Ras Melanesoid: Sejarah, Ciri-ciri, dan Peninggalan Budayanya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ras melanesoid merupakan kelompok atau golongan manusia yang berpenampilan hitam dan tersebar di wilayah timur Indonesia. Nama ras melanesoid berasal dari bahasa Yunani, yaitu “mela” yang artinya hitam dan “soid” yang artinya penampilan.
Umumnya jenis ras yang diketahui ada tiga, yaitu negroid, mongoloid, dan kaukasoid. Padahal masih ada ras lain, misalnya, ras Melanesoid yang merupakan subras dari ras negroid.
Bagi yang ingin mengetahui seputar ras melanesoid lebih jauh, silakan simak artikel ini sampai habis karena akan membahas pengertian ras, asal usul ras melanesoid, ciri, dan budayanya.
Apa yang Dimaksud dengan Ras?
Ras adalah sistem klasifikasi untuk mengategorikan manusia atau sekelompok penduduk suatu daerah yang memiliki ciri fisik dan etnis tertentu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ras adalah golongan bangsa yang diklasifikasikan berdasarkan ciri-ciri fisik.
Ras biasanya berhubungan dengan ciri khas suatu karakteristik fisik, misalnya, tekstur rambut dan warna kulit. Menurut buku Sosiologi Etnik dan Ras, ciri fisik ini berbeda antara satu penduduk dengan penduduk daerah lain.
Walaupun dilihat secara kekhasan biologisnya, ternyata ras tidak mempunyai dasar biologis. Pasalnya penggolongan ras merupakan klasifikasi yang lebih didasarkan pada konsep sosiologis daripada konsep biologis. Dalam bermasyarakat, ras digunakan semacam status sosial yang dijelaskan dari sudut pandang budaya.
Pengertian ras menurut para ahli
Adapun pengertian menurut beberapa para ahli ialah sebagai berikut:
Banton
Menurut Banton, ras merupakan ciri yang menunjukkan peran dan proporsi fisik yang dijadikan aturan untuk menunjukkan berbagai peran yang ada.
Ras bisa didefinisikan secara fisik dan sosial. Ras fisik mencakup kondisi fisik yang bisa dilihat dengan mata. Sedangkan sosial meliputi peran budaya yang sering dilakukan termasuk peran dan elemen kebiasaan.
Bruce J. Cohen
Menurut Bruce J. Cohen, ras merupakan kategori individu yang secara turun temurun memiliki ciri-ciri sama dalam hal fisik dan biologis tertentu.
Hortun dan Hunt
Menurut Hortun dan Hunt, ras adalah suatu kelompok manusia yang berbeda dengan kelompok-kelompok lainnya berdasarkan segi ciri-ciri fisik bawaan.
Alex Thio
Alex Thio menyimpulkan bahwa ras adalah sekelompok orang yang dianggap oleh masyarakat memiliki ciri-ciri biologis yang berbeda.
Grosse
Ras menurut Grosse, ras ialah suatu kelompok sosial manusia yang dipersatukan karena pewarisan sifat jasmani dan rohani yang serupa, sehingga dapat dibedakan dari perbedaan entitas.
Gill dan Gilbert
Menurut keduanya, ras merupakan ciri biologis manusia yang dapat menjelaskan sekelompok manusia yang dapat diklasifikasikan berdasarkan ciri fisik yang dihasilkan dalam reproduksi.
Dari Mana Asal Ras Melanesoid?
Disadur dari buku Sosiologi 2 terbitan Yudhistira Ghalia Indonesia, ras Melanesoid adalah bangsa yang berasal dari Kepulauan Melanesia. Ras melanesoid pertama kali datang ke wilayah Indonesia pada 70.000 SM.
Saat itu suhu turun sampai ke titik terdingin yang menyebabkan air laut membeku. Akhirnya bangsa Melanesoid bermigrasi dari Asia ke Oseania.
Tujuan mereka adalah Papua dan Benua Australia. Wilayah penyebarannya meliputi Papua, Papua Nugini, Bismarck, Solomon, New Caledonia, dan Venuatu.
