Konten dari Pengguna

Sejarah Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober Beserta Isinya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kemenpora launching logo Hari Sumpah Pemuda 2020. Foto: Humas Kemenpora
zoom-in-whitePerbesar
Kemenpora launching logo Hari Sumpah Pemuda 2020. Foto: Humas Kemenpora

Tanggal 28 Oktober diperingati bangsa Indonesia sebagai Hari Sumpah Pemuda. Untuk menyambutnya, logo Hari Sumpah Pemuda ke-92 telah diluncurkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali pada Jumat (2/10).

Angka 92 digambarkan dengan dua insan yang saling terhubung. Melambangkan semangat persatuan dan kerja sama bangsa Indonesia, terutama di tengah pandemi COVID-19.

Logo Hari Sumpah Pemuda 2020. Foto: Kemenpora

Pada 28 Oktober 1928, pemuda-pemudi Indonesia berikrar satu Tanah Air, satu bangsa, dan satu bahasa. Ini jugalah yang menjadi salah satu tonggak awal kesadaran tentang kebangsaan dan persatuan nasional.

Untuk menyambut Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober, simak sejarah Sumpah Pemuda berikut ini:

Latar Belakang Sumpah Pemuda

Pada abad ke-20, pemerintah kolonial Belanda menerapkan Politik Etis yang salah satu kebijakannya adalah memberikan pendidikan kepada kaum pribumi Hindia Belanda. Lahirlah kaum terpelajar yang kemudian mendirikan organisasi-organisasi sebagai media perjuangan melawan penjajah.

Para pemuda kemudian mendirikan organisasi-organisasi pemuda seperti Jong Java, Pemuda Betawi, Jong Sumatranen Bond, dan lain-lain. Dikutip dari buku Sejarah Pemikiran Tentang Sumpah Pemuda tulisan Leirissa dkk, pada awalnya organisasi-organisasi tersebut bersifat kedaerahan dan lebih mengutamakan ikatan antar pelajar sedaerah serta membangkitkan perhatian terhadap kebudayaan daerah masing-masing.

Para pemuda kemudian mendambakan adanya nasionalisme di golongan para pemuda. Akhirnya, digelarlah Kongres Pemuda I mulai tanggal 30 April hingga 2 Mei 1926 di Jakarta dengan tujuan memajukan paham persatuan dan kebangsaan serta mempererat hubungan antar semua perkumpulan pemuda.

Namun, hingga Kongres Pemuda I berakhir, belum tercapai kesepakatan di antara para perwakilan dari perhimpunan pemuda.

Lahir Dari Kongres Pemuda II

Peserta Kongres Pemuda Kedua 1928 berfoto bersama di halaman gedung Kramat raya 106. Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Karena Kongres Pemuda I berakhir tanpa hasil yang memuaskan, digelarlah Kongres Pemuda II pada 27 dan 28 Oktober 1928. Kongres ini diketuai oleh Sugondo Joyopuspito, Joko Marsaid sebagai Wakil Ketua, Muhammad Yamin sebagai sekretaris, dan Amir Syarifuddin sebagai bendahara.

Kongres tersebut juga dihadiri oleh seorang pemuda yang berprofesi sebagai wartawan dan musisi, yakni Wage Rudolf Supratman. Di sesi istirahat, ia meminta ijin kepada ketua kongres untuk memperdengarkan lagu ciptaannya yang berjudul “Indonesia Raya”. W.R Supratman memainkan "Indonesia Raya" menggunakan biola.

Di hari terakhir kongres, para peserta Kongres Pemuda II bersepakat merumuskan tiga ikrar yang kemudian disebut sebagai Sumpah Pemuda. Isi Sumpah Pemuda adalah sebagai berikut:

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Untuk mengenang semangat persatuan para pemuda Indonesia, pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 316 tahun 1959 menetapkan 28 Oktober sebagai Hari Sumpah Pemuda.

(ERA)