Sarkasme adalah Majas Sindiran, Ini Ciri dan Contohnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sarkasme adalah majas atau gaya bahasa yang mengandung sindirian dengan menggunakan kata-kata kasar dan tajam. Penggunaan sarkasme bisa berupa kata-kata pedas, cemoohan, atau ejekan untuk menyakiti hati orang lain.
Sarkasme berasal dari bahasa Yunani, yaitu "sark" yang berarti "daging", dan "asmos" yang berarti "merobek". Jadi secara harfiah, sarkasme berarti "merobek daging". Tujuan dari sarkasme dimaksudkan untuk menyindir atau menyinggung seseorang. Majas ini dapat melukai perasaan seseorang.
Mengutip situs literaryterms.net, sarkasme merupakan bentuk ironi verbal yang dimaksudkan untuk mengolok-olok, mengejek, atau mengungkapkan penghinaan. Dalam sarkasme, Anda bisa mengatakan kebalikan dari apa yang dimaksud (ironi verbal) dan melakukannya dengan nada mengejek.
Ciri-Ciri Sarkasme
Karena gayanya hampir sama dengan majas ironi dan satire, untuk membedakan ketiganya berikut ciri-ciri khusus majas sarkasme:
Bertujuan untuk menyakiti perasaan pendengarnya.
Tidak selalu digunakan untuk mengungkapkan yang sebenarnya, namun bersifat emosional.
Berlandaskan kekecewaan atau emosi negatif terhadap suatu hal.
Pasif agresif, artinya dapat terlihat tidak menyerang pembacanya padahal sebenarnya menyerang.
Contoh Sarkasme
Berikut contoh kalimat yang mengandung sarkasme agar kita bisa lebih memahaminya.
Bahkan keledai saja tidak akan jatuh ke lubang yang sama, kau malah membuat lubang yang sama!
Dari dulu mulutmu memang berbisa seperti ular!
Kau pikir aku ini orang bodoh, kau yang bodoh sudah berani berbohong kepadaku!
Putih benar wajahmu, sampai bisa disendoki bedaknya.
Jadi koruptor banyak hartanya, kasihan hidupnya lebih banyak di penjara.
Dasar playboy kelas teri! Modal dompet tipis dan wajah standar saja sudah berani mempermainkan hati wanita!
Jangan bermimpi kau bisa menjadi menantu keluarga terhormat itu. Kau hanyalah anak dari keluarga miskin. Bahkan jadi pembantu mereka saja kau tidak akan diterima!
(VIO)
