Konten dari Pengguna

Puncak Hujan Meteor Perseid 2026, Catat Tanggal dan Cara Menontonnya!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puncak hujan meteor Perseid 2026. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puncak hujan meteor Perseid 2026. Foto: Unsplash.

Hujan meteor Perseid dikenal sebagai salah satu fenomena astronomi paling populer karena menghasilkan meteor yang terang dan sering meninggalkan jejak cahaya panjang di langit. Fenomena ini berlangsung setiap tahun dan tercatat sebagai salah satu hujan meteor tertua karena telah diamati sejak lebih dari 2.000 tahun lalu.

Puncak hujan meteor Perseid 2026 diperkirakan berlangsung pada malam 12 Agustus hingga dini hari 13 Agustus 2026. Jika penasaran, simak informasi seputar jadwal puncak, penyebab, hingga cara terbaik menyaksikannya berikut ini!

Kapan Puncak Hujan Meteor Perseid 2026?

Ilustrasi puncak hujan meteor Perseid 2026. Foto: Unsplash.

Mengutip laman resmi NASA, aktivitas hujan meteor Perseid sebenarnya sudah mulai meningkat sejak awal Juli dan akan terus terlihat di langit malam hingga akhir Agustus 2026. Meski begitu, puncak utamanya diprediksi jatuh pada malam 12 Agustus hingga dini hari 13 Agustus 2026.

Saat puncak fenomena berlangsung, Bulan akan berada dalam fase bulan baru. Kondisi langit akan sangat gelap sehingga hujan meteor Perseid bisa dilihat dengan jelas.

Jumlah Meteor dan Penyebab Terjadinya Hujan Meteor Perseid

Ilustrasi puncak hujan meteor Perseid 2026. Foto: Unsplash.

Berdasarkan informasi dari The Planetary Society, hujan meteor Perseid terjadi akibat serpihan debu dan puing yang ditinggalkan oleh komet bernama 109P/Swift-Tuttle. Komet ini mengelilingi matahari dalam siklus sekitar 133 tahun sekali, dan terakhir kali melintas dekat Bumi pada tahun 1992.

Ketika Bumi melintasi jalur orbit sisa-sisa komet tersebut, partikel debu dan batuan kecil akan memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi hingga menimbulkan garis cahaya terang yang biasa disebut meteor atau bintang jatuh.

Menurut NASA, hujan meteor Perseid bisa menghasilkan 50 hingga 100 meteor setiap jamnya. Di bawah langit gelap tanpa cahaya bulan, jumlah meteor yang terlihat bahkan bisa mencapai 90 kali per jam atau lebih.

Asal-usul Nama Perseid

Nama Perseid diambil dari titik asal kemunculan meteor tersebut, yaitu rasi bintang Perseus. Dikutip dari NASA, dalam mitologi Yunani, Perseus dikenal sebagai pahlawan yang berhasil mengalahkan Medusa dan menyelamatkan Putri Andromeda.

Sebenarnya, rasi bintang Perseus tidak memiliki hubungan fisik langsung dengan hujan meteor Perseid. Bintang-bintang di rasi Perseus berjarak ratusan hingga ribuan tahun cahaya dari Bumi, sedangkan meteor Perseid terbakar di atmosfer pada ketinggian sekitar 100 km di atas permukaan Bumi.

Cara Terbaik Menyaksikan Hujan Meteor Perseid

Ilustrasi puncak hujan meteor Perseid 2026. Foto: Unsplash.

Untuk menyaksikan hujan meteor Perseid, NASA menyarankan beberapa langkah berikut ini:

  1. Cari lokasi dengan langit gelap, jauh dari polusi cahaya perkotaan.

  2. Berikan waktu sekitar 20 hingga 30 menit bagi mata untuk beradaptasi dengan kegelapan.

  3. Cukup arahkan pandangan ke langit secara luas tanpa perlu menggunakan teropong atau teleskop.

  4. Bersabarlah dan tunggu sampai hujan meteor Perseid mulai terlihat.

Bagi yang ingin menyaksikan hujan meteor Perseid secara daring, NASA turut menyediakan acara nonton bareng melalui siaran langsung di YouTube, dimulai sejak tengah malam waktu setempat pada 13 Agustus 2026.

Dalam acara tersebut, penonton dapat menikmati pemandangan langit secara real-time melalui kamera dari Automated Lunar and Meteor Observatory (ALaMO) yang berada di Marshall Space Flight Center, dilengkapi dengan tampilan tambahan dari International Space Station (ISS).

(FHK)

Baca juga: Jadwal Moto3 Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone