Rancangan Stimulasi Kegiatan Circle Time dengan 1 Tema Harian

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegiatan circle time merupakan salah satu metode pembelajaran yang umum diterapkan di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Metode ini dirancang untuk membangun rasa kebersamaan dan melatih kemampuan sosial anak sejak dini.
Rancangan stimulasi kegiatan circle time dengan mengangkat 1 tema dalam kegiatan harian perlu disusun matang agar tujuan pembelajaran tercapai. Jika butuh referensi, simak contoh rancangan beserta tahap perkembangan yang diharapkan tercapai selengkapnya berikut ini!
Apa itu Kegiatan Circle Time?
Circle time adalah kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok dalam formasi melingkar atau berbaris, kemudian guru memandu anak-anak untuk berinteraksi, bernyanyi, bercerita, dan berdiskusi bersama. Kegiatan ini dirancang untuk menstimulasi berbagai aspek perkembangan anak.
Dikutip dari buku Pengelolaan Kegiatan Pengembangan Anak Usia Dini oleh Asmawati (2023), circle time berfungsi sebagai jembatan komunikasi antar anak sekaligus wadah untuk mengembangkan keterampilan sosial. Melalui kegiatan ini, anak belajar mengemukakan pendapat, mendengarkan orang lain, dan bersikap lapang dada ketika pendapatnya tidak diterima oleh kelompok.
Rancangan Stimulasi Kegiatan Circle Time dengan Mengangkat 1 Tema dalam Kegiatan Harian
Bersumber dari unggahan Scribd berjudul Rancangan Kegiatan Circle Time PAUD oleh Dewi Putri Bakara, berikut contoh rancangan kegiatan circle time untuk kelompok TK B dengan tema Budaya Indonesia.
Persiapan Sebelum Kegiatan
Sebelum kegiatan dimulai, ada beberapa hal yang perlu disiapkan oleh guru, di antaranya:
Koordinasi dengan orang tua agar anak mengenakan pakaian bernuansa merah putih.
Menyiapkan bendera merah putih sebagai properti kegiatan.
Menyiapkan video tentang budaya Indonesia yang mencakup suku, pakaian tradisional, makanan tradisional, rumah adat, dan senjata tradisional.
Menyiapkan peralatan permainan, seperti cup plastik yang diikat dengan pita untuk digunakan di kepala anak.
Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan dibuka dengan membariskan anak sesuai kelas dan tinggi badan, anak yang lebih pendek berbaris di depan agar tidak terhalangi. Guru menyapa seluruh peserta, kemudian memandu doa bersama sebelum kegiatan dimulai.
Setelah doa, guru mengajak anak menyanyikan lagu nasional seperti Dari Sabang Sampai Merauke dan Aku Anak Indonesia menggunakan tayangan video di layar besar. Selanjutnya, guru memutarkan video edukatif tentang keberagaman budaya Indonesia dan mengajak anak berdiskusi ringan mengenai suku asal mereka masing-masing.
Rangkaian Aktivitas Inti
Aktivitas inti dalam kegiatan circle time bertema Budaya Indonesia ini terdiri dari tiga sesi sebagai berikut:
Gerak dan lagu: Anak diajak mempraktikkan gerakan tari tradisional Batak Toba, yaitu Sinanggartullo, mengikuti irama musik dari video.
Sajak bersama: Guru memandu anak melafalkan sajak bertema kebangsaan secara serempak untuk melatih kemampuan berbahasa.
Permainan kelompok: Anak bermain memindahkan bola menggunakan cup plastik yang dipasang di kepala, melatih koordinasi dan kerja sama tim.
Tahap Perkembangan yang Diharapkan Tercapai
Mengutip dari buku Pengelolaan Kegiatan Pengembangan Anak Usia Dini oleh Asmawati (2023), setiap kegiatan dalam circle time dirancang untuk menyentuh lebih dari satu aspek perkembangan anak. Berikut aspek-aspek yang disasar dalam kegiatan circle time bertema Budaya Indonesia di atas:
Perkembangan Bahasa dan Literasi: Anak dilatih menyimak penjelasan guru, mengikuti lirik lagu, mengucapkan sajak, serta bercakap-cakap dalam kelompok.
Perkembangan Kognitif dan Pengenalan Lingkungan: Melalui video budaya dan diskusi tentang suku, anak diharapkan mulai mengenal keberagaman yang ada di Indonesia.
Perkembangan Fisik Motorik: Kegiatan gerak dan lagu serta permainan memindahkan bola melatih kemampuan motorik kasar anak. Gerakan yang mengikuti irama musik juga membantu anak mengembangkan koordinasi tubuh.
Perkembangan Sosial dan Kepribadian: Anak belajar menunggu giliran, memperhatikan teman yang sedang berbicara, dan menghargai perbedaan pendapat. Nilai-nilai ini penting ditanamkan sejak usia dini sebagai bekal kemampuan bersosialisasi.
Perkembangan Kreativitas: Berekspresi dalam kegiatan menari, bernyanyi, dan bermain memberikan kesempatan kepada anak untuk menuangkan ide dengan cara yang bebas, tetapi tetap terarah.
(FHK)
Baca juga: Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Ilmu Pengetahuan
