Konten dari Pengguna

Ramadan 2026 Berapa Hijriah? Ini Jawaban dan Prediksi Awal Puasa

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ramadan 2026 berapa Hijriah. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ramadan 2026 berapa Hijriah. Foto: Unsplash.

Ramadan adalah bulan penuh berkah dan ampunan yang paling dinantikan seluruh umat Islam di dunia. Namun, banyak umat Islam yang masih bingung kapan Ramadan dimulai karena perbedaan kalender Masehi dan Hijriah.

Menurut buku Be Moslem Scientist (2018) oleh Muslim Iqbal Romadhoni dan Iis Haryati, perhitungan kalender Masehi didasarkan pada peredaran planet bumi mengelilingi matahari, sedangkan kalender Hijriah didasarkan pada peredaran bulan mengelilingi bumi. Oleh karena itu, jumlah hari dalam setahun kalender Hijriah lebih sedikit 10-12 hari dibandingkan kalender Masehi.

Lantas, Ramadan 2026 berapa Hijriah? Simak jawabannya dan informasi lengkap mengenai perkiraan awal puasa 2026 berikut ini!

Ramadan 2026 Berapa Hijriah?

Ilustrasi Ramadan 2026 berapa Hijriah. Foto: Unsplash.

Ramadan 2026 bertepatan dengan tahun 1447 Hijriah. Lalu, kapan tepatnya 1 Ramadan 1447 H atau awal puasa Ramadan dimulai?

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa penetapan awal Ramadan di Indonesia dilakukan dengan dua metode, yaitu perhitungan astronomi (hisab) dan pengamatan hilal (rukyat). Berikut adalah prediksi awal puasa Ramadan 1447 H dari berbagai pihak:

1. Kementerian Agama RI

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang dirilis oleh Kementerian Agama, 1 Ramadan 1447 H diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Prediksi ini menggunakan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Namun, penetapan resmi awal puasa tetap akan menunggu hasil Sidang Isbat yang dijadwalkan pada Selasa, 17 Februari 2026, di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Sidang ini akan dipimpin oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan dihadiri oleh berbagai pihak, seperti ormas Islam, ahli falak, BMKG, dan perwakilan negara-negara Islam.

2. Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini berdasarkan metode hisab hakiki dengan menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Berbeda dengan pemerintah yang menggabungkan hisab dan rukyat, Muhammadiyah menggunakan perhitungan astronomi murni tanpa menunggu pengamatan hilal langsung.

3. Nahdlatul Ulama (NU)

Nahdlatul Ulama mengikuti keputusan pemerintah dalam penetapan awal Ramadan. NU menggunakan metode rukyatul hilal bil fi'li atau pengamatan hilal langsung.

Berdasarkan Almanak 2026 yang dikeluarkan Lembaga Falakiyah PCNU Kabupaten Bojonegoro, 1 Ramadan 1447 H diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, sama dengan prediksi pemerintah.

Lembaga Falakiyah PBNU akan melakukan pemantauan hilal pada sore hari tanggal 17 Februari 2026. Ketetapan akhir akan diumumkan setelah pemantauan hilal dan sidang isbat.

Prediksi Idul Fitri 2026

Ilustrasi Ramadan 2026 berapa Hijriah. Foto: Unsplash.

Jika didasarkan pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 dan SKB Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama, Idul Fitri 1447 H diprediksi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Namun, kepastian tanggal tetap menunggu hasil Sidang Isbat yang digelar pada akhir Ramadan, tepatnya pada 29 Ramadan 1447 H.

Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria MABIMS, maka Idul Fitri akan ditetapkan pada esok harinya.

Di lain pihak, Muhammadiyah melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 02/MLM/I.0/E/2025 menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

(FHK)

Baca juga: 11 Ide Jualan Ramadhan 2026 yang Laris dan Mudah Dimulai dengan Modal Kecil