Referensi Ceramah Singkat Bulan Rajab yang Penuh Hikmah

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam peringatan Isra Miraj yang diadakan setiap tahun di Indonesia, ceramah singkat bulan Rajab jadi agenda yang tidak terlewatkan. Tema ceramah yang diangkat biasanya berkaitan dengan keistimewaan bulan haram ini.
Umat Muslim akan diingatkan lagi betapa banyaknya amalan yang bisa dilakukan pada bulan Rajab, seperti salat, dzikir, hingga berpuasa. Selain itu, tema berkaitan lain yang bisa diangkat adalah hikmah Isra Miraj dan risalah salat wajib.
Tak ketinggalan, pembahasan mengenai Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha sebagai tempat suci umat Muslim juga kerap diangkat dalam ceramah singkat bulan Rajab.
Jika Anda mencari referensi teks ceramah untuk acara peringatan Isra Miraj, jangan lewatkan uraian di bawah ini.
Ceramah Singkat tentang Keistimewaan Bulan Rajab
Dikutip dari buku Kumpulan Ceramah dan Doa untuk Berbagai Acara oleh Gamal Komandoko, ini contoh ceramah singkat bulan Rajab.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Hadirin kaum Muslimin dan Muslimat yang dirahmati Allah Swt.
Segala puji bagi Allah Swt. Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad saw yang telah mengangkat manusia dari lembah kenistaan menuju tempat terang benderang dan diridhai Allah.
Semoga Allah melimpahkan keselamatan dan kesejahteraan kepada seluruh keluarga Rasulullah, sahabat, tabi'in, serta orang yang berpegang teguh pada Islam hingga akhir zaman. Semoga kita sekalian yang berada di masjid yang mulia ini tercurahkan pula keselamatan dan kesejahteraan. Amin Ya Allah Ya Rabbal 'Alamin.
Kaum Muslimin dan Muslimat yang dirahmati Allah Swt,
Bulan ini adalah bulan Rajab, salah satu bulan yang dimuliakan. Keistimewaan bulan Rajab disabdakan Rasulullah saw, "Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab. Airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa yang berpuasa sehari pada Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut."
Subhanallah, betapa istimewanya bulan di mana kita sekarang berada ini.
Pada bulan Rajab juga, berlangsung peristiwa Isra Miraj. Allah Swt memperjalankan Rasulullah saw dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha, kemudian diangkat ke Sidratal Muntaha dalam waktu satu malam.
Ketika mendengar berita ini, kaum kafir Quraisy menuduh Rasulullah berbohong. Namun, sahabat Rasulullah, Abu Bakar yang memiliki keimanan kuat memercayai peristiwa Isra Miraj sepenuh hati.
Menurut Abu Bakar, jika Rasulullah saw menyatakan seperti itu, maka seperti itu pula kenyataannya. Ia tidak ragu-ragu untuk membenarkannya. Karena peristiwa itulah, Abu Bakar diberi gelar ash-shiddiq yang berarti orang yang senantiasa membenarkan.
Begitu pula yang seharusnya kita lakukan dalam mengimani peristiwa Isra Miraj.
Kaum Muslimin dan Muslimat yang dirahmati Allah,
Salah satu hasil dari perjalanan Rasulullah saw adalah datangnya perintah shalat fardhu bagi seluruh kaum Muslimin. Shalat 5 kali dalam sehari.
Shalat merupakan tiang pokok Islam bagi seseorang. Rasulullah saw telah bersabda, "Shalat adalah tiang agama, maka siapa yang mendirikan shalat, berarti ia menegakkan agamanya, dan barangsiapa yang meninggalkannya, berarti ia merobohkan agamanya."
Kaum Muslimin dan Muslimat yang dirahmati Allah,
Demikian yang bisa saya sampaikan dalam kesempatan kali ini. Marilah kita tingkatkan iman dan takwa kita kepada Allah Swt dengan menjadikan hikmah di balik peristiwa Isra Miraj sebagai salah satu penguatnya.
Sesungguhnya kebenaran itu mutlak milik Allah Swt. Kekurangan dan kelemahan milik makhluk-Nya. Jika dalam ceramah ini terdapat kebenaran, semata-mata itu merupakan petunjuk dari Allah. Namun, jika terdapat kesalahan, itu timbul dari kekurangan saya.
Akhirul kalam, billahi taufiq wal hidayah.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Baca Juga: Keistimewaan Bulan Rajab dan Amalan yang Dapat Dikerjakan
Ceramah Singkat tentang Risalah Shalat dalam Peristiwa Isra Miraj
Ceramah di bawah ini berjudul "Isra Miraj dan Shalat", dikutip dari buku Tausiah Populer Tradisi Televisi Seputar Ibadah Amaliyah dan Akhlak oleh Didik Yulianto Al Paresi.
Setiap memasuki bulan Rajab, umat Islam antusias memperingati perjalanan monumental Rasulullah dari Mekkah ke Masjidil Aqsha di Palestina dan naiknya beliau ke langit dalam rangka menerima risalah shalat lima waktu.
Pada masa sekarang, fenomena keagamaan memang semarak yang ditandai dengan antusiasnya masyarakat mengikuti acara-acara berkaitan, seperti zikir bersama, tahajjud bersama, dan lainnya.
Hanya saja, pada saat fenomena keagaaman meningkat, ada fenomena lain yang tak kalah semarak, contohnya perjudian dan kemaksiatan lainnya. Semestinya, ketika fenomena keagamaan menggeliat, fenomena kemaksiatan menurun.
Ini merupakan pengaruh opini sekuler yang memarjinalkan peran agama dalam lingkup rumah ibadah saja. Padahal, selaku umat Islam semestinya menghayati firman Allah, "Sesungguhnya shalat dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar." (QS. Al-Ankabut: 45)
Melaksanakan shalat itu bukan semata-mata untuk memenuhi kewajiban, tapi untuk pencerahan jiwa. Bukankah Allah telah berfirman, "Hanya dengan berdzikir hati menjadi tenang?" Dan shalat sebagai bentuk dzikir semestinya berdampak kepada hal itu.
Oleh sebab itu, kesemarakan peringatan Isra Miraj pada bulan Rajab ini semestinya dijadikan evaluasi dalam melaksanakan perintah shalat. Apakah shalat yang dilakukan berdampak pada ketenangan jiwa dan mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
Jika shalat tidak berdampak seperti itu, kesemarakan peringatan Isra Miraj hanya akan melahirkan budaya konsumtif saja, sedangkan shalat sebagai media pencerahan jiwa diabaikan.
(DEL)
