Sejarah Hari Koperasi Nasional yang Diperingati Setiap 12 Juli

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hari ini, Senin (12/7), seluruh masyarakat Indonesia memperingati Hari Koperasi Nasional atau Harkopnas 2021 secara serentak. Peringatan Harkopnas yang ke-74 ini memiliki sejarah panjang di baliknya.
Mengutip laman resmi Dewan Koperasi Indonesia, tanggal 12 Juli dipilih karena bertepatan dengan Kongres Gerakan Koperasi Pertama di Tasikmalaya yang diselenggarakan pada tanggal 12 Juli 1947.
Tahun ini, tema Hari Koperasi Nasional ke-74 adalah “Transformasi Digital Koperasi Menuju Bisnis Modern yang Kuat dan Bermartabat” dengan tagline “Digitalisasi Menuju Koperasi Modern”.
Meski masih masa pandemi, Dewan Koperasi Indonesia tetap menggelar sejumlah acara untuk memperingati Harkopnas ke-74, antara lain:
Acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke 74 : 12 Juli 2021 di Surabaya, Jawa Timur
HARKOPNAS EXPO : 10 – 13 Juli 2021, di Surabaya, Jawa Timur
Seminar dan Diskusi Nasional : Selama bulan Juli 2021
Turnament Nasional ‘Game Sport COC’ : Mei – Juli 2021
Pasar Rakyat dan Bhakti Sosial – Di seluruh Dekopinwil se-Indonesia : Selama bulan Juli 2021
Kampanye Transformasi Digital Koperasi Menuju Koperasi Modern : April – Juli 2021
Ziarah Makam Bung Hatta, Jakarta dan Makam Pahlawan di Seluruh Indonesia : 10 Juli 2021
DEKOPIN AWARD – Penghargaan kepada Koperasi dan Pegiat Koperasi : 12 Juli 2021
Penerbitan Buku Tokoh Koperasi Penggerak Pembangunan : Juli 2021
Lomba Karya Jurnalistik Koperasi
Sejarah Hari Koperasi Nasional
Hadirnya koperasi di Indonesia diawali pada tanggal 16 Desember 1886. Saat itu, R. Aria Wiraatmadja, Patih Purwokerto, mendirikan Hulp en Spaarbank, sebuah lembaga koperasi yang bertujuan untuk menolong kaum priayi dari lintah darat.
Upaya tersebut didukung penuh oleh kalangan pejabat pemerintahan kolonial. Sejak saat itulah, koperasi mulai aktif dioperasikan dan menjadi bagian dari pelaksanaan politik etis.
Setelah 22 tahun berjalan, tepatnya pada tahun 1908, perkembangan koperasi sebagai gerakan rakyat mulai muncul. Gerakan tersebut dimotori oleh Boedi Oetomo dan ditandai dengan pendirian koperasi rumah tangga.
Pada tahun 1913, kehidupan berkoperasi di kalangan pedagang dan pengusaha tekstil bumi putra dibangkitkan oleh Syarikat Dagang Islam. Sementara itu, pada tahun 1927 kelompok Studie Club (Persatuan Bangsa Indonesia) memelopori kegiatan gerakan koperasi sebagai wahana pendidikan ekonomi dan nasionalisme kebangsaan.
Berbagai gerakan koperasi yang terpencar itu akhirnya berhasil dipersatukan setelah Indonesia merdeka. Tepatnya pada tanggal 12 Juli 1947, masyarakat koperasi menggelar Kongres Gerakan Koperasi Pertama di Tasikmalaya.
Kongres tersebut menghasilkan 10 keputusan. Di antaranya yaitu pembentukan sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI), menetapkan asas gotong royong koperasi, dan menetapkan tanggal 12 Juli sebagai Hari Koperasi yang harus diperingati setiap tahun.
(ADS)