Populasi Ras Melanesoid paling banyak ditemukan di Indonesia, yaitu sebanyak 70 persen di Papua. Sedangkan sisanya, 30 persen, tersebar di sekitar Papua dan Papua Nugini.
Apa Ciri-ciri Ras Melanesoid?
Ada beberapa ciri khas yang membedakan ras Melanesoid dengan ras lainnya. Dikutip dari buku Bedah Kisi-Kisi SPCP IPDN oleh Tim Litbang Psikolog Salemba, berikut ciri ras Melanesoid:
Mempunyai kulit dominan gelap atau hitam
Rambut hitam dan keriting
Mempunyai bibir yang tebal
Postur tubuh tegap
Cenderung tinggal di daerah rawa, sungai, lembah, danau, dan pantai
Hidung lebih lebar dan pesek
Mata pencahariannya berkebun, beternak, berburu, mengumpulkan hasil hutan
Mempunyai tinggi badan rata-rata 160-170 cm
Mempunyai pesta adat berupa emaida atau pesta mencari jodoh
Baca Juga: Ketahui Bentuk Muka dan Mata pada Ras Melanesoid
Budaya Ras Melanesoid
Ras melanesoid memiliki beberapa peninggalan budaya, yaitu:
Penduduk yang tinggal di daerah pantai atau kepulauan mempunyai rumah dengan ciri rumah panggung. Mata pencaharian mereka adalah menokok sagu dan menangkap ikan.
Penduduk yang tinggal di daerah sungai, rawa, danau, dan lembah umumnya bermata pencaharian dengan berburu dan mengumpulkan hasil hutan seperti umbi-umbian serta buah-buahan.
Penduduk daerah dataran tinggi memiliki mata pencaharian dengan berkebun dan berternak secara sederhana.
Pesta adat emaida atau pesta adat mencari jodoh. Pesta ini diadakan kapan saja, tergantung desa mana yang mengundang pemuda untuk mengawini wanita yang sudah memiliki suami.
Pesta adat yuwo, yaitu acara golongan orang kaya yang diadakan untuk memamerkan kekayaannya pada orang lain. Acara ini dilangsungkan dengan memotong babi atau ekina.
Pesta adat yibu, yaitu pesta adat dalam ikatan keluarga seperti ulang tahun, kelahiran anak, orang meninggal, dan pernikahan. Pesta ini diadakan di rumah adat atau rumah sendiri.
Nenek Moyang Ras Melanesoid di Indonesia
Nenek moyang dari Melanesoid, yaitu Proto Melanesoid atau dikenal dengan manusia Wajak. Proto Melanesoid tersebar di wilayah timur Indonesia dan menghuni wilayah di Papua.
Baca Juga: Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia hingga Jadi Ras Mongoloid
Saat itu manusia wajak hidup secara berkelompok di sepanjang muara-muara sungai. Mereka kerap menangkap ikan di sekitaran sungai. Proto Melanesoid diperkirakan juga sudah mulai meramu tumbuh-tumbuhan, akar-akaran, dan berburu di hutan belukar.
Contoh Ras Melanesoid di Indonesia
Ras Melanesoid di Indoneisa terbagi ke dalam beberapa suku, di antaranya ialah Suku Asmat, Suku Dani, dan Suku Korowai. Berikut penjabaran selengkapnya:
Suku Dani
Asal usul suku Dani, yaitu dari ras Melanesoid. Suku Dani ada di Kabupaten Jayawijaya dan tinggal di lembah Baliem. Suku ini terkenal dengan ciri khas mereka, yaitu menggunakan koteka yang digunakan untuk menutupi bagian tubuh bawah pria.
Suku Asmat
Suku Asmat yang mendiami dataran Papua juga ada yang berasal dari ras Melanesoid. Salah satu ciri khas dari suku Asmat adalah seni ukir yang bisa ditemukan dalam perkakas rumah tangga.
Suku Korowai
Suku selanjutnya yang berasal dari ras melanesoid, yaitu suku Korowai. Suku Karowai biasanya hidup berkelompok di sebelah selatan pegunungan Jayawijaya pada ketinggian rendah hingga sedang.
(MSD) dan (ZHR)
