Rekrutmen TNI AD 2026 Gelombang II Dibuka, Ini Syaratnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

TNI Angkatan Darat kembali membuka kesempatan bagi pemuda Indonesia untuk berkontribusi sebagai prajurit lewat Rekrutmen TNI AD 2026 Gelombang II. Seleksi ini dibuka untuk dua jalur, yakni Bintara dan Tamtama Prajurit Karir (PK).
Pendaftaran online untuk kedua jalur tersebut telah dimulai sejak 20 April 2026 melalui laman resmi ad.rekrutmen-tni.mil.id. Jika berniat untuk mendaftar, simak syarat dan alur pendaftaran selengkapnya berikut ini!
2 Jalur Rekrutmen TNI AD 2026
Mengutip laman resmi rekrutmen TNI AD, dua jalur penerimaan memiliki jadwal pembukaan pendidikan yang berbeda, yaitu:
Tamtama PK TNI AD
Jadwal pendidikan Tamtama PK TNI AD dijadwalkan pada 16 Juli 2026. Berikut ketentuan dasarnya:
Usia minimal 17 tahun 10 bulan dan maksimal 24 tahun 0 bulan saat pendidikan dibuka.
Tinggi badan minimal 158 cm dengan berat badan seimbang.
Pendidikan minimal SMA/MA/SMK atau sederajat.
Validasi/daftar ulang pendaftaran dimulai 2 Mei 2026.
Bintara PK TNI AD
Pendidikan Bintara PK TNI AD dijadwalkan pada 17 Juni 2026. Ketentuan dasarnya yaitu:
Usia minimal 17 tahun 10 bulan dan maksimal 24 tahun 0 bulan saat pendidikan dibuka.
Tinggi badan minimal 163 cm dengan berat badan seimbang.
Pendidikan minimal SMA/MA/SMK atau sederajat dengan syarat nilai tertentu.
Lulusan SMA tahun 2023 hingga 2026 wajib memiliki rata-rata nilai rapor minimal 70 dari tiga mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.
Validasi/daftar ulang pendaftaran dimulai 27 April 2026.
Syarat Umum yang Wajib Dipenuhi Pendaftar
Dikutip dari informasi di laman rekrutmen TNI AD, berikut adalah syarat umum yang berlaku untuk kedua jalur pendaftaran tersebut:
Calon prajurit harus berstatus Warga Negara Indonesia, berjenis kelamin pria, belum pernah menikah, serta bukan anggota atau mantan prajurit TNI/Polri maupun PNS TNI.
Sehat jasmani dan rohani serta tidak menggunakan kacamata.
Tidak memiliki catatan kriminal dari Kepolisian RI.
Tidak bertato atau bertindik, termasuk bekas tato dan bekas tindik.
Memiliki kartu BPJS Kesehatan atau KIS yang masih aktif.
Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) minimal 10 tahun.
Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia dalam kecabangan manapun di TNI AD.
Calon yang memiliki prestasi tingkat nasional, seperti juara 1, 2, atau 3 dalam bidang tertentu, diperbolehkan menyertakan sertifikat atau piagam sebagai nilai tambah dalam proses seleksi.
Alur Pendaftaran
Proses pendaftaran terbagi ke dalam beberapa tahapan. Berikut adalah rinciannya seperti yang dijelaskan dalam laman resmi rekrutmen TNI AD.
Mengisi formulir pendaftaran online di laman resmi ad.rekrutmen-tni.mil.id.
Mengunggah dokumen yang diperlukan, yaitu foto KTP, ijazah terakhir, dan akta lahir.
Mencetak formulir daftar, blanko dinas, blanko Rikmin, dan blanko riwayat hidup.
Datang langsung ke Ajendam atau Ajenrem setempat dengan membawa formulir daftar online sesegera mungkin.
Lakukan pengukuran tinggi dan berat badan serta pemeriksaan tato dan tindik di lokasi.
Calon yang memenuhi syarat fisik akan divalidasi secara resmi sebagai peserta seleksi.
Peserta akan menerima penjelasan dari panitia mengenai cara pengisian blanko dan tahapan seleksi berikutnya.
Seluruh proses seleksi bersifat gratis atau tanpa pungutan biaya dalam bentuk apa pun. Calon peserta diminta waspada terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan dengan besaran imbalan tertentu.
Kuota pendaftar juga bisa habis sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Karena itu, disarankan untuk segera mendaftar dan memantau informasi terbaru melalui akun TikTok @panpustniad.
(FHK)
Baca juga: Pendaftaran Pelatihan Pendidikan Inklusif Tingkat Dasar Dibuka, Ini Informasinya
