan
Hanya untuk meraih keuntungan
Tangga itu harus benar-benar kaut
Agar mampu merubah manusia menjadi bermartabat
Tangga tersebut harus selalu dirawat
Agar bisa membimbing kita meraih akal sehat
Tangga itu harus bisa beradaptasi
Dari jaman yang begitu kencang berlari
Tangga itu tidak boleh dinodai
Agar bisa mengantar kita menjadi manusia bermoral yang hakiki
4. Ilmu Abadi
Ilmu adalah cahaya kehidupan
Menjadi penerang dalam gelapnya kehidupan
Begitu luas untuk dijelajahi
Ilmi bagaikan petunjuk
Penuntun ke jalan yang benar
Menjadi dasar atas aap yang kita lakukan
Ilmu tak pernah lekang oleh waktu
Berkembang sering berkembangnya waktu
Dan akan terus berkembang hingga akhir kehidupan
Baca Juga: 5 Lagu untuk Hari Pendidikan Nasional 2025 dan Liriknya
5. Bersahabatlah dengan Ilmu
Bersahabtlah dengan ilmu
Maka kehidupan yang cerah memihakmu
Bersahabatlah dengan ilmu
Maka harapan terasa dekat digenggamanmu
Dunia akan selalu membutuhkanmu
Membutuhkan ilmumu
Membutuhkan kerja kerasmu
Membutuhkan semangatmu
Teruslah belajar
Hingga tak lagi mengenal rasa lelah
Teruslah belajar
Hingga kesuksesanlah yang menemani hari-harimu
Sumber: Pijar: Antalogi Puisi Pendidikan oleh Benny D Setianto, dkk.
6. Jasa dan Baktimu
Seindah melati
Seharum kasturi
Berselinap di hati
Mewujudkan mimpi
Sekolahku tempat menuntut ilmu
Tempat yang menjadi saksi setiap waktu
Tempat yang menjadikan aku bermutu
Hingga aku pun siap menghadapi segala sesuatu
Kau bagai lentera dalam kegelapan
Kau embun penyejuk dalam kehausan
Kau selalu kusimpan di dalam hatiku
Kau selalu kuukir di sanubariku
Jasa dan baktimu
Oh, sekolahku
Sumber: Antologi Puisi Pendidikan di Masa Pandemi oleh Etty Viveria C dkk.
7. Di Sini Aku Dididik
Sekolahku...
Tanpamu aku tidak tahu apa-apa
Tanpamu aku tidak bisa membaca
Tanpamu aku tidak dapat menulis
Tanpamu aku tidak bisa mengenal apa dunia pendidikan
Sekolahku...
Kau tempatku untuk menembah wawasan
Kau tempatku untuk mencari ilmu
Sekolahku
Kau tempatku untuk bertemu dengan teman-temanku
Kau tempatku untuk aku menentukan cita-citaku
Sumber: Sekolahku Istanaku Kumpulan puisi Siswa SMPN 4 Surabaya
8. Sekolahku
Sekolahku
Kisah penting bermula dari bangkumu
Yang terbaik melangkah melalui
tapak jalanmu
Gelak tawa maupun sendu yang hadir
Menjadi lembar pembuka tabir
Banyak teman di sekitar
Ada guru yang begitu sabar
Yang membimbing saat belajar
Agar pengetahuanku melebar
Kutekadkan hati tuk jadi nomor satu
Dalam segala kompetensi ilmu
Karena adalah harapanku
Tuk membahagiakan orang tuaku
Membanggakan guru
Menjunjung tinggi nama sekolahku
Tak ada jemu dalam menuntut ilmu
Jantungmu mendenyutkan cerita
Semangatmu mengucap cita - cita
Dan hadirmu menjadikan makna
Tak akan kusiakan waktu
Dengan bergumul pada hal yang tak perlu
Karena waktu tak sesingkat itu
Maka, ku tak kan mau menyesali
Dengan berbuat hal yang merugikan diri
Di sinilah kuhabiskan waktu
Tuk beride dan berguru
Bercanda riang dengan teman
Menjadi hal yang membahagiakan
Sekolahku... kebanggaanku
Sumber: Buku Kumpulan Puisi oleh Sukarni Spd
