Konten dari Pengguna

Sejarah Dinasti Abasiyyah, Pusat Peradaban dan Pendidikan pada Masanya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dinasti Abasiyyah. Foto: iraqpics
zoom-in-whitePerbesar
Dinasti Abasiyyah. Foto: iraqpics

Sejarah berdirinya Dinasti Abasiyyah tidak terlepas dari runtuhnya Dinasti Umayyah di Damaskus. Hal ini dikarenakan Dinasti Umayyah dinilai memiliki banyak konflik dan menguasai kekhalifahan Islam secara paksa melalui tragedi Perang Siffin.

Kekuasaan Dinasti Abasiyyah berlangsung selama lima abad sejak tahun 750-1258 M. Para penguasanya merupakan keturunan dari paman Nabi Muhammad SAW yaitu Al Abbas. Pendiri dinasti ini adalah Abdullah al-Saffah, ia diberi gelar Al Saffah yang berarti penumpah atau peminum darah karena ketegasan dan kekejamannya.

Selang wafatnya Al Saffah, kekuasaan dipindahkan ke tangan saudaranya bernama Abu Ja’far dengan gelar Al Mansur yang artinya “sultan Tuhan di atas bumi-Nya”. Di bawah kepemimpinannya, Al Mansur berhasil membawa Dinasti Abasiyyah kepada masa kejayaan dan kemegahan yang tidak ada tandingannya pada abad pertengahan.

Dalam sejarah Islam dikatakan bahwa dua khalifah tersebut yang pertama meletakkan dasar-dasar Dinasti Abbasiyah. Sedangkan, para khalifah selanjutnya membangun pilar-pilar peradaban Islam hingga mencapai puncaknya.

Sebagai Pusat Peradaban dan Pendidikan

Kota Baghdad sebagai pusat peradaban Dinasti Abasiyyah. Foto: Pinterest

Dinasti Abasiyyah berhasil membawa peradaban Islam lebih maju dibanding dinasti sebelumnya. Khalifah Abbasiyah kedua yaitu Al Mansur mencari suatu wilayah untuk dijadikan sebuah ibu kota, pilihannya kemudian terletak pada wilayah di pinggir sungai Tigris yang saat ini dikenal sebagai Kota Baghdad.

Kota Baghdad menjadi pusat peradaban dan perkembangan ilmu pendidikan. Kota ini juga disebut sebagai kota intelektual, karena peran pembangunan dari khalifah setelah Al Manshur yang berkontribusi untuk perkembangan kota tersebut.

Disebutkan dalam sejarah Islam, tiga abad pertama Dinasti Abbasiyah (abad ke VIII sampai ke XI) merupakan masa kejayaan dinasti ini. Mulai dari perkembangan bidang sastra, teologi, filsafat, dan ilmu pengetahuan terus dijalankan sampai hadirnya perpustakaan hingga sistem pendidikan yang bersifat formal dan informal.

Perkembangan yang begitu pesat terjadi tidak terlepas dari adanya era pembauran antara orang-orang Arab dengan bangsa-bangsa lain yang sudah memiliki peradaban maju. Pengaruh besar berasal dari bangsa-bangsa lain seperti Persia, Yunani, dan India.

Dari masa ini pula, ilmu fikih berkembang dan mencetak imam mazhab. Di antaranya yakni Imam Abu Hanifah (700-767 M), Imam Malik (713-795 M), Imam Syafi'i (767-820 M), dan Imam Ahmad ibn Hanbal (780-855 M).

(HDP)