Konten dari Pengguna

Puisi Rakyat: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi. Foto: Pixabay

Puisi rakyat merupakan karya sastra warisan nenek moyang yang memiliki nilai-nilai tertentu dan telah berkembang luas di masyarakat. Puisi rakyat termasuk puisi lama yang masih berpegang pada serangkaian aturan seperti rima, jumlah baris dalam satu bait, dan lain-lain.

Ada tiga jenis puisi rakyat yang dikenal di Indonesia, yaitu pantun, syair, dan gurindam. Ketiganya memiliki ciri khas masing-masing.

Agar lebih paham, simak penjelasan lengkapnya berikut ini:

Pantun

Pantun adalah puisi Melayu yang berfungsi untuk mendidik, menegur, dan menghibur. Kata-kata dalam pantun disusun mengikuti aturan tertentu sehingga menarik untuk didengar.

Ciri-ciri pantun yaitu:

  • Terdiri dari empat baris

  • Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata

  • Bersajak akhir a-b-a-b atau a-a-a-a

  • Baris pertama dan kedua adalah sampiran

  • Baris ketiga dan keempat adalah isi

Contoh Pantun:

Jalan-jalan ke Kota Blitar

jangan lupa beli sukun

Jika kamu ingin pintar

belajarlah dengan tekun

Gurindam

Gurindam adalah puisi yang terdiri dari dua bait dan dalam setiap baitnya ada dua baris kalimat dengan rima yang sama. Baris pertama dalam gurindam umumnya berupa persoalan atau masalah, sedangkan baris kedua berisi jawaban atau akibat dari masalah tersebut.

Ciri-ciri gurindam yaitu:

  • Terdiri atas dua baris

  • Setiap baris terdiri dari 10-14 suku kata

  • Rima akhirnya berpola a-a

  • Baris pertama berisi sebab

  • Baris kedua berisi akibat

  • Umumnya memiliki makna petuah dan filosofi hidup

Contoh gurindam:

Sebelum berbicara pikir dahulu

Agar tak melukai hati temanmu

kalau berbicara semaumu

tentulah banyak orang yang membencimu

Syair

Syair berasal dari Bahasa Melayu, yakni syu’ur yang artinya perasaan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), syair adalah puisi lama yang tiap baitnya terdiri atas empat larik dan memiliki akhiran dengan bunyi yang sama.

Ciri-ciri syair lainnya mencakup:

  • Tiap baris terdiri dari 4-6 kata

  • Tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata

  • Semua baris adalah isi

  • Memiliki rima akhir a-a-a-a

  • Berisi cerita atau pesan

Contoh syair:

Jauhi semua perbuatan jahat

Jauhi pula pebuatan maksiat

Mari kita segera bertaubat

Supaya kita selamat dunia akhirat

Jangan risau dengan cobaan

Jangan bersedih karena kesulitan

Berdoa saja pada Tuhan

Insya Allah Dia kan kabulkan

Jangan lalaikan perintah-Nya

Kerjakan yang disuruh-Nya

Bertaubatlah kepada-Nya

Dia pasti menerimanyaIngatlah pada dosamu

Ingatlah akan kelalaianmu

Perbaiki hati dan dirimu

Tuhan pasti kan menyayangimuOrang tua suruh kita mengaji

Orang tua suruh tafakur tiap hari

Agar paham perintah Ilahi

Agar paham perbuatan yang tak diridloi

(ERA)