Sejarah Bendera Merah Putih yang Dijahit Fatmawati

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bendera Merah Putih yang menjadi lambang negara Indonesia memiliki sejarah tersendiri di balik momen kemerdekaan. Pada waktu menjelang pembacaan proklamasi, Indonesia belum memiliki kain bendera resmi.
Bendera Merah Putih itu akhirnya dibuat dengan kerja keras tangan Fatmawati. Istri dari Soekarno ini menjahit sendiri kain yang digunakan untuk membuat Bendera Merah Putih.
Saat membuatnya, Fatmawati dalam kondisi yang tak fit karena kehamilannya. Namun, ibu dari Guntur Sukarnoputra itu berhasil menjahit Bendera Merah Putih selama dua hari.
Bendera Merah Putih yang dibuat Fatmawati saat itu diketahui berukuran 2x3 meter. Bahan kain yang digunakan itu didapatkannya dari pimpinan barisan Propaganda Jepang Gerakan Tiga A bernama Shimizu.
Shimizu memberikan kain tersebut setelah dirinya ditemui Chaerul Basri atas perintah Fatmawati. Lalu, Shimizu membawakan bahan kain dua blok berwarna merah dan putih ke hadapan Fatmawati.
Akhirnya Bendera Merah Putih itu dikibarkan pertama kali setelah pembacaan proklamasi Indonesia pada 17 Agustus 1945. Sejak saat itu, bendera tersebut menjadi lambang Indonesia dan dikibarkan di Istana Presiden.
Selain itu, dirangkum dari berbagai sumber, Bendera Merah Putih sebenarnya sudah digunakan sejak zaman kerajaan. Pada abad ke-13, kerajaan Majapahit diketahui telah menjadikan Bendera Merah Putih sebagai lambang kebesarannya.
(DNA)
