Qawaid Fiqhiyyah: Pengertian, Tujuan, dan Manfaat Mempelajarinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Qawaid fiqhiyyah adalah salah hal yang penting dipelajari saat seorang Muslim tengah memperdalam ilmu agama tentang hukum-hukum Islam. Tanpa mempelajari qawaid fiqhiyyah, pemahaman seseorang tentang hukum Islam akan kurang sempurna.
Mempelajari qawaid fiqhiyyah juga bisa memberikan banyak manfaat, sebagaimana disampaikan Dr. H. Fathurrahman Azhari, M.H.I., dalam buku Qawaid Fiqhiyyah Muamalah. Manfaat-manfaat tersebut tentunya tak hanya berguna bagi diri sendiri, tapi juga bagi orang lain.
Lantas apa itu pengertian qawaid fiqhiyyah dan manfaat mempelajarinya? Berikut informasi lengkapnya.
Pengertian Qawaid Fiqhiyyah
Dalam buku Qawaid Fiqhiyyah Muamalah, Dr. H. Fathurrahman Azhari, M.H.I., menerangkan bahwa qawaid fiqhiyyah berasal dari dua kata, yaitu qawaid dan fiqhiyyah. Menurut bahasa, qawaid adalah bentuk jamak dari kata qaidah yang artinya asas, landasan, dasar atau fondasi sesuatu, baik yang sifatnya konkret maupun abstrak.
Sementara itu, fiqhiyyah berasal dari kata fiqh yang ditambahkan dengan ya nisbah sebagai penjenisan atau penyandaran suatu kata. Fiqh sendiri memiliki arti pengetahuan atau pemahaman.
Dengan demikian, qawaid fiqhiyyah menurut etimologinya diartikan sebagai aturan yang sudah pasti, patokan, atau dasar-dasar bagi fiqh. Hal ini berbeda dengan qawaid ushuliyyah.
Perbedaan yang mendasar, qawaid ushuliyyah membahas dalil-dalil syar’iyyah yang sifatnya umum, sedangkan qawaid fiqhiyyah membahas kaidah-kaidah pembahasannya tentang hukum yang bersifat umum. Meski berbeda keduanya bisa juga bercampur.
Misalnya, ada orang yang berniat dengan kata-kata yang jelas ‘memberi’ suatu barang dengan syarat adanya pembayaran. Maka kemungkinannya dua, mungkin saja memberi sebagai hadiah atau bisa juga jual-beli.
Contoh ini bisa diartikan sebagai qaidah ushuliyyah apabila ditafsirkan sebagai cara mujtahid (orang yang memiliki kemampuan melakukan ijtihad), sehingga hukumnya jual beli karena adanya pembayaran.
Namun, bisa juga qaidah fiqhiyyah kalau ditafsirkan sebagai perbuatan mukallaf, yaitu pembayaran sebagai pengganti pemberian atau hadiah.
Tujuan dan Manfaat Mempelajari Qaqaid Fiqhiyyah
Mempelajari qawaid fiqhiyyah ada tujuan dan manfaatnya. Tujuan mempelajari qawaid fiqhiyyah, yaitu agar dapat mengetahui prinsip-prinsip umum fiqh dan mampu mengetahui pokok masalah dalam fiqh untuk mendapatkan titik temu dari permasalahan tersebut.
Dengan tujuan tersebut, seorang yang mempelajari qawaid fiqhiyyah akan mendapat manfaat. Berikut di antaranya manfaat yang akan didapatkan:
Lebih mudah menetapkan hukum Islam dari masalah yang dihadapi
Lebih bijaksana dalam menerapkan materi-materi hukum dalam waktu, tempat, keadaan dan adat yang berbeda
Mempermudah menguasai materi hokum
Mendidik orang yang berbakat fiqh dalam melakukan analogi (ilhaq) dan takhrij untuk memahami permasalahan-permasalahan baru
Mempermudah orang yang berbakat fiqh memahami bagian-bagian dalam hukum dengan mengeluarkannya dari tempatnya.
(NSA)
Frequently Asked Question Section
Apa arti qawaid fiqhiyyah?

Apa arti qawaid fiqhiyyah?
Qawaid fiqhiyyah menurut etimologinya berarti aturan yang sudah pasti, patokan, atau dasar-dasar bagi fiqh.
Apa perbedaan mendasar antara qawaid fiqhiyyah dan qawaid ushuliyyah?

Apa perbedaan mendasar antara qawaid fiqhiyyah dan qawaid ushuliyyah?
Perbedaan mendasar dari keduanya adalah qawaid ushuliyyah membahas dalil-dalil syar’iyyah yang sifatnya umum, sedangkan qawaid fiqhiyyah membahas kaidah-kaidah pembahasannya tentang hukum yang bersifat umum.
Apa salah satu manfaat mempelajari qawaid fiqhiyyah?

Apa salah satu manfaat mempelajari qawaid fiqhiyyah?
Seseorang akan lebih mudah menetapkan hukum Islam dari masalah yang dihadapi.
