Resiprokal: Pengertian, Proses Pembentukan Kata, dan Contohnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Resiprokal adalah salah satu bentuk verba atau kata kerja dalam bahasa Indonesia. Bentuk resiprokal merupakan kata kerja yang mengandung arti berbalasan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), resiprokal artinya bersifat saling berbalasan (tentang kata kerja). Biasanya, resiprokal dicirikan menggunakan kata "saling" dengan kata ulang berimbuhan. Misalnya, saling menolong, saling mendahului, dan sebagainya.
Untuk mengetahui lebih jelas mengenai pengertian, proses pembentukan kata, dan contoh kalimat resiprokal, berikut ini adalah penjelasannya.
Pengertian Resiprokal adalah
Dalam kajian linguistik, resiprokal adalah jenis kata kerja yang maknanya bersangkutan dengan perbuatan timbal balik atau saling berbalasan, misalnya berkelahi, bertemu, dan sebagainya.
Mengutip buku Bahasa dan/atau Linguistik: Kajian Ilmiah tentang Bahasa dan Terapannya oleh Syamsul Rijal, verba resiprokal adalah kata kerja yang menyatakan perbuatan yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih secara berbalasan.
Contoh kata kerja resiprokal, antara lain berkelahi, bersentuhan, berpegangan, bermaaf-maafan, saling memberi, saling membenci, baku hantam, baku tembak, tolong- menolong, cubit-cubitan, dan lain sebagainya.
Perhatikan contoh kalimat berikut:
1. Amir dan Tono berkelahi di dekat persimpangan jalan desa.
Kalimat tersebut mengandung arti bahwa "Amir berkelahi dengan Tono" dan "Tono berkelahi dengan Amir". Jadi, kedua belah pihak sama-sama melakukan perbuatan saling berbalasan.
2. Bina dan Wulan bertemu di kampus.
Kalimat tersebut mengandung arti "Bina menemui Wulan di kampus" dan "Wulan menemui Bina di kampus", meskipun mungkin saja pertemuan itu tidak disengaja oleh keduanya. Jadi, hal itu berarti bahwa kedua belah pihak terlibat dalam perbuatan atau tindakan.
Proses Pembentukan Kata Kerja Resiprokal
Awal mula munculnya kata kerja resiprokal diperkirakan berasal dari upaya pemakai bahasa Indonesia awal untuk mengungkapkan suatu tindakan yang terjadi secara timbal balik atau berbalasan dengan menggunakan bentuk kebahasaan yang dipandang efektif.
Mengutip jurnal Mengenali Verba Resiprokal dalam Bahasa Indonesia oleh Ariyanto, proses pembentukan kata kerja resiprokal dapat digolongkan menjadi tiga kelompok, antara lain:
1. Proses Afiksasi
Afiksasi adalah proses pembubuhan afiks (imbuhan) pada bentuk dasar yang kemudian berubah menjadi bentuk turunan. Ada dua buah afiks yang berperan dalam proses ini, yaitu prefiks ber- dan konfiks ber-/-an.
a. Prefiks ber-
Pada prinsipnya, tidak semua bentuk dasar yang dilekati prefiks ber- akan berubah menjadi verba resiprokal. Namun, hanya bentuk dasar tertentu saja yang memiliki sifat resiprokal.
Contohnya:
Kata dasar kelahi mendapat prefiks ber- menjadi kata kerja resiprokal berkelahi.
Kata dasar debat mendapat prefiks ber- menjadi kata kerja resiprokal berdebat.
b. Konfiks ber-/-an
Konfiks ber-/-an adalah awalan ber- dan akhiran -an yang melekat pada kata secara bersama-sama. Dengan melekatnya konfiks ber-/-an, bentuk dasar yang awalnya berupa kata kerja, kata sifat, dan kata benda akan berubah menjadi kata kerja dengan sifat resiprokal.
Contohnya:
Kata kerja peluk mendapat konfiks ber-/-an menjadi kata kerja resiprokal berpelukan.
Kata sifat dekat mendapat konfiks ber-/-an menjadi kata kerja resiprokal berdekatan.
Kata benda pacar mendapat konfiks ber-/-an menjadi kata kerja resiprokal berpacaran.
Baca juga: 10 Contoh Kalimat Tanya dan Jawabannya dalam Bahasa Indonesia
2. Proses Afiksasi + Reduplikasi
Pembentukan kata kerja resiprokal yang melalui gabungan proses afiksasi dan reduplikasi dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok dengan rumusan sebagai berikut:
a. Model (D + R) + ber-/an)
Model ini terbentuk melalui proses afiksasi pada bentuk dasar dengan konfiks ber-/-an yang kemudian bentuk dasarnya direduplikasikan, maka muncul bentuk perulangan berkonfiks ber-/-an yang mengandung sifat resiprokal.
Keterangan:
D = bentuk dasar
R = proses reduplikasi
Contoh katanya:
pandang → berpandang → berpandang-pandangan
peluk → berpeluk → berpeluk-pelukan
sahut → bersahut → bersahut-sahutan
Contoh kalimatnya:
Betti, Sari, dan Dina berpeluk-pelukan kegirangan begitu mereka menemukan nama-nama mereka tercantum pada lembar pengumuman SNBP.
2. Model (D + (R + meN-))
Kata kerja resiprokal model ini terbentuk dari kata asal yang berupa kata kerja, kemudian proses pembentukannya berupa perulangan bentuk dasar yang diberi imbuhan prefiks meN-
Contoh katanya:
tolong → tolong-menolong
pukul → pukul-memukul
bantu → bantu-membantu
Contoh kalimatnya:
Kakak dan adik harus tolong-menolong.
3. Model (D + (R + meN-/-i))
Kata kerja resiprokal model ini diturunkan dari kata kerja transitif bersufiks -i yang dikombinasikan dengan prefiks meN-.
Contoh katanya:
menghormati → hormat menghormati
mendahului → dahulu-mendahului
menasihati → nasihat-menasihati
Contoh kalimatnya:
Isri dan suami harus nasihat-menasihati.
3. Proses Afiksasi + Saling
Kata kerja resiprokal juga dapat dibentuk dengan menggunakan kata "saling" di depan kata kerja transitif maupun kata kerja intransitif yang telah mendapatkan proses afiksasi.
Kata kerja transitif adalah kata kerja yang memerlukan objek untuk melengkapi kata kerja tersebut. Contohnya membantu, mencintai, dan sebagainya.
Sementara, kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak memerlukan objek setelah kata kerjanya. Contohnya, menyanyi, menari, dan sebagainya.
Contoh katanya:
saling membantu
saling mencintai
saling memperkenalkan
Contoh kalimatnya:
Tono dan Titi sudah lama saling mencintai.
(SFR)
