Konten dari Pengguna

Sama-sama Kalimat Thayyibah, Apa Perbedaan MasyaAllah dan Subhanallah?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perbedaan MasyaAllah dan Subhanallah. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perbedaan MasyaAllah dan Subhanallah. Foto: Pexels

MasyaAllah dan Subhanallah merupakan dua ungkapan mulia yang sering dicontohkan Rasulullah SAW kepada umatnya saat menyaksikan peristiwa tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Lantas, apa perbedaan MasyaAllah dan Subhanallah?

Mengutip buku Seri Kalimat Thayyibah terbitan Bhuana Ilmu Populer, MasyaAllah dan Subhanallah termasuk ke dalam kalimat thayyibah, yakni kalimat-kalimat baik yang jika diucapkan akan mendapat pahala dari Allah SWT.

Kalimat ini memang ditujukan agar umat Muslim senantiasa mengujar kebaikan dan memelihara lisannya dari perkataan buruk. Daripada mengumpat ketika ingin mengungkapkan perasaan, kita dapat menggantinya dengan kalimat MasyaAllah atau Subhanallah.

Pengertian MasyaAllah

Ilustrasi penggunaan ucapan MasyaAllah dalam kehidupan sehari-hari. Foto: Unsplash

Dalam kitab Tafsir Al Quranul Karim Surat Al Kahfi, Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin menjelaskan bahwa kalimat “MasyaAllah” dalam bahasa Indonesia berarti “apa yang dikehendaki oleh Allah, maka itulah yang terjadi”.

Kalimat MasyaAllah diucapkan oleh setiap Muslim untuk menunjukkan kekaguman terhadap seseorang, sesuatu, maupun kejadian yang dilihatnya. MasyaAllah juga merupakan bentuk penghargaan sekaligus pengingat bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT.

Anjuran untuk melafalkan kalimat MasyaAllah sebagai tanda kagum ini didasarkan pada beberapa dalil hadist maupun Al-Quran, salah satunya dalam surat Al-Kahfi ayat 39 yang berbunyi:

وَلَوْلَآ اِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۙ لَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللّٰهِ ۚاِنْ تَرَنِ اَنَا۠ اَقَلَّ مِنْكَ مَالًا وَّوَلَدًاۚ

Artinya: “Dan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, la quwwata illa billah” (Sungguh, atas kehendak Allah, semua ini terwujud), tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah, sekalipun engkau anggap harta dan keturunanku lebih sedikit daripadamu.” (QS. Al-Kahfi:39)

Pengertian Subhanallah

Ilustrasi penggunaan ucapan Subhanallah dalam kehidupan sehari-hari. Foto: Unsplash

Dirangkum dari buku Tafsir Juz Amma karya Syaikh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi, "Subhanallah" dalam bahasa Indonesia artinya “Maha Suci Allah”.

Kalimat ini merupakan bentuk pengakuan bahwa Allah adalah zat yang Maha Suci dan tidak ada sifat maupun perbuatan-Nya yang tercela atau kurang sempurna.

Kalimat Subhanallah diucapkan untuk menyucikan sekaligus menjauhkan Allah dari segala sifat yang tidak layak untuk-Nya, seperti berprasangka jelek, serakah, dan lain-lain. Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Abu Hurairah ra. berkata:

Suatu hari aku berjunub dan aku melihat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam berjalan bersama para sahabat, lalu aku menjauhi mereka dan pulang untuk mandi junub. Setelah itu aku datang menemui Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Beliau bersabda: ‘Wahai Abu Hurairah, mengapakah engkau malah pergi ketika kami muncul?’ Aku menjawab: ‘Wahai Rasulullah, aku kotor (dalam keadaan junub) dan aku tidak nyaman untuk bertemu kalian dalam keadaan junub. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Subhanallah, sesungguhnya mukmin tidak najis.” (HR. Tirmidzi)

Perbedaan MasyaAllah dan Subhanallah

Ilustrasi perbedaan MasyaAllah dan Subhanallah. Foto: Unsplash

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan MasyaAllah dan Subhanallah terletak pada makna maupun penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut pengertiannya, MasyAllah berarti mengakui bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah. Sedangkan Subhanallah berarti mengakui bahwa Allah Maha Suci dan jauh dari sifat-sifat yang tidak sempurna.

Kalimat MasyaAllah lebih tepat digunakan untuk mengungkapkan rasa kagum ketika melihat hal yang indah atau mendengar sesuatu yang baik.

Sementara itu, kalimat Subhanallah lebih cocok diucapkan ketika mendengar atau melihat keburukan, maupun untuk mengungkapkan ketidaksetujuan atas sesuatu.

(AAA)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan kalimat thayyibah?

chevron-down

Kalimat thayyibah adalah kalimat-kalimat baik yang jika diucapkan akan mendapat pahala dari Allah SWT.

Kapan kalimat Subhanallah diucapkan?

chevron-down

Subhanallah diucapkan ketika mendengar atau melihat keburukan, maupun untuk mengungkapkan ketidaksetujuan atas sesuatu.

MasyaAllah digunakan untuk apa?

chevron-down

MasyaAllah digunakan untuk mengungkapkan rasa kagum ketika melihat hal indah atau mendengar sesuatu yang baik.