Sejarah Hari Nusantara yang Diperingati Setiap 13 Desember

Berita Hari Ini
Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
13 Desember 2020 7:13 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pulau Wayag, Raja Ampat, Papua. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Pulau Wayag, Raja Ampat, Papua. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Hari Nusantara yang diperingati setiap 13 Desember masing asing di telinga sebagian orang. Padahal hari tersebut telah dikukuhkan sebagai Hari Nasional melaui Keppres No.126/2001. Meski baru disahkan dua dekade lalu, Hari Nusantara sebenarnya terinspirasi dari peristiwa sejarah yang terjadi pada 13 Desember 1957, yakni Deklarasi Juanda.
ADVERTISEMENT
Peristiwa tersebut merupakan tonggak sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan dalam bidang hukum laut. Nah untuk memahami latar belakang dirayakannya Hari Nusantara, ada baiknya kita mengetahui sejarah Deklarasi Juanda terlebih dahulu.

Latar Belakang Deklarasi Juanda

Pasca kemerdekaan, batas laut wilayah Indonesia kala itu mengacu pada peraturan warisan kolonial yang disebut Ordonantie 1939. Dalam aturan tersebut ditentukan bahwa jarak teritorial tiap pulau adalah tiga mil dari garis pantai.
Akibatnya pulau-pulau di Indonesia terpisah oleh kawasan laut bebas. Konsekuensinya area tersebut bebas dilewati pihak-pihak asing sehingga terdapat kekhawatiran mengenai kedaulatan dan integrasi nasional. Perdana Menteri Ir. H. Djuanda Kartawidjaja mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan deklarasi pada 13 Desember 1957.
ADVERTISEMENT

Isi Deklarasi Juanda

Perairan Indonesia. Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id
Ir. H. Djuanda menyatakan bahwa laut yang berada dalam wilayah kepulauan Indonesia menjadi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berikut adalah isi Deklarasi Juanda selengkapnya:
"Bahwa segala perairan di sekitar, di antara, dan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk dalam daratan Republik Indonesia, dengan tidak memandang luas atau lebarnya, adalah bagian yang wajar dari wilayah daratan negara Republik Indonesia dan dengan demikian merupakan bagian dari perairan pedalaman atau perairan nasional yang berada di bawah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia."
Mengutip dari jurnal Arti Deklarasi Juanda dan Konferensi Hukum Laut PBB Bagi Indonesia tulisan Muhammad Ahalla Tsauro, deklarasi tersebut mengandung tujuan:
ADVERTISEMENT

Ditetapkannya 13 Desember Sebagai Hari Nusantara

Komunitas Sorong Diving Team mengibarkan Bendera Merah Putih di dalam laut saat jelang Peringatan HUT ke-75 RI di Perairan Pulau Matan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Dok Sorong Diving Team via ANTARA FOTO
Peringatan Hari Nusantara pertama kali digagas oleh Presiden Abdurahman Wahid pada tahun 1999, tetapi baru diresmikan di masa pemerintahan Presiden Megawati.
Deklarasi Juanda yang bermakna pentingnya kesatuan wilayah menempati tempat yang signifikan dalam sejarah bangsa, karena melengkapi gagasan persatuan Indonesia yang didahului oleh Sumpah Pemuda pada 1928 dan proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Mengutip dari laman Kementerian ESDM, peringatan Hari Nusantara memiliki empat tujuan, yaitu:
ADVERTISEMENT
(ERA)