Konten dari Pengguna

Rukun serta Bacaan Niat Sholat Mayit Perempuan dan Laki-Laki

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sholat mayit. Foto:Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sholat mayit. Foto:Unsplash

Agama Islam telah mengatur segala aspek dalam kehidupan manusia, termasuk dalam menyalatkan mayit atau jenazah. Di dalam sholat mayit terdapat beberapa hal yang harus diketahui seperti niat, doa, tata cara dan syarat yang tidak boleh terlewatkan.

Sholat mayit dilakukan untuk seorang Muslim yang telah meninggal dunia. Berbeda dengan sholat lima waktu, dalam sholat ini tidak terdapat rukuk, sujud, dan duduk di antara dua sujud, melainkan hanya melakukan empat kali takbir saja.

Hukum melaksanakan sholat mayit adalah fardu kifayah. Artinya, ketika seorang Muslim sudah ada yang melaksanakan kewajiban ini, maka gugurlah kewajiban atas kaum Muslimin yang lain. Selain itu, sholat ini disunahkan untuk dilaksanakan secara berjemaah.

Dalam salah satu hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila seorang Muslim meninggal dunia, kemudia jenazahnya disholatkan oleh empat puluh orang laki-laki yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, niscaya Allah akan menerima syafa’at mereka terhadap jenazah itu.” (HR. Muslim)

Mengutip buku Dirasah Islamyiah terbitan Sinar Jaya Berseri, terdapat perbedaan tata cara menyalatkan mayit perempuan dan laki-laki. Apabila mayit itu laki-laki, imam mengambil posisi di samping kepala dan makmum berbaris di belakang imam.

Sedangkan jika mayit itu perempuan, seorang imam harus mengambil posisi di samping perutnya dan makmum berada di belakangnya. Lalu, bagaimana rukun serta bacaan niat sholat mayit perempuan dan laki-laki? Berikut selengkapnya.

Ilustrasi berdoa. Foto:Pixabay

Rukun dan Bacaan Niat Sholat Mayit Perempuan dan Laki-Laki

Ahmad Musthofa dalam bukunya yang berjudul Yasin & Tahlil, menjelaskan, terdapat tujuh rukun sholat mayit atau jenazah yang harus dilakukan agar ibadahnya sah. Berikut ini penjelasan ringkas tentang niat dan rukun pelaksanaan sholat mayit.

1. Niat

Bacaan niat sholat mayit perempuan:

اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةِ اِمَامًا| مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Usholli 'ala hadzahihil mayyitati arba'a takbirotin fardho kifayatin imaman/ma'muman lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya niat salat atas jenazah perempuan ini empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum karena Allah Ta'ala."

Bacaan niat sholat mayit laki-laki:

اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةِ اِمَامًا| مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Usholli ‘ala hadzal mayyiti arba’a takbirotin fardho kifayatin imaman/ma’muman lillahi ta’ala.

Artinya: "Saya niat salat atas jenazah laki-laki ini empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala."

2. Berdiri (bagi yang mampu)

Sholat mayit wajib dilaksanakan secara berdiri. Lain halnya ketika seseorang tidak mampu berdiri karena alasan tertentu, boleh melaksanakannya dengan cara duduk.

Ilustrasi sholat mayit atau jenazah. Foto:Kumparan

3. Takbir empat kali

Jika jumlah takbir kurang dari empat kali, sholatnya menjadi tidak sah. Selain itu disunahkan mengangkat kedua tangan sejajar dengan pundak.

4. Membaca Surat Al-Fatihah

Setelah takbir pertama, dilanjutkan membaca Surat Al-Fatihah dan dibaca dengan suara lirih, namun tetap terdengar oleh dirinya sendiri.

5. Membaca sholawat

Setelah takbir kedua, dilanjutkan membaca sholawat yang dianjurkan dalam Islam. Adapun bacaan sholawat tersebut adalah:

Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohim, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid.

Artinya: “Ya Allah, anugerahkan shalawat kepda Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada Nabi Ibrahim. Berikanlah keberkahan kpada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi kepada keluarga Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di dalam alam inilah Engaku Tuhan yang Maha Terpuji dan Maha Mulya.”

6. Mendoakan jenazah

Setelah takbir ketiga, diteruskan dengan membaca doa untuk mayit perempuan maupun laki-laki.

Ketika mayit yang disalatkan perempuan, awalan pada doa tersebut adalah Allahummaghfir laha. Sedangkan pada doa untuk mayit laki-laki yaitu Allahummaghfir lahu.

Adapun bacaan doa lengkapnya yaitu:

Allahummaghfir laha/lahu warhamhu wa ‘afihi wa‘fu anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ madkhalahu waghsilhu bilma’i wats tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathaya kama naqaita ats-tsauba al-abyadh minad danasi, wa abdilhu dâran khairan min darihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi wa adkhilhu al-jannata wa a’idzhu min ‘adzabil qabri wa min adzabinnar.”

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, bebaskanlah dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempatnya, luaskanlah kuburnya, dan mandikanlah ia dengan air, salju, dan es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran. Berikan ia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Kemudian masukkanlah ia ke dalam surga dan lindungilah ia dari siksa kubur dan siksa neraka.”

7. Membaca salam

Setelah takbir keempat dan membaca doa untuk mayit, dilanjutkan membaca salam untuk menyempurnakan sholat mayit tersebut. Selain itu disunahkan menghadap ke arah kanan terlebih dahulu saat bacaan salam pertama, lalu menengok ke kiri pada salam kedua.

(IMR)