Sejarah Kitab Zabur yang Allah Turunkan kepada Nabi Daud AS

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Satu di antara enam rukun iman yang wajib diyakini oleh umat Muslim adalah percaya kepada kitab-kitab Allah SWT. Sepanjang sejarah Islam, Allah SWT telah menurunkan kitab kepada para nabi dan rasul-Nya sebanyak empat kali, salah satunya adalah kitab Zabur.
Mengutip buku Agama Manusia & Tuhan, Dalam Perspektif Al Qur'an oleh Mbah Lul, kitab Zabur diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Daud AS. Secara garis besar, kitab ini berisi 150 nyanyian Nabi Daud AS tentang pengalamannya selama beliau hidup.
Isi kandungan dari nyanyian kitab Zabur terbagi menjadi lima jenis, yaitu nyanyian kebaktian untuk memuji Allah SWT, nyanyian perorangan sebagai ucapan syukur, ratapan jemaah, ratapan dan doa individu, serta nyanyian untuk raja.
Kitab Zabur ini tidak semerta-merta Allah turunkan begitu saja kepada Nabi Daud AS. Ada banyak perjuangan berat yang harus beliau lalui untuk mendapatkannya. Berikut akan dikisahkan secara ringkas mengenai sejarah kitab Zabur.
Baca juga: Isi Kitab Zabur yang Diturunkan kepada Nabi Daud AS
Sejarah Kitab Zabur
Merangkum buku 99 Kisah Menakjubkan Dalam Al-Quran oleh Ridwan Abqary, Nabi Daud AS adalah utusan Allah dari kalangan Bani Israil, Sibith Yahuda. Beliau juga merupakan keturunan ke-13 Nabi Ibrahim AS.
Sewaktu kecil, Nabi Daud AS dikenal sebagai sosok yang pemberani. Begitu memasuki usia remaja, Nabi Daud memutuskan untuk ikut bersama kedua kakaknya bertempur melawan pasukan Raja Jalut.
Raja Jalut ini terkenal sebagai sosok laki-laki sombong dan tidak pernah bersyukur kepada Allah SWT. Dengan bermodalkan ketapel yang terbuat dari besi, Nabi Daud AS berhasil mengalahkan Raja Jalut.
Karena kemenangannya tersebut, Raja Thalut (raja dari kaum Nabi Daud AS) memberikan hadiah kepada Nabi Daud AS dengan menikahkan beliau bersama putrinya, Mikyal. Selain itu, Raja Thalut juga melimpahkan seluruh kekuasannya kepada Nabi Daud AS dengan menjadikannya seorang pemimpin bagi kaumnya.
Meski demikian, hal ini tidak membuat Nabi Daud AS berbangga hati. Sebab, beliau melakukan semua itu demi mencari keridhaan dan kasih sayang Allah SWT. Maka dari itu, Nabi Daud AS sering mengasingkan diri dari keramaian untuk bertasbih dan beribadah dengan khusyuk.
Berkat ketakwaan Nabi Daud AS, Allah SWT menurunkan kitab Zabur kepadanya. Turunnya Kitab Zabur ini juga telah dijelaskan dalam Alquran surat Al Isra ayat 55 yang berbunyi:
وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِمَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۗ وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ ٱلنَّبِيِّۦنَ عَلَىٰ بَعْضٍ ۖ وَءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ زَبُورًا
Artinya: "Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud." (QS. Al Isra: 55).
Nabi Daud AS tentu merasa senang dan bangga, karena Allah SWT telah mempercayakan kitab Zabur kepada dirinya. Dengan suaranya yang jernih, beliau pun setiap hari selalu melantunkan ayat-ayat suci dalam kitab Zabur.
Tiap kali suara Nabi Daud AS terdengar, burung-burung, binatang lain, bahkan gunung sekali pun akan ikut bertasbih bersamanya. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Saba ayat 10 dan 11 berikut:
وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُدَ مِنَّا فَضْلا يَا جِبَالُ أَوِّبِي مَعَهُ وَالطَّيْرَ وَأَلَنَّا لَهُ الْحَدِيدَ أَنِ اعْمَلْ سَابِغَاتٍ وَقَدِّرْ فِي السَّرْدِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Artinya: “Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami. (Kami berfirman): Hai gunung-gunung dