Konten dari Pengguna

Puisi Pagi Romantis yang Dapat Memikat Hati Karya WS Rendra

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membaca puisi pagi tentang romansa. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membaca puisi pagi tentang romansa. Foto: Unsplash

Salah satu media untuk mengungkap rasa kasih dan sayang kepada seseorang adalah melalui puisi. Karya sastra satu ini berasal dari curahan hati sang penyair dan dibuat berdasarkan ungkapan perasaan yang dialaminya. Seiring berjalannya waktu, puisi pun mengalami perkembangan.

Banyak sekali bermunculan puisi baru yang lebih bebas dan tak terikat seperti kebanyakan puisi lama. Agnes Pitaloka menuliskan dalam Seni Mengenal Puisi bahwa puisi merupakan bentuk ekspresi diri yang menggambarkan keresahan, kesenangan, imajinasi, kritik, dan pengalaman seseorang yang tersusun atas bahasa yang indah dan padat makna.

Jenis puisi yang paling banyak diminati ialah puisi romansa. Puisi ini berisi luapan perasaan cinta kasih dan menimbulkan efek romantisme.

Salah satu penyair dengan puisi romantis yang dikenal di Tanah Air yakni WS Rendra. Banyak dari karyanya yang disusun dengan kalimat indah dan memikat hati.

Puisi karya WS Rendra seringkali diberi judul random namun tetap memiliki kesan. Puisi-puisi ini dapat dikategorikan sebagai puisi pagi romantis karena terdapat beberapa baitnya yang sesuai dengan suasana pagi yang menyegarkan, juga keindahan alam. Berikut adalah beberapa puisi pagi romantis karya WS Rendra.

Ilustrasi membaca puisi pagi tentang romansa. Foto: Unsplash

Puisi Pagi Romantis

Puisi pagi romantis yang didasarkan pada kejadian dan emosi sehari-hari ini dibuat oleh WS Rendra pada tahun 1958 yang diambil dari buku Puisi-Puisi Cinta (Republish) terbitan Bentang Pustaka.

Melalui buku ini, WS Rendra melakukan eksperimen untuk mengasah kemampuan bahasa sehari-hari yang sederhana namun mampu mengungkapkan hal yang paling romantis dan puitis dalam kehidupan. Berikut adalah beberapa puisi romantis karya WS Rendra:

Permintaan

Wahai, rembulan yang bundar

jenguklah jendela kekasihku!

Ia tidur sendirian,

Hanya berteman hati yang rindu.

Kangen

Pohon cemara dari jauh

membayangkan panjang rambutnya

maka aku pun kangen kekasihku.

Kegemarannya

Pacarku gemar

mendengar aku mendongeng.

Dalam mendongeng selalu kusindirkan

bahwa aku sangat mencintainya.

Temperamen

Batu kali

ditimpa terik matahari.

Betapa panasnya!

Ketika malam kembali membenam

kali pun tenteram.

Bulannya sejuk

dan air bernyanyi

tiada henti.

Jika kita marah

pada kekasih

selamanya tak bisa lama.

Ilustrasi membaca puisi pagi tentang romansa. Foto: Unsplash

Pahatan

Di bawah pohon sawo

di atas bangku panjang

di bawah langit biru

di atas bumi kelabu

istirahatlah dua buah hati rindu.

Kepada Awan Lewat

Kepada sebuah awan lewat

aku berkata:

“Engkaulah sutra yang kembara

bulu domba lembut putih rupa!

Wahai, lindungilah matahari bagai bara

kerna kekasihku sedang berjalan

Kembali pulang dari sekolahnya!”

Dua Burung

Adalah dua burung

bersama membuat sarang.

Kami berdua serupa burung

terbang tanpa sarang.

Telah Satu

Gelisahmu adalah gelisahku.

Berjalanlah kita bergandengan

dalam hidup yang nyata,

dan kita cintai.

Lama kita saling bertatap mata

dan makin mengerti

tak lagi bisa dipisahkan.

Engkau adalah peniti

yang telah disematkan.

Aku adalah kapal

yang telah berlabuh dan ditambatkan.

Kita berdua adalah lava

yang tak bisa lagi diuraikan.

Optimisme

Cinta kita berdua

adalah istana dari porselen.

Angin telah membawa kedamaian

membelitkan kita dalam pelukan.

Bumi telah memberi kekuatan,

kerna kita telah melangkah

dengan ketegasan.

Muraiku,

hati kita berdua

adalah pelangi selusin warna.

Ayam Jantan

Kekasihku sangat payah

setelah bersamaku menyusuri kota.

Sekarang tidur nyenyak melepas lelah

dalam bahagia dan mimpi.

Sebab itu,

wahai ayam jantan,

Janganlah berkokok terlalu pagi!

Janganlah Jauh

Janganlah jauh

bagai bulan

hanya bisa dipandang.

Jadilah angin

membelai rambutku.

Dan kita nanti

akan selalu berjamahan.

Kekasih

Kekasihku seperti burung murai

suaranya merdu.

Matanya kaca

hatinya biru.

Kekasihku seperti burung murai

bersarang indah di dalam hati.

(IMR)