Konten dari Pengguna

Ruqyah Syariah: Pengertian, Doa, dan Tata Caranya yang Sesuai Pedoman Islam

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Al-quran. Foto: Gatot Adri/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Al-quran. Foto: Gatot Adri/Shutterstock

Secara bahasa, ruqyah berasal dari kata ‘ruqyatun’ yang berarti bacaan, jampi-jampi, mantra, atau doa. Dalam kitab Mukhtar Al-Sihah yang ditulis oleh Al-Jauhari disebutkan bahwa ruqyah merupakan kata tunggal yang memiliki arti perlindungan.

Pengertian ruqyah secara istilah diartikan sebagai bacaan yang dilafadzkan oleh diri sendiri atau orang lain untuk menghilangkan gangguan jin atau menyembuhkan penyakit medis maupun nonmedis. Ruqyah juga bisa menghilangkan pengaruh ain dan hasad yang dimiliki oleh seseorang.

Mengutip buku Ensiklopedia Ruqyah susunan Iding Sanus, praktik ruqyah biasanya dilakukan dengan membacakan ayat-ayat Alquran. Dalam Islam, praktik ini dikenal dengan sebutan ruqyah syariah.

Ruqyah syariah sangat penting untuk dipelajari umat Muslim sebagai bentuk ikhtiar pengobatan dan perlindungan diri. Bagaimana tata cara melakukan ruqyah syariah? Simak artikel berikut untuk mengetahui langkah-langkahnya.

Tata Cara Ruqyah Syariah

Ruqyah syariah adalah metode ruqyah yang diperbolehkan dalam Islam. Tata cara dan proses pengobatannya disesuaikan dengan tuntunan Rasulullah SAW yang berpedoman pada ayat-ayat Alquran.

Ilustrasi Al-quran. Foto: FS Stock/Shutterstock

Ruqyah syariah bisa dilakukan sendiri di rumah atau dengan bantuan profesional. Dirangkum dari buku Doa Ruqyah: Terapi yang Bersumber dari Alquran dan As-Sunnah karya Syaikh Said bin Ali, berikut tata caranya:

  • Menyiapkan tempat yang bersih dan suci.

  • Melepaskan jimat dan sejenisnya yang disimpan di rumah atau tempat pasien. Kemudian, benda tersebut dibakar atau dilenyapkan.

  • Memberikan arahan pemahaman Akidah kepada pasien dan keluarganya agar tidak ketergantungan kepada selain Allah.

  • Menjelaskan perbedaan ruqyah syariah dan ruqyah syirkiyah.

  • Mendiagnosis keadaan pasien.

  • Mengambil wudhu. Meskipun pasien wanita sedang haid, tetap diperbolehkan untuk berwudhu. Tidak ada larangan bagi wanita haid untuk diruqyah atau minta diruqyah.

  • Membaca niat melakukan ruqyah, misalnya: "Aku bermaksud melakukan ruqyah untuk menghancurkan sihir dan menghilangkan Jin yang mempengaruhi orang ini (pasien)"

  • Membaca ayat-ayat ruqyah meliputi Surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, Surat An-Nas, Al-Ikhlas, dan Al-Falaq.

Bacaan Doa Ruqyah

Setelah melakukan ruqyah, Anda bisa memanjatkan doa-doa untuk memaksimalkan proses penyembuhan. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut lafadznya yang bisa Anda baca:

اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الۡحَـىُّ الۡقَيُّوۡمُۚ  لَا تَاۡخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوۡمٌ‌ؕ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الۡاَرۡضِ‌ؕ مَنۡ ذَا الَّذِىۡ يَشۡفَعُ عِنۡدَهٗۤ اِلَّا بِاِذۡنِهٖ‌ؕ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ اَيۡدِيۡهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡ‌ۚ وَلَا يُحِيۡطُوۡنَ بِشَىۡءٍ مِّنۡ عِلۡمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ‌‌ۚ وَلَا يَـــُٔوۡدُهٗ حِفۡظُهُمَا ‌ۚ وَ هُوَ الۡعَلِىُّ الۡعَظِيۡمُ

Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar. (Surat Al-Baqarah: 255)

Ilustrasi Al-quran. Foto: Waleed_Hammoudeh/Shutterstock

{وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ (117) فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (118) فَغُلِبُوا هُنَالِكَ وَانْقَلَبُوا صَاغِرِينَ (119) وَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَ (120) قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ (121) رَبِّ مُوسَى وَهَارُونَ (122) }

Artinya: Dan kami wahyukan kepada Musa.”Lemparkanlah tongkatmu.” Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Karena itu. Nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina. Dan ahli-ahli sihir itu serta-merta meniarapkan diri dengan bersujud. Mereka berkata, “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam (yaitu) Tuhan Musa dan Harun.” (Surat Al-A’raf: 117-122)

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan ruqyah?

chevron-down

Ruqyah diartikan sebagai suatu bacaan yang dilafadzkan oleh diri sendiri atau orang lain untuk menghilangkan gangguan jin atau menyembuhkan penyakit medis maupun nonmedis.

Apa yang dimaksud dengan ruqyah syariah?

chevron-down

Ruqyah syariyah adalah metode ruqyah yang sesuai dengan pedoman Nabi dan menggunakan ayat-ayat Alquran.

Apa saja surat yang bisa dibaca saat praktik ruqyah syariah?

chevron-down

Surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, Surat An-Nas, Al-Ikhlas, dan Al-Falaq.