Konten dari Pengguna

Rukun Iman yang Wajib Dipercayai dan Diamalkan dalam Kehidupan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengalamkan Rukun Iman. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengalamkan Rukun Iman. Foto: Freepik

Umat Muslim wajib mengetahui dan mempercayai adanya rukun Iman. Secara bahasa, rukun diartikan sebagai pilar atau tiang, sedangkan iman berarti kepercayaan.

Mempercayai rukun Iman bisa diwujudkan dalam bentuk meyakini dengan sepenuh hati, mengakui secara lisan, serta mengamalkannya dalam kegiatan sehari-hari. Rukun Iman juga dijadikan sebagai pedoman agar kehidupan manusia lebih terarah dan tidak sembarangan.

Menurut Hadist Riwayat Imam Muslim, terdapat enam rukun iman yang wajib dipercayai. "Maka kabarkan padaku tentang iman, Rasulullah bersabda: Iman adalah bahwa kamu beriman kepada Allah dan malaikat-Nya, segala kitab-Nya, dan Rasul-Nya dan hari akhirat serta kamu beriman dengan qadar baik dan buruk."

Ilustrasi Mengalamkan Rukun Iman. Foto: Freepik

Rukun Iman

Berikut penjelasan lengkap mengenai 6 poin dalam rukun Iman yang wajib dipercayai dan diamalkan.

1. Iman kepada Allah SWT

Setiap umat Islam harus percaya bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Esa. Umat Muslim harus meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menciptakan seluruh makhluk yang ada di langit, bumi, dan seluruh alam semesta.

Sebagai hamba yang taat, setiap umat Muslim harus percaya terhadap setiap ketetapan yang telah Allah berikan, serta mengimani sifat-sifat Allah yang terdapat dalam Asmaul Husna. Percaya kepada Allah SWT dapat diwujudkan dalam perilaku kehidupan sehari-hari dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi setiap larangan-Nya.

2. Iman kepada Malaikat

Malaikat merupakan makhluk gaib ciptaan Allah SWT yang terbuat dari cahaya dan bertugas untuk menjalankan perintah dari Allah untuk mengawasi seluruh umat manusia serta jin. Iman kepada para malaikat berarti percaya bahwa malaikat itu ada dan senantiasa mengawasi perbuatan baik dan buruk manusia.

Malaikat merupakan makhluk yang sangat taat kepada Allah dan selalu bertasbih tanpa henti. Jumlah malaikat sangat banyak, namun hanya 10 malaikat yang wajib diketahui, yaitu Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Munkar, Nakir, Raqib, Atid, Malik, dan Ridwan.

3. Iman kepada Kitab-kitab Allah SWT

Kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT merupakan firman yang diberikan kepada para Nabi dan Rasul untuk membimbing umat-umat mereka pada zamannya.

Setiap umat Islam juga harus mengimani kitab-kitab yang diturunkan Allah SWT, yakni kitab Zabur kepada Nabi Daud AS, kitab Taurat kepada Nabi Musa AS, kitab Injil kepada Nabi Isa AS, dan Alquran kepada Nabi Muhammad SAW.

Bagi umat Muslim, percaya kepada kitab berarti mengamalkan apa yang terdapat dalam Alquran dengan cara menjadikannya sebagai pedoman kehidupan sehari-hari.

Ilustrasi Kiamat sebagai salah satu Rukun Iman yang harus dipercayai. Foto: Freepik

4. Iman kepada Nabi dan Rasul

Umat Islam juga harus meyakini bahwa Allah telah mengutus nabi dan rasul untuk menyampaikan wahyu. Ada 25 nabi dan rasul yang wajib dipercayai, mulai dari Nabi Adam AS hingga terakhir Nabi Muhammad SAW.

Semua rasul pasti merupakan seorang nabi, sedangkan nabi belum tentu seorang rasul. Itu karen nabi tidak diperintahkan untuk menyampaikan wahyu yang diterimanya kepada umat.

Percaya kepada nabi dan rasul diwujudkan dengan menjadikan kisah hidupnya sebagai teladan serta menjalankan segala ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

5. Iman kepada Hari Akhir

Umat Islam harus percaya bahwa hari akhir atau hari kiamat pasti akan terjadi. Ada dua kiamat yang harus diyakini, yakni kiamat sugro atau kiamat kecil dan kiamat kubro atau kiamat besar. Kiamat sugro berupa bencana alam dan juga kematian. Sedangkan kiamat kubro berarti hancurnya kehidupan di dunia.

Iman kepada hari kiamat ditandai dengan mempercayai tanda-tanda akan terjadinya hari kiamat. Karenanya, manusia dianjurkan untuk selalu berperilaku dan beribadah dengan baik mengingat etiap amal dan perbuatan bakal diperhitungkan dan dibalas oleh Allah SWT pada hari kiamat.

6. Iman kepada Qada dan Qadar

Allah memiliki ketetapan, kehendak, dan keputusan atas semua makhluk ciptaan-Nya yang sering kali disebut sebagai Qada dan Qadar. Istilah Qada dan Qadar mungkin lebih akrab disebut dengan takdir baik dan takdir buruk.

Menurut arti dan maknanya, Qada dan Qadar memiliki punya perbedaan. Qada menurut bahasa, diartikan sebagai ketetapan. Maksudnya, sebelum dunia tercipta dan manusia lahir, Allah sudah memiliki ketetapan. Allah telah menuliskannya dalam kitab Lauh Mahfuz, baik tentang hidup, kebaikan, keburukan, dan kematian.

Sedangkan Qadar berarti ketentuan atau kepastian Allah. Dan berdasarkan istilah, Qadar berarti penentuan yang pasti dan sudah ditetapkan oleh Allah, termasuk yang sedang terjadi, yang akan terjadi, atau bahkan yang belum terjadi.

(VIO)