Refleksi Diri Paradigma Berpikir dan Prinsip Coaching

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Paradigma berpikir dan prinsip coaching merupakan materi yang dipelajari Calon Guru Penggerak (CGP) dalam modul 2.3 Guru Penggerak. Di akhir pembelajaran, CGP akan diminta mengerjakan refleksi diri paradigma berpikir dan prinsip coaching.
Modul 2.3 Guru Penggerak membahas tentang coaching supervisi akademik untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dan interaksi dengan siswa maupun rekan kerja. CGP akan diminta mengerjakan sejumlah tugas untuk menguji pemahaman tentang CGP, salah satunya dengan mengisi lembar refleksi diri yang berisi sejumlah pertanyaan.
Paradigma Berpikir dan Prinsip Coaching
Paradigma berpikir dalam coaching dapat diartikan sebagai kerangka berpikir atau cara pandang CGP terhadap proses coaching. Dikutip dari laman Sekolah Penggerak, ada empat paradigma berpikir yang perlu dikembangkan oleh CGP.
Fokus pada coachee atau rekan yang akan dikembangkan
Bersikap terbuka dan ingin tahu
Memiliki kesadaran diri yang kuat
Mampu melihat peluang baru dan masa depan
Selain memahami paradigma berpikir, CGP juga perlu menerapkan prinsip coaching untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan membantu rekan sejawat mengembangkan kompetensinya. Berikut ini tiga prinsip coaching yang dapat diterapkan oleh Guru Penggerak:
1. Kemitraan
Hubungan coach dan coachee adalah mitra yang kedudukannya setara. Artinya, coach merupakan rekan diskusi untuk membantu coachee belajar secara mandiri.
2. Proses Kreatif
Prinsip coaching yang paling penting adalah proses kreatif. Tujuan coaching adalah mengantarkan coachee ke tujuan yang ingin dicapai. Nah, coach bertanggung jawab untuk membantu coachee dalam menemukan cara atau strategi terbaik dalam mewujudkan impiannya.
3. Memaksimalkan Potensi
Coach dituntut untuk bisa memahami coachee dengan baik agar bisa membantu mereka memaksimalkan potensi yang dimilikinya. Cara memaksimalkan potensi siswa atau rekan sejawat dapat dilakukan dengan diskusi yang diakhiri dengan rencana tindak lanjut.
Contoh Refleksi Diri Paradigma Berpikir dan Prinsip Coaching
Berikut ini tugas Refleksi Diri Paradigma Berpikir dan Prinsip Coaching Modul 2.3 Guru Penggerak dan jawabannya yang dikutip dari situs Kemendikbud:
Dalam kehidupan sehari-hari, kemungkinan besar Bapak/Ibu sudah memiliki paradigma berpikir coaching dan memegang prinsip coaching dalam berkomunikasi dengan siapa saja. Mari kita lakukan refleksi diri sehubungan dengan paradigma berpikir coaching dan prinsip dengan menjawab pertanyaan berikut ini:
1. Di antara paradigma berpikir dan prinsip coaching di bawah ini, manakah yang sudah Anda miliki?
Jawaban:
Paradigma yang sudah saya miliki adalah fokus pada coachee/rekan yang akan dikembangkan, bersikap terbuka dan ingin tahu, memiliki kesadaran diri yang kuat. Adapun prinsip coaching yang sudah saya miliki adalah kemitraan, proses kreatif, dan memaksimalkan potensi.
2. Skala 1-10, jika 10 sudah dimiliki dan diterapkan setiap hari, 1 belum dimiliki, ada di angka berapakah Anda?
Jawaban:
Paradigma Berpikir:
Fokus pada coachee/rekan yang akan dikembangkan 8
Bersikap terbuka dan ingin tahu 8
Memiliki kesadaran diri yang kuat 7
Prinsip Coaching:
Kemitraan 8
Proses kreatif 8
Memaksimalkan potensi 9
3. Di akhir Program Guru Penggerak, Anda ingin meningkatkannya ke angka berapa?
Paradigma Berpikir:
Fokus pada coachee/rekan yang akan dikembangkan 9
Bersikap terbuka dan ingin tahu 9
Memiliki kesadaran diri yang kuat 9.
Prinsip Coaching:
Kemitraan 9
Proses kreatif 9
Memaksimalkan potensi 10
4. Apa yang akan Anda lakukan untuk meningkatkan angka tersebut?
Jawaban: Dalam mencapai tujuan tersebut, saya akan berusaha untuk:
Menggunakan platform Pembelajaran Mandiri dan Mengajar (PMM) untuk mempelajari paradigma dan prinsip coaching secara lebih mendalam.
Menerima masukan dan saran dari mereka untuk perbaikan dan pengembangan diri.
Melakukan diskusi rutin dengan kepala sekolah atau mentor yang sudah berpengalaman di bidang coaching.
(GLW)
