Konten dari Pengguna

Rangkaian Doa Sebelum Baca Surat Yasin dan Sesudahnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi surat Yasin dalam Alquran. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi surat Yasin dalam Alquran. Foto: Pixabay

Surat Yasin merupakan surat ke-36 dalam Alquran yang terdiri dari 83 ayat dan termasuk golongan Makiyah. Di antara banyaknya surat dalam Alquran, surat Yasin menjadi salah satu yang memiliki keistimewaan luar biasa.

Disadur dari buku Merayakan Khilafiyah Menuai Rahmat Ilahiah terbitan LKIS Pelangi Aksara, surat Yasin berisi pokok-pokok keimanan, tanda–tanda kekuasaan Allah, hari kebangkitan, dan mengingatkan manusia tentang kematian.

Selain itu, surat ini juga memiliki banyak keutamaan dan manfaat bagi umat Islam yang mengamalkannya. Salah satu keutamaan membaca surat Yasin disebutkan dalam hadits riwayat Al-Tirmidzi dan Al-Darimi, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya segala sesuatu memiliki hati, dan sesungguhnya hati Alquran adalah Yasin, barangsiapa yang membacanya seakan ia membaca Alquran sepuluh kali.” (HR. Tirmidzi dan Al-Darimi)

Perlu diketahui, dalam membaca surat Yasin terdapat rangkaian bacaan untuk menyempurnakan amalan. Karenanya, umat Muslim dianjurkan untuk memanjatkan doa sebelum baca surat Yasin dan juga setelahnya. Seperti apa doanya? Simak ulasannya berikut ini.

Ilustrasi Alquran. Foto: Pixabay

Rangkaian Doa Sebelum Baca Surat Yasin

Berikut adalah susunan sebelum membaca surat Yasin yang terdiri atas pengantar surat dan surat Al-Fatihah yang telah disadur melalui laman NU Online:

1. Pengantar Al-Fatihah

اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وإِخْوَانِهِ مِنَ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْنَ وَالأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالعُلَمَاءِ العَامِلِيْنَ وَالمُصَنِّفِيْنَ المُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ المَلَائِكَةِ المُقَرَّبِيْنَ، ثُمَّ اِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ القُبُوْرِ مِنَ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَأَسَاتِذَةِ أَسَاتِذَتِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِمَنْ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

Ila hadrotin nabiyil musthofa Shollallahu 'alaihi wasallam, wa alihi wa ikhwanihi minalanbiyai walmursalina walauliyaai watsuhada washolihin washokhaabata watabiin wal’ulamai ‘aamiliina walmushonnifiinal mukhlishina wazamii’il malaa’ikatil muqarrobina, tsummailaa jamii’I ahlilqubuuri minalmuslimiina walmuslimati walmu’minina walmu’minaati minmasyaarikil ardhi ilaamaghaari bihaa barro haa wajahrihaa khushuu shon ilaa baa’ina waummahaatihna waajdaa di naa wa jaddaa tinaa wamasyaa yininaa wamasyat tikha masyayiniaa waasatidza tinaa wa asaatidzati asaatidzatinaa waliman ahsana ilaina waliman ajtama’naa hahunaa bisababihi stai’un lillaahi lahumulfatiha.

Artinya: “Untuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan saudaranya dari kalangan pada nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi'in, ulama al-amilin, ulama penulis yang ikhlas, semua malaikat Muqarrabin, kemudian semua ahli kubur Muslimin, Muslimat, Mukminin, Mukminat dari Timur ke Barat, baik di laut dan di darat, khususnya bapak kami, ibu kami, kakek kami, nenek kami, guru kami, pengajar dari guru kami, ustadz kami, pengajar ustadz kami, mereka yang telah berbuat baik kepada kami, dan bagi ahli kubur/arwah yang menjadi sebab kami berkumpul di sini. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah…”

2. Membaca Surat Alfatihah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِ يْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ. اَمِينْ

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terlontar. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kauanugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Semoga Kaukabulkan permohonan kami.”

Setelah kedua bacaan di atas, kemudian dilanjutkan membaca surat Yasin. Selesai membaca surat Yasin tidak langsung ditutup dengan kalimat shadaqallahul adzim. Dianjurkan untuk melafadzkan doa berikut yang dikutip melalui buku Surat Yaasiin dan Tahlil oleh Murodh Nurikhsan:

Ilustrasi membaca surat Yasin. Foto: Pixabay

3. Doa setelah membaca surat Yasin

Allahumma inna nastahfidzhuka wa nastaudi'uka diinana wa anfusanaa wa ahlanaa wa aulaadanaa wa amwaalanaa wa kulla syai'in a'thaitanaa. Allahummaj'alnaa wa iyyaa hum fii kanafika wa amaanika wa jiwaarika wa 'iyaadzika min kulli syaithaanim mariid wa jabbaarin' aniid wa dzii 'ainin wa dzii baghyin wa min syarri kulli dzii syarrin innaka 'alaa kulli syai'in qadiir. Allahumma jamilnaa bil'aafiyati was salaaati wa haqqiqnaa bit taqwaa wal istiqaamati wa a'idznaa min muujibaatin nadaamati innaka samii'ud du'aa'i. Allahummaghfirlanaa wa li waalidiina wa li aulaadinaa wa li masyaayikhinaa wa li ikhwaaniaa fiddiini wa li ashhaabinaa wa ahbaabinaa wa liman ahabbanaa fiika wa liman ahsana ilainaa wa lil mukminiina wal mukminaati wal musliminiina wal muslimaati ya rabbal 'aalamiin. Wasalallahumma ala abdika warasulika saiyadinaa wamaulanaa muhammadin wa ala lihi wasabihi wasallam. war zuqna kamalal mutaba'ati lahu dhohiron wa bathinan fi 'afiyatin wa salamatin birohmatika ya arhamar rohimina. Washollillahumma ‘alaa’abdika warosuulika muhammadinn wa’alaa alihii washohbihii wasallim.

Artinya: "“Ya Allah, kami mohon perlindungan-Mu atas agama, diri, keluarga, anak-anak, harta dan segala sesuatu yang telah Kau berikan kepada kami. Ya Allah, Jadikanlah kami selalu di bawah pengawasan, keamanan dan perlindungan-Mu dari godaan setan yang terkutuk, penguasa-penguasa yang keji dan orang-orang yang berbuat aniaya dan zalim dari segala sesuatu yang bersifat jahat, sesungguhnya Engkaulah penentu segala sesuatu. Ya Allah. Tetapkanlah diri kami dengan kesehatan dan keselamatan, yakinkanlah diri kami dengan takwa dan istiqamah, dan hindarkanlah kami dari penyebab-penyebab penyesalan, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar segala doa. Ya Allah , ampunillah segala dosa kami, kedua orang tua, anak-anak, nenek moyang, saudara dan sahabat-sahabat kami seagama, orang-orang yang kami cintai dan mereka yang mencintai dan berbuat baik kepada kami. Ya Allah, ampunilah juga dosa-dosa kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslihat. Ya Allah, limpahkanlah selalu kesempurnaan rezeki kepada kami dan tetapkanlah kami dalam keadaan sehat dan selamat atas rahmat-Mu. Ya Allah yang Paling Pemurah shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya."

(IMR)