Konten dari Pengguna

Renungan Harian Katolik 6 Mei 2026 Lengkap dengan Bacaan Injil

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi renungan harian Katolik. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi renungan harian Katolik. Foto: Pexels

Renungan harian Katolik merupakan waktu khusus bagi umat untuk membaca dan merenungkan Sabda Tuhan setiap harinya. Praktik ini dikenal dalam Gereja sebagai lectio divina, yaitu cara mendalami Kitab Suci melalui membaca, merenung, dan berdoa secara terarah.

Dengan rutinitas ini, umat belajar menerapkan ajaran Kristus dalam sikap, keputusan, dan tindakan sehari-hari sehingga nilai-nilai Injil tercermin dalam kehidupan mereka. Nah, berikut adalah deretan ayat Alkitab yang bisa dijadikan sebagai renungan harian Katolik 6 Mei 2026.

Renungan Harian Katolik 6 Mei 2026

Ilustrasi renungan harian Katolik 6 Mei 2026. Foto: Unsplash

Dalam kalender liturgi Gereja Katolik, Rabu, 6 Mei 2026, termasuk Hari Biasa Pekan V Paskah dengan warna liturgi putih. Dirangkum dari laman catholicgallery.org, berikut renungan harian Katolik tanggal 6 Mei 2026 beserta bacaan Injilnya.

Bacaan I: Kis. 15:1–6

  • 15:1 Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: "Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan."

  • 15:2 Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu.

  • 15:3 Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceritakan tentang pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ.

  • 15:4 Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul dan penatua-penatua, lalu mereka menceritakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka.

  • 15:5 Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: "Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa."

  • 15:6 Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 122:1–2, 3–4ab, 4cd–5

  • Mzm 122:1 Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN."

  • Mzm 122:2 Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.

  • Mzm 122:3 Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,

  • Mzm 122:4 ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.

  • Mzm 122:4 ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.

  • Mzm 122:5 Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud.

Bacaan Injil: Yohanes 15:1–8

  • 15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

  • 15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

  • 15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

  • 15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

  • 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

  • 15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

  • 15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

  • 15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Renungan: Berbuah dalam Kesatuan dengan Pokok Anggur

Dalam ajaran Katolik, dikenal adanya kesatuan rohani antara Kristus dan Gereja yang sering disebut sebagai persekutuan para kudus. Perumpamaan Pokok Anggur yang Benar dalam Yohanes 15:1-8 menggambarkan relasi itu dengan jelas, di mana Yesus menjadi sumber kehidupan dan kita adalah ranting yang dipanggil untuk tetap tinggal di dalam-Nya.

Sebagai Pengusaha kebun anggur, Bapa melakukan dua hal: memotong ranting yang tidak berbuah dan memangkas yang berbuah agar semakin subur. Proses ini dalam hidup iman kerap terasa berat, entah melalui kegagalan, penderitaan, atau pengorbanan, tetapi semua itu bertujuan memurnikan hati supaya menghasilkan buah yang lebih banyak.

Yesus menegaskan, “Di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Sabda ini mengingatkan bahwa segala kebaikan bersumber dari rahmat Allah, sehingga relasi dengan Kristus melalui doa, sakramen, dan permenungan Firman menjadi dasar utama kehidupan rohani.

Berbuah sebagai murid Kristus berarti menghadirkan kasih dan kebajikan dalam keseharian, bukan sekadar meraih keberhasilan duniawi. Ketika kita tinggal dalam Dia, hidup kita pun selaras dengan kehendak-Nya dan menjadi tanda kemuliaan bagi Bapa.

Hari ini, marilah menilai kembali apakah kita sungguh melekat pada Sang Pokok Anggur atau berjalan dengan kekuatan sendiri. Tugas kita bukan menciptakan buah, melainkan setia tinggal dalam Kristus agar rahmat-Nya menumbuhkan kebajikan yang kekal.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, Engkaulah Pokok Anggur yang Benar dan kami adalah ranting-ranting-Mu. Terima kasih atas rahmat kehidupan yang senantiasa Engkau alirkan bagi kami. Ampunilah kami jika terkadang kami merasa mampu hidup tanpa-Mu. Mampukanlah kami untuk tetap tinggal di dalam kasih-Mu, dan berilah kami kerendahan hati saat Bapa memangkas ego kami agar kami dapat berbuah lebih lebat. Semoga hidup kami senantiasa memuliakan Bapa dan menjadi saluran berkat bagi sesama. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

Baca juga: Contoh Teks Misa untuk Renungan Katolik Malam Paskah dari Alkitab

(RK)