Konten dari Pengguna

Sejarah Halloween yang Dirayakan Setiap 31 Oktober

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Halloween foto:Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Halloween foto:Unsplash

Setiap tanggal 31 Oktober, masyarakat dunia akan merayakan Halloween atau All Hallow’s Evening. Perayaan ini diperingati dengan menggunakan kostum-kostum seram. Tahun ini, Halloween jatuh pada Sabtu (31/10).

Perayaan Halloween berawal dari tradisi Samhain atau festival musim panas yang diperingati kaum Celtic Kuno. Kala itu, orang-orang Celtic menyalakan api unggun dan menggunakan kostum untuk menangkal hantu. Beberapa orang juga percaya bahwa Samhain menjadi hari untuk berkomunikasi dengan orang mati.

Kaum Celtic menganggap 31 Oktober sebagai akhir musim panas dan awal dari musim dingin gelap yang berkaitan dengan kematian. Mereka juga percaya bahwa pada malam sebelum tahun baru, batas antara dunia nyata dan alam baka terbuka.

Batas yang terbuka itu membuat roh jahat berkeliaran ke dunia dan mengganggu manusia. Mereka kerap merusak tanaman dan menimbulkan masalah lainnya.

Ilustrasi Halloween foto:Unsplash

Untuk menghindari gangguan hantu, orang-orang mulai menggunakan kostum menyeramkan. Ini dilakukan agar roh jahat tertipu dan menganggap manusia sebagai teman mereka.

Selain mengganggu manusia, kaum Celtic juga menyakini bahwa kedatangan roh jahat mempermudah Druid atau pendeta Celtic untuk meramal.

Karenanya, mereka memperingati Halloween dengan membakar tanaman dan hewan sebagai persembahan dewa Celtic. Persembahan itu dibakar di perapian sakral buatan Druid.

Selama perayaan, mereka akan mengenakan kostum dari kepala dan kulit binatang sambil membahas ramalan. Setelah selesai, mereka akan menyalakan kembali api unggun dari perapian sakral sebagai bentuk perlindungan di musim dingin.

Ilustrasi Halloween foto:Unsplash

Seiring berjalannya waktu, tradisi ini semakin menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Amerika. Di Negeri Paman Sam, perayaan ini identik dengan penggunaan kostum seram dan tradisi trick or treat.

Biasanya, anak-anak kecil yang mengenakan kostum akan mengitari rumah-rumah sambil mengucapkan “trick or treat”. Tujuannya untuk meminta permen atau cokelat pada pemilik rumah.

Bila pemilik rumah tidak memberi permen, mereka akan menjahilinya dengan melemparkan tisu ke pohon atau mencoret jendela pemilik rumah dengan sabun.

(GTT)