Konten dari Pengguna

Ragam Tradisi Hari Kartini di Kota Rembang

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sosok Kartini. Sumber: Finansialku.
zoom-in-whitePerbesar
Sosok Kartini. Sumber: Finansialku.

Ada banyak cara untuk mengenang sosok Raden Adjeng Kartini yang dikenal sebagai tokoh emansipasi dan pergerakan wanita Indonesia. Mulai dari implementasi semangat juangnya hingga membaca kembali sejarah hidup dari sosok wanita priyayi yang berjiwa nasionalis ini.

Rembang sebagai kota jejak terakhir kisah hidup Kartini mempunyai cara tersendiri untuk mengenang jasa-jasanya. Kota Rembang secara rutin mengadakan beberapa tradisi tahunan sebagai bentuk syukur serta penjagaan nilai-nilai yang dibawa oleh Kartini.

Berikut ini beberapa tradisi Hari Kartini di Kota Rembang:

Kirab Pataka

Pataka, panji berisi kata mutiara Kartini. Sumber: RembangKab.

Pataka adalah dua buah bendera berwarna hijau berisikan kata-kata mutiara dari Kartini. Dua bendera atau panji tersebut disimpan di dalam Museum Kartini dan dikirab (diarak) setiap tanggal 20 April menuju makam Kartini di Desa Bulu Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang.

Prosesi pengiringan bendara ini pun terasa semarak sekaligus sakral. Sebab, setiap tahunnya momen Kirab Pataka akan diantar menggunakan kereta kencana bersamaan dengan rombongan berbagai elemen masyarakat. Hal ini dilakukan untuk senantiasa mengingat dan mengenang jasa pahlawan nasional yang memajukan harkat wanita Indonesia.

Upacara Kartinian

Tarian tradisional Kota Rembang di acara puncak Hari Kartini. Sumber: PemprovJateng.

Bila biasanya upacara bendera pada suatu kegiatan akan penuh diisi oleh paskibra beranggotakan laki-laki, maka berbeda dengan upacara Kartinian. Seluruh anggota petugas dan pasukan upacara akan dilaksanakan oleh kaum wanita.

Biasanya, istri dari Bupati Kabupaten Rembang yang akan memimpin acara ini. Pada pelaksanaannya, ada beragam sambutan dan orasi kebangsaan untuk mengenang perjuangan Kartini.

Parade Lampion

Parade lampion Kota Rembang. Sumber: RadioIdolaSemarang.

Masyarakat Rembang tidak mau ketinggalan dalam perayaan tradisi Hari Kartini setiap tahunnya. Salah satu caranya adalah dengan mengadakan parade lampion di jalanan kota.

Menurut warga sekitar hal ini dilakukan untuk mengenang Kartini secara simbolik. Di mana pada salah satu karyanya Kartini menuliskan Habis Gelap, Terbitlah Terang maka warga Kota Rembang ingin menerangi kotanya dengan beragam hiasan lampion tersebut.

Ziarah Makam Kartini

Makam RA. Kartini. Sumber: WisataDieng.

Ratusan hingga ribuan peziarah akan memadati makam Kartini pada setiap perayaan Hari Kartini. Didominasi oleh pengajian ibu-ibu dan kaum wanita, peziarah mengakui bahwa dengan mengunjungi makam Kartini bisa meningkatkan semangat dalam dirinya untuk ikut memajukan bangsa Indonesia.

Bahkan peziarah bisa datang dari berbagai daerah di luar Rembang. Menurut pengurus makam, lonjakan pengunjung bisa mencapai 10x lipat saat Hari Kartini.

Kartini Fair dan Perlombaan

Kartini Fair di Museum Kartini, Kota Rembang. Sumber: nufmRembang.

Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rembang rutin setiap tahunnya mengadakan perlombaan di Museum Kartini. Tanggal perlombaan sengaja disesuaikan pada perayaan Hari Kartini sebagai ajang eksistensi kaum hawa yang kerap dikucilkan.

Pada acara ini, perempuan dari segala kalangan baik umur atau pekerjaan akan berkumpul. Semuanya menyatu dan bersaing memenangkan beberapa lomba di antaranya karawitan putri, lomba tari gambyong, dolanan anak, dan lomba membaca riwayat Kartini.

(FZN)