Konten dari Pengguna

Riset Tingkat Ketergantungan AI di Indonesia dan Sumber Publik Belajar AI

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi AI. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi AI. Foto: Shutterstock

Artificial Intelligence (AI) kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Mulai dari pekerjaan, pendidikan, hingga hiburan, teknologi ini perlahan membentuk cara baru manusia berpikir, berkreasi, dan berinteraksi.

Ketergantungan terhadap AI pun semakin terasa. Hal ini terlihat dari meningkatnya penggunaan alat bantu digital seperti chatbot, generator gambar, dan asisten virtual.

Sebagai upaya memahami fenomena ini lebih dalam, kumparan bersama Populix merilis Indonesia AI Report 2025. Laporan tersebut mengulas bagaimana masyarakat Indonesia menggunakan dan bergantung pada teknologi berbasis kecerdasan buatan ini.

Mari simak hasil riset mengenai sejauh mana masyarakat Indonesia bergantung pada AI dan sumber-sumber yang mereka gunakan untuk mengenal teknologi ini.

Riset Tingkat Ketergantungan AI di Indonesia

Ilustrasi AI. Foto: Shutterstock

Hasil riset Indonesia AI Report 2025 yang melibatkan 1.000 responden dari kalangan Milenial dan Gen Z menunjukkan bahwa ketergantungan masyarakat terhadap kecerdasan buatan (AI) kian meningkat.

Dari hasil survei, mayoritas responden Gen Z (59%) dan Milenial (50%) mengaku bergantung pada AI dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Sementara itu, 12% Gen Z dan 15% Milenial menyatakan sangat bergantung pada teknologi ini.

Hanya sebagian kecil responden yang merasa tidak bergantung, yaitu 28% Gen Z dan 33% milenial, serta yang sangat tidak bergantung 1% Gen Z dan 2% Milenial.

Data ini menunjukkan bahwa baik Milenial maupun Gen Z sama-sama mulai menjadikan AI sebagai bagian penting dalam kehidupan mereka, mulai dari membantu pekerjaan, mempercepat akses informasi, hingga mempermudah rutinitas harian.

Hal senada juga disampaikan oleh Dr. Sri Safitri, S.T., B.Eng (Hons)., M.Eng., Sekjen Partnership Kolaborasi Riset & Inovasi Kecerdasan Artificial Indonesia (KORIKA),

“AI kini bukan lagi sekadar teknologi, tapi sudah menjadi asisten digital yang melekat di keseharian kita. Dengan adanya AI, banyak pekerjaan yang dulu memakan waktu dan tenaga kini bisa dilakukan jauh lebih cepat,” tuturnya.

Sumber Publik Belajar dan Mengenal AI

Ilustrasi Pengguna AI. Foto: Shutterstock

Selain melihat tingkat ketergantungan, riset ini juga mengungkap dari mana masyarakat sebenarnya belajar dan mengenal teknologi AI.

Sebagian besar publik ternyata memperoleh pengetahuan tentang AI dari jalur yang cepat dan praktis. Media sosial dan YouTube menjadi sumber utama dengan persentase tertinggi, yakni 84%.

Platform ini dianggap paling mudah diakses karena menyajikan beragam konten populer, mulai dari video tutorial hingga ulasan ringan seputar penggunaan AI.

Selain itu, 51% publik juga mencari informasi melalui artikel online dan blog, sementara 49% mendapatkannya dari media massa dan berita.

Tak sedikit pula yang belajar melalui diskusi informal, di mana sebanyak 43% mengaku memperoleh wawasan dari teman atau rekan kerja.

Menariknya, ada juga kelompok yang memilih jalur eksploratif dengan mencoba sendiri (trial and error) untuk memahami cara kerja AI, yaitu mencapai angka 42%. Sementara itu, hanya 21% yang belajar lewat kursus formal, baik online maupun offline.

Rendahnya angka pembelajaran formal ini menunjukkan bahwa literasi AI di masyarakat masih cenderung dangkal. Banyak pengguna hanya memahami istilah dan cara pakainya, tetapi belum sampai pada konsep atau logika di balik teknologi tersebut.

Baca hasil riset lengkap Indonesia AI Report 2025 di sini!

Untuk pengalaman membaca yang lebih nyaman, Klik “View on Slideshare”

iframe embed

ALTERNATIVE DOWNLOAD LINK: kumparan Indonesia AI Report 2025

Baca Juga: AI yang Paling Banyak Digunakan di Indonesia Menurut Indonesia AI Report 2025

(ANB)