Konten dari Pengguna

Sejarah Kerajaan Singasari: Awal Didirikan, Masa Kejayaan, hingga Keruntuhan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Candi Singasari. Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id
zoom-in-whitePerbesar
Candi Singasari. Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Kerajaan Singasari merupakan kerajaan bercorak Hindu-Budha yang terletak di daerah Malang, Jawa Timur. Kerajaan ini didirikan oleh Ken Arok.

Ia merupakan rakyat biasa yang mengabdi kepada bupati Tumapel bernama Tunggul Ametung. Ken Arok memiliki keinginan untuk menikahi Ken Dedes yang merupakan istri Tunggul Ametung.

Ken Arok pun membunuh Tunggul Ametung menggunakan keris Empu Gandring dan menggatikan posisinya sebagai penguasa, sekaligus memperistri Ken Dedes.

Tak puas, Ken Arok kemudian ingin menjadi raja. Pada 1222 M Ken Arok melakukan serangan ke Kediri hingga Raja Kertajaya dapat ditaklukkan.

Seluruh wilayah Kediri dipersatukan dengan Tumapel. Inilah cikal bakal lahirnya Kerajaan Singasari.

Raja-raja yang Memerintah Singasari

Sejarah Kerajaan Singasari tidak lepas dari intrik. Ken Arok yang menjadi raja pertama memerintah selama lima tahun sebelum dibunuh oleh Anusapati, anak dari Ken Dedes dan Tunggul Ametung.

Selain Ken Arok, tercatat terdapat empat raja lainnya yang pernah berkuasa di Kerajaan Singasari. Berikut ini adalah nama mereka:

  1. Anusapati

Setelah membunuh Ken Arok, Anusapati berkuasa selama 21 tahun. Namun ia kemudian dibunuh oleh Tohjaya, putra Ken Arok yang ingin membalas dendam. Anusapati meninggalkan seorang putra bernama Ronggowuni.

  1. Tohjaya

Tohjaya menggantikan posisi Anusapati. Namun Ronggowuni merasa dirinya juga berhak menjadi raja. Maka timbul-lah pertempuran antara kubu Tohjaya dan Ronggowuni. Karena kurangnya dukungan, Tohjaya terdesak lalu melarikan diri.

  1. Ronggowuni

Ronggowuni bergelar Sri Jaya Winuwardana. Ia memimpin Singasari bersama Mahesa Cempaka. Saat memerintah, Ronggowuni mengangkat putranya yang bernama Kertanegara sebagai raja muda. Di bawah kepemimpinannya, Singasari aman dan tentram.

Makam Ronggowuni. Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id
  1. Kertanegara

Kertanegara merupakan raja Kerajaan Singasari yang paling terkenal. Ia naik tahta menggantikan ayahnya pada 1268 M. Di bawah pimpinannya, Singhasari menjadi kerajaan yang besar.

Masa Kejayaan Kerajaan Singasari

Pada masa raja Kertanegara, Singasari melakukan perluasan wilayah ke berbagai daerah. Kertanegara juga menjalin hubungan dengan beberapa kerjaan di dalam dan luar kepulauan Indonesia. Saat itu agama Hindu dan Buddha juga berkembang dengan baik dan dapat hidup berdampingan.

Runtuhnya Kerajaan Singasari

Meski Singasari mencapai kejayaannya pada masa Raja Kertanegara, di masa ini jugalah kerajaan ini runtuh.

Beberapa faktor penyebab runtuhnya Kerajaan Singasari yakni:

  • Raja dan jajarannya lebih sibuk melakukan ekspansi di luar Jawa, sehingga kekuatan kerajaan keropos di bagian dalam dan akhirnya lengah.

  • Lemahnya pertahanan Kerajaan Singasari dimanfaatkan oleh Jayakatwang, penguasa Kediri yang berusaha menjatuhkan kekuasaan Kertanegara.

  • Kertanagara mati terbunuh dalam pertempuran dengan pasukan Jayakatwang. Riwayat Kerajaan Singasari pun berakhir.

(ERA)