Ruam Popok pada Bayi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ruam popok disebut juga sebagai diaper rash atau nappy rash. Kondisi ini dapat terjadi ketika terdapat peradangan di daerah yang tertutup popok, seperti alat kelamin, pantat, dan pangkal paha bagian dalam.
Dijelaskan dalam buku 200 Tip Ibu Smart Anak Sehat susunan Nadia Indivara (2009), ruam popok sering dialami oleh bayi yang baru lahir. Kondisi ini ditandai dengan adanya gejala kulit bayi berwarna kemerahan disertai lecet-lecet ringan dan gatal.
Ruam popok biasanya terjadi ketika kulit bayi terlalu lama terkena urin dan feses yang mengendap di diaper. Kemudian, menggunakan diaper yang terbuat dari plastik atau karet juga dapat memperparah iritasinya.
Pada sebagian kasus, ruam popok juga bisa dipengaruhi oleh riwayat alergi. Bagaimana cara mengatasi masalah ruam popok pada bayi? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasan berikut.
Cara mengatasi ruam popok pada bayi
Pada dasarnya, ruam popok adalah kondisi radang atau infeksi kulit yang terjadi di sekitar area popok seperti paha dan pantat bayi. Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh terpaparnya kulit bayi terhadap zat amonia yang terkandung dalam urin atau feses bayi dalam jangka waktu lama.
Mengutip Buku Pintar Merawat Bayi 0-12 Bulan susunan dr. Suririnah (2009), ruam popok bisa membuat bayi merasa gatal dan tidak nyaman. Kondisi ini bisa memicu iritasi yang dapat menyebabkan kulit kemerahan dan gatal-gatal.
Meski ruam popok termasuk hal sepele, namun jika tidak segera diatasi dengan baik akan berakibat fatal pada kesehatan bayi. Ruam yang terjadi bisa melebar hingga lipatan paha, perut, dan kemaluan.
Untuk mengatasi ruam popok, Anda bisa mengganti popok bayi sesegera mungkin ketika sudah kotor. Kemudian, seka dan keringkan pantat bayi setiap ingin mengganti popoknya.
Gunakan air hangat dan kapas untuk membersihkan pantat bayi dan oleskan nappy cream tiap mengganti popoknya. Bila perlu ganti merek popok si kecil jika terdapat alergi saat memakainya.
Selain mengatasi ruam popok, Anda juga bisa melakukan tindakan preventif untuk mencegah iritasinya. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda coba:
Diaper modern memang dapat menyerap lebih banyak cairan, sehingga permukaannya akan selalu kering. Namun, Anda dianjurkan tetap menggantinya secara berkala untuk mencegah kontaminasi bahan kimia dari diaper tersebut.
Diaper biasanya terbuat dari bahan yang kurang menyerap keringat, ini menyebabkan kulit bayi mengalami iritasi, terutama di bagian yang tertutup diaper. Akibatnya dapat terjadi ruam popok.
Pakai merek diaper yang cocok untuk kulit bayi Anda.
Gunakan popok kain yang lembut. Gantilah segera dengan popok baru jika bayi buang air kecil, buang air besar, udara panas, dan lembab.
Pastikan pantat bayi benar-benar kering sebelum memakaikan popok baru.
Hindari penggunaan produk pewangi pakaian. Sebab, ada beberapa bayi yang peka terhadap produk-produk semacam ini.
Hindari produk tissu basah beralkohol karena dapat membuat kulit bayi iritasi. Lebih baik gunakan kapas yang dibasahi dengan air hangat atau kapas yang dibasahi dengan baby oil.
Setiap mengganti popok, biarkan bayi telanjang atau tidak memakai popok selama beberapa menit.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan ruam popok?

Apa yang dimaksud dengan ruam popok?
Ruam popok adalah kondisi radang atau infeksi kulit di sekitar area popok seperti paha dan pantat bayi.
Apa nama lain dari popok bayi?

Apa nama lain dari popok bayi?
Ruam popok disebut juga sebagai diaper rash atau nappy rash.
Apa penyebab ruam popok pada bayi?

Apa penyebab ruam popok pada bayi?
Ruam pokok dapat disebabkan oleh kulit bayi yang terlalu lama terkena urin atau kotoran karena popok atau diaper yang terlalu lama dikenakan.
