Konten dari Pengguna

Resiprokal: Pengertian, Proses Pembentukan Kata, dan Contohnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menulis kalimat resiprokal. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menulis kalimat resiprokal. Foto: Pexels

Resiprokal adalah salah satu bentuk verba atau kata kerja dalam bahasa Indonesia. Bentuk resiprokal merupakan kata kerja yang mengandung arti berbalasan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), resiprokal artinya bersifat saling berbalasan (tentang kata kerja). Biasanya, resiprokal dicirikan menggunakan kata "saling" dengan kata ulang berimbuhan. Misalnya, saling menolong, saling mendahului, dan sebagainya.

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai pengertian, proses pembentukan kata, dan contoh kalimat resiprokal, berikut ini adalah penjelasannya.

Pengertian Resiprokal adalah

Ilustrasi menulis kalimat resiprokal. Foto: Pexels

Dalam kajian linguistik, resiprokal adalah jenis kata kerja yang maknanya bersangkutan dengan perbuatan timbal balik atau saling berbalasan, misalnya berkelahi, bertemu, dan sebagainya.

Mengutip buku Bahasa dan/atau Linguistik: Kajian Ilmiah tentang Bahasa dan Terapannya oleh Syamsul Rijal, verba resiprokal adalah kata kerja yang menyatakan perbuatan yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih secara berbalasan.

Contoh kata kerja resiprokal, antara lain berkelahi, bersentuhan, berpegangan, bermaaf-maafan, saling memberi, saling membenci, baku hantam, baku tembak, tolong- menolong, cubit-cubitan, dan lain sebagainya.

Perhatikan contoh kalimat berikut:

1. Amir dan Tono berkelahi di dekat persimpangan jalan desa.

Kalimat tersebut mengandung arti bahwa "Amir berkelahi dengan Tono" dan "Tono berkelahi dengan Amir". Jadi, kedua belah pihak sama-sama melakukan perbuatan saling berbalasan.

2. Bina dan Wulan bertemu di kampus.

Kalimat tersebut mengandung arti "Bina menemui Wulan di kampus" dan "Wulan menemui Bina di kampus", meskipun mungkin saja pertemuan itu tidak disengaja oleh keduanya. Jadi, hal itu berarti bahwa kedua belah pihak terlibat dalam perbuatan atau tindakan.

Proses Pembentukan Kata Kerja Resiprokal

Ilustrasi menulis kalimat resiprokal. Foto: Pexels

Awal mula munculnya kata kerja resiprokal diperkirakan berasal dari upaya pemakai bahasa Indonesia awal untuk mengungkapkan suatu tindakan yang terjadi secara timbal balik atau berbalasan dengan menggunakan bentuk kebahasaan yang dipandang efektif.

Mengutip jurnal Mengenali Verba Resiprokal dalam Bahasa Indonesia oleh Ariyanto, proses pembentukan kata kerja resiprokal dapat digolongkan menjadi tiga kelompok, antara lain:

1. Proses Afiksasi

Ilustrasi menulis kalimat resiprokal dengan proses afiksasi. Foto: Pexels

Afiksasi adalah proses pembubuhan afiks (imbuhan) pada bentuk dasar yang kemudian berubah menjadi bentuk turunan. Ada dua buah afiks yang berperan dalam proses ini, yaitu prefiks ber- dan konfiks ber-/-an.

a. Prefiks ber-

Pada prinsipnya, tidak semua bentuk dasar yang dilekati prefiks ber- akan berubah menjadi verba resiprokal. Namun, hanya bentuk dasar tertentu saja yang memiliki sifat resiprokal.

Contohnya:

  • Kata dasar kelahi mendapat prefiks ber- menjadi kata kerja resiprokal berkelahi.

  • Kata dasar debat mendapat prefiks ber- menjadi kata kerja resiprokal berdebat.

b. Konfiks ber-/-an

Konfiks ber-/-an adalah awalan ber- dan akhiran -an yang melekat pada kata secara bersama-sama. Dengan melekatnya konfiks ber-/-an, bentuk dasar yang awalnya berupa kata kerja, kata sifat, dan kata benda akan berubah menjadi kata kerja dengan sifat resiprokal.

Contohnya:

  • Kata kerja peluk mendapat konfiks ber-/-an menjadi kata kerja resiprokal berpelukan.

  • Kata sifat dekat mendapat konfiks ber-/-an menjadi kata kerja resiprokal berdekatan.

  • Kata benda pacar mendapat konfiks ber-/-an menjadi kata kerja resiprokal berpacaran.

Baca juga: 10 Contoh Kalimat Tanya dan Jawabannya dalam Bahasa Indonesia

2. Proses Afiksasi + Reduplikasi

Ilustrasi menulis verba resiprokal dengan proses afiksasi dan reduplikasi. Foto: Pexels

Pembentukan kata kerja resiprokal yang melalui gabungan proses afiksasi dan reduplikasi dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok dengan rumusan sebagai berikut:

a. Model (D + R) + ber-/an)

Model ini terbentuk melalui proses afiksasi pada bentuk dasar dengan konfiks ber-/-an yang kemudian bentuk dasarnya direduplikasikan, maka muncul bentuk perulangan berkonfiks ber-/-an yang mengandung sifat resiprokal.

Keterangan:

  • D = bentuk dasar

  • R = proses reduplikasi

Contoh katanya:

  • pandang → berpandang → berpandang-pandangan

  • peluk → berpeluk → berpeluk-pelukan

  • sahut → bersahut → bersahut-sahutan

Contoh kalimatnya:

  • Betti, Sari, dan Dina berpeluk-pelukan kegirangan begitu mereka menemukan nama-nama mereka tercantum pada lembar pengumuman SNBP.

2. Model (D + (R + meN-))

Kata kerja resiprokal model ini terbentuk dari kata asal yang berupa kata kerja, kemudian proses pembentukannya berupa perulangan bentuk dasar yang diberi imbuhan prefiks meN-

Contoh katanya:

  • tolong → tolong-menolong

  • pukul → pukul-memukul

  • bantu → bantu-membantu

Contoh kalimatnya:

  • Kakak dan adik harus tolong-menolong.

3. Model (D + (R + meN-/-i))

Kata kerja resiprokal model ini diturunkan dari kata kerja transitif bersufiks -i yang dikombinasikan dengan prefiks meN-.

Contoh katanya:

  • menghormati hormat menghormati

  • mendahului dahulu-mendahului

  • menasihati nasihat-menasihati

Contoh kalimatnya:

  • Isri dan suami harus nasihat-menasihati.

3. Proses Afiksasi + Saling

Ilustrasi menulis verba resiprokal dari hasil proses afiksasi dan saling. Foto: Pexels

Kata kerja resiprokal juga dapat dibentuk dengan menggunakan kata "saling" di depan kata kerja transitif maupun kata kerja intransitif yang telah mendapatkan proses afiksasi.

Kata kerja transitif adalah kata kerja yang memerlukan objek untuk melengkapi kata kerja tersebut. Contohnya membantu, mencintai, dan sebagainya.

Sementara, kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak memerlukan objek setelah kata kerjanya. Contohnya, menyanyi, menari, dan sebagainya.

Contoh katanya:

  • saling membantu

  • saling mencintai

  • saling memperkenalkan

Contoh kalimatnya:

  • Tono dan Titi sudah lama saling mencintai.

(SFR)