Qanaah: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menerapkannya dalam Kehidupan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kehidupan, setiap umat manusia sudah pasti pernah merasakan berbagai musibah dan ujian dari Allah SWT. Meski begitu, seorang Muslim yang baik hendaknya tetap bersyukur dan menerima apa yang sudah menjadi ketetapan Allah SWT. Dalam Islam, sikap tersebut disebut dengan qanaah.
Mengutip jurnal Konsep Qana’ah dalam Mewujudkan Keluarga Harmonis PerspektifAlquran oleh Irnadia Andriani dan Ihsan Mz, qanaah secara bahasa berarti cukup. Sedangkan, secara istilah, qanaah adalah merasa cukup atas apa yang telah dikaruniakan Allah SWT kepada kita sehingga mampu menjauhkan diri dari sifat tamak.
Bersikap qanaah berarti memahami bahwa rezeki yang kita dapatkan sudah menjadi ketentuan Allah SWT. Hanya Allah yang mengetahui apa yang terbaik untuk setiap umat-Nya. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 216.
.....وَعَسٰۤى اَنۡ تُحِبُّوۡا شَيۡـــًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّـكُمۡؕ وَاللّٰهُ يَعۡلَمُ وَاَنۡـتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ
Artinya: “…boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa setiap manusia harus bersabar atas segala cobaan yang telah Allah berikan kepadanya. Sebab, Allah akan memberikan ganjaran kebaikan yang lebih dari cobaan yang didapatkan sebagai hasil kesabaran seseorang.
Manfaat Qanaah
Bersikap qanaah dalam kehidupan sehari-hari mendatangkan banyak manfaat bagi setiap Muslim yang menerapkannya. Di antaranya seperti yang dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam Kelas IX oleh Karwadi dkk (2011: 40) berikut ini.
Jiwa akan tenteram.
Terhindar dari sifat tamak dan dengki.
Menimbulkan hati yang sabar dan penuh ketabahan.
Terhindar dari kekhawatiran dan keresahan.
Terhindar dari sifat suka menyakiti dan memfitnah.
Selalu puas terhadap nikmat yang diberikan Allah.
Sabar atas segala cobaan dari Allah.
Bersikap Qanaah dalam Kehidupan
Lantas, bagaimana cara menerapkan sikap qanaah dalam kehidupan agar mendapatkan manfaat yang telah disebutkan di atas?
Menjaga Keimanan kepada Allah SWT
Seseorang yang beriman kepada Allah berarti akan berusaha meninggalkan larangan-larangan-Nya. Dia akan tetap berusaha taat kepada Allah saat mendapat karunia maupun saat tertimpa musibah. Dengan demikian, keimanan dan ketakwaan kepada Allah merupakan modal utama seseorang agar terbiasa bersikap qanaah.
Bersyukur kepada Allah SWT
Bersyukur merupakan kunci utama untuk menerapkan qanaah dalam kehidupan. Bersyukur artinya berterima kasih kepada Allah yang telah mengaruniai rezeki. Sedikit atau banyak rezeki tersebut harus disyukuri karena Allah berjanji akan menambah karunia bagi hamba yang pandai bersyukur.
Memahami Hikmah Perbedaan Rezeki
Rezeki yang dikaruniakan Allah SWT kepada setiap manusia berbeda-beda. Ada yang dikaruniai rezeki yang melimpah, tetapi ada juga yang dikaruniai kekurangan. Namun, perbedaan tersebut bukanlah alasan untuk tidak bersyukur melainkan sebagai hikmah bahwa setiap manusia dapat menunjukkan rasa syukurnya dengan cara yang berbeda-beda pula.
Bagi mereka yang dikaruniai kelebihan berpeluang untuk meningkatkan ibadah dengan bersedekah, menyantuni fakir miskin, membayar zakat, dan sebagainya. Sedangkan, bagi mereka yang dikaruniai kekurangan dan tidak disibukkan dengan urusan harta dan dunia bisa memanfaatkan waktunya untuk selalu beribadah dan berdoa kepada Allah.
Melihat ke Bawah dalam Hal Dunia
Melihat ke bawah dalam hal dunia akan menimbulkan rasa syukur yang menjadi kunci utama qanaah. Jika melihat keatas dalam hal dunia, setiap manusia akan terus merasa kurang dan menjadi tidak bersyukur terhadap karunia Allah. Kekurangan yang ada hendaknya menjadikan seseorang berpikir bahwa ada yang lebih kekurangan.
Tidak Mudah Putus Asa
Bagaimanapun beratnya ujian yang menimpa, seorang Muslim harus meyakini bahwa ujian itu sesuai dengan kemampuannya. Bahwa Allah tidak akan menimpakan sebuah musibah kepada seorang hamba yang tidak mampu menghadapinya.
Karena itu, setiap umat tidak boleh berputus asa atas ujian yang menimpa dan harus berusaha mencari jalan keluar untuk menyelesaikan masalahnya.
(ADS)
