Resep Jiaozi, Dumpling Khas Tiongkok yang Bisa Disajikan Saat Imlek

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada banyak jenis kudapan yang biasa disajikan dalam perayaan Imlek, salah satunya adalah Jiaozi. Kudapan ini sekilas mirip seperti Gyoza, makanan khas Jepang. Namun, Jiaozi memiliki tekstur kulit yang lebih tebal.
Mengutip buku IAsik Ngobrol dan Jalan-jalan di Korea susunan Aisya Fadhila (2009), biasanya jiaozi diisi dengan daging babi, udang, dan sayuran yang telah dicincang. Kemudian, isian tersebut dibungkus dalam lembaran tepung yang mirip seperti pangsit.
Jiaozi dimasak dengan dua teknik khusus. Pertama, teknik pan seared yang mirip seperti menggoreng untuk mematangkan kulit luarnya dan menghasilkan sensasi “crispy” ketika disantap. Kemudian, teknik kukus untuk mematangkan isian Jiaozi.
Jiaozi biasanya dihidangkan dengan saus pangsit atau chilli oil. Bagi yang ingin menghidangkannya saat Imlek, simak resep Jiaozi selengkapnya dalam artikel berikut.
Resep Jiaozi untuk Hidangan Imlek
Jika menilik sejarahnya, ternyata kudapan Jiaozi sudah ada sejak lama. Para peneliti pernah menemukan Jiaozi dalam keadaan kering yang tertinggal dalam guci yang ditemukan dari makam asal Dinasti Tang di Dunhuang.
Sejak lama pula, Jiaozi dijadikan sebagai hidangan spesial dalam perayaan Imlek. Konon, bentuk Jiaozi ini mirip seperti uang Tiongkok pada zaman dulu. Itu mengapa, Jiaozi dimaknai sebagai kudapan yang dapat membawa harapan dan rezeki di tahun yang akan datang.
Resep Jiaozi untuk Perayaan Imlek
Sebenarnya membuat Jiaozi cukup mudah. Dikutip dari laman Red House Spice, berikut tahapannya yang bisa Anda ikuti:
Bahan-bahan
- Adonan:
- 3 cangkir tepung serbaguna
- 1/4 sdt garam
- 1 1/4 gelas air dingin
- Isian:
- 100 gram daging babi giling
- 1 sdm kecap
- 1 sdt garam
- 1 sdt anggur beras Cina atau sherry kering
- 1/4 sendok teh lada putih yang baru digiling
- 3 sendok makan minyak wijen
- 1/2 daun bawang ukuran sedang, cincang halus
- 1 1/2 cangkir kubis yang diparut halus
- 1/4 cangkir rebung yang diparut
- 1 sdm jahe segar cincang
- 1 siung bawang putih, cincang
- Untuk memasak pangsit:
- 1 gelas air dingin , dibagi
- 3 sdm minyak untuk menggoreng
- Untuk penyajian:
- 1 daun bawang ukuran sedang , iris tipis
- 1/2 cangkir saus pangsit
Langkah-langkah
- Masukkan tepung dan garam dalam mangkuk. Masukkan air dingin secara perlahan untuk membentuk adonan halus.
- Letakkan adonan di atas permukaan datar, lalu uleni hingga menjadi bola halus.
- Tutup adonan dan diamkan minimal 30 menit.
- Selagi adonan diistirahatkan, buatlah isian. Masukkan daging dalam mangkuk dan tambahkan kecap, garam, arak beras, dan merica. Aduk merata.
- Tambahkan sisa bahan isian lalu aduk rata sambil diaduk searah hingga adonan lengket.
- Uleni kembali adonan hingga membentuk bola halus.
- Bagi adonan menjadi 60 bagian, dengan berat masing-masing bagian sekitar 1/2 ons (15 gram). Gulung setiap bagian menjadi lingkaran dengan diameter sekitar 3 inci.
- Masukkan sekitar 1 sendok makan isian di tengah kulit.
- Basahi pinggiran pangsit dengan air.
- Jepit tepi pembungkus beberapa kali di sepanjang tepinya dan rapatkan untuk menutupnya.
- Selanjutnya, didihkan air dalam panci besar. Tambahkan separuh pangsit, aduk perlahan agar tidak saling menempel. Setelah air kembali mendidih, tambahkan 1/2 gelas air dingin dan tutup panci.
- Setelah air kembali mendidih, tambahkan lagi 1/2 cangkir air dingin dan tutup.
- Jika ingin digoreng, tambahkan 3 sendok makan minyak ke dalam penggorengan dan masak hingga agak keemasan. Kemudian, angkat pangsit.
- Tata pangsit di piring dan taburi daun bawang. Sajikan dengan saus di sampingnya.
(MSD)
