Konten dari Pengguna

Puisi Hari Pendidikan Nasional Singkat yang Penuh Makna

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi Hari Pendidikan Nasional singkat. Foto: Unsplash/Yunus Tug
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi Hari Pendidikan Nasional singkat. Foto: Unsplash/Yunus Tug

Daftar isi

Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 2 Mei. Ada banyak cara untuk memperingati hari spesial ini, salah satunya dengan membuat puisi Hari Pendidikan Nasional.

Karya sastra ini bisa dibacakan secara langsung di acara peringatan di sekolah. Selain itu, Anda juga bisa membagikannya di media sosial untuk menunjukkan apresiasi terhadap dunia pendidikan Indonesia.

Puisi bisa menjadi wadah yang tepat untuk menyerukan nilai-nilai positif seperti semangat belajar, rasa hormat kepada guru, dan harapan akan pendidikan yang lebih baik. Butuh inspirasi puisi Hari Pendidikan Nasional singkat? Simak artikel ini selengkapnya!

Contoh Puisi Hari Pendidikan Nasional Singkat

Ilustrasi puisi Hari Pendidikan Nasional singkat. Foto: Unsplash.com/Syahrul Alamsyah Wahid

Puisi Hari Pendidikan Nasional dapat mengangkat berbagai tema, mulai dari peran penting pendidikan, keteladanan sosok Ki Hajar Dewantara, hingga harapan masa depan pendidikan yang lebih cerah. Berikut beberapa contoh puisi Hari Pendidikan Nasional singkat yang bisa menjadi inspirasi:

1. Guru Sejati

Ki Hadjar Dewantara, penggerak, pendidik yang melegenda

Beliau pendiri perguruan di taman siswa

Adalah guru berkarya segenap jiwa

"Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa"

"Tut wuri handayani"

Semboyan pendidikan negeri ini

Guru memberi teladan, mendidik, dan memotivasi

Menerangi gulitanya pengetahuanku

Kau santuni aku dengan samudera ilmu

Ki Hadjar Dewantara, kau pahlawan nasional Indonesia

Soekarno menetapkannya

28 November, apresiasi bangsa atas jasa-jasamu

Kau, menjelma prasati

Guru sejati, panutan di bumi

O... Kau kukenal Ki Hadjar Dewantara

Namamu semerbak dalam segala buku

Kau Panutan Bapak dan Ibu Guru

Kau dicintai semua siswa Indonesia

O.. Kau kukenang sepanjang hayat

Namamu menjelma pengetahuan tentang doa-doa

Sunyiku dalam bermunajat

Semoga surga untukmu, duhai pahlawan bangsa

Sumber: Puisi adalah Senjata oleh Gagak Lumayung

2. Bodoh

TK, SD, SMP, SMA

Kelas satu, dua, tiga

Adalah jenjang yang seolah-olah menunjukan

Tingkat kebodohan kita

Banyak gelar yang kita punya

Seolah menjadi tameng cibiran masyarakat tentang kita

Semakin tinggi pendidikan kita

Semakin menunjukan seberapa tidak bodohnya diri kita

Kita sering dibantu oleh orang lain

Namun lupa mengucap maaf dan terima kasih

Rezeki sering kita terima tanpa henti

Namun kita lupa untuk berbagi

Selalu berkompetisi untuk menunjukkan pantasnya diri

Namun tak segan untuk meludahi saudara sendiri

Terima sajalah, kalian itu bodoh

Dengan pendidikan yang kalian punya

Dengan kebodohan yang kalian bawa

Hingga keangkuhan membelenggu jiwa kalian

Sehingga lupa rasanya menjadi manusia

3. Pendidikan dan Harapan

Pendidikan adalah tangga harapan

Tangga itu menuntun manusia untuk mencapai tujuan

Semua manusia berhak untuk menggunakan

Untuk mengubah mimpi menjadi kenyataan

Tangga itu tidak boleh disembunyikan

Dari semua insan yang ingin perubahan

Tangga tersebut tidak boleh disalahgunakan

Hanya untuk meraih keuntungan

Tangga itu harus benar-benar kaut

Agar mampu merubah manusia menjadi bermartabat

Tangga tersebut harus selalu dirawat

Agar bisa membimbing kita meraih akal sehat

Tangga itu harus bisa beradaptasi

Dari jaman yang begitu kencang berlari

Tangga itu tidak boleh dinodai

Agar bisa mengantar kita menjadi manusia bermoral yang hakiki

4. Ilmu Abadi

Ilmu adalah cahaya kehidupan

Menjadi penerang dalam gelapnya kehidupan

Begitu luas untuk dijelajahi

Ilmi bagaikan petunjuk

Penuntun ke jalan yang benar

Menjadi dasar atas aap yang kita lakukan

Ilmu tak pernah lekang oleh waktu

Berkembang sering berkembangnya waktu

Dan akan terus berkembang hingga akhir kehidupan

Baca Juga: 5 Lagu untuk Hari Pendidikan Nasional 2025 dan Liriknya

5. Bersahabatlah dengan Ilmu

Ilustrasi puisi Hari Pendidikan Nasional singkat. Foto: Unsplash/Nuril Ahsan

Bersahabtlah dengan ilmu

Maka kehidupan yang cerah memihakmu

Bersahabatlah dengan ilmu

Maka harapan terasa dekat digenggamanmu

Dunia akan selalu membutuhkanmu

Membutuhkan ilmumu

Membutuhkan kerja kerasmu

Membutuhkan semangatmu

Teruslah belajar

Hingga tak lagi mengenal rasa lelah

Teruslah belajar

Hingga kesuksesanlah yang menemani hari-harimu

Sumber: Pijar: Antalogi Puisi Pendidikan oleh Benny D Setianto, dkk.

6. Jasa dan Baktimu

Seindah melati

Seharum kasturi

Berselinap di hati

Mewujudkan mimpi

Sekolahku tempat menuntut ilmu

Tempat yang menjadi saksi setiap waktu

Tempat yang menjadikan aku bermutu

Hingga aku pun siap menghadapi segala sesuatu

Kau bagai lentera dalam kegelapan

Kau embun penyejuk dalam kehausan

Kau selalu kusimpan di dalam hatiku

Kau selalu kuukir di sanubariku

Jasa dan baktimu

Oh, sekolahku

Sumber: Antologi Puisi Pendidikan di Masa Pandemi oleh Etty Viveria C dkk.

7. Di Sini Aku Dididik

Sekolahku...

Tanpamu aku tidak tahu apa-apa

Tanpamu aku tidak bisa membaca

Tanpamu aku tidak dapat menulis

Tanpamu aku tidak bisa mengenal apa dunia pendidikan

Sekolahku...

Kau tempatku untuk menembah wawasan

Kau tempatku untuk mencari ilmu

Sekolahku

Kau tempatku untuk bertemu dengan teman-temanku

Kau tempatku untuk aku menentukan cita-citaku

Sumber: Sekolahku Istanaku Kumpulan puisi Siswa SMPN 4 Surabaya

8. Sekolahku

Sekolahku

Kisah penting bermula dari bangkumu

Yang terbaik melangkah melalui

tapak jalanmu

Gelak tawa maupun sendu yang hadir

Menjadi lembar pembuka tabir

Banyak teman di sekitar

Ada guru yang begitu sabar

Yang membimbing saat belajar

Agar pengetahuanku melebar

Kutekadkan hati tuk jadi nomor satu

Dalam segala kompetensi ilmu

Karena adalah harapanku

Tuk membahagiakan orang tuaku

Membanggakan guru

Menjunjung tinggi nama sekolahku

Tak ada jemu dalam menuntut ilmu

Jantungmu mendenyutkan cerita

Semangatmu mengucap cita - cita

Dan hadirmu menjadikan makna

Tak akan kusiakan waktu

Dengan bergumul pada hal yang tak perlu

Karena waktu tak sesingkat itu

Maka, ku tak kan mau menyesali

Dengan berbuat hal yang merugikan diri

Di sinilah kuhabiskan waktu

Tuk beride dan berguru

Bercanda riang dengan teman

Menjadi hal yang membahagiakan

Sekolahku... kebanggaanku

Sumber: Buku Kumpulan Puisi oleh Sukarni Spd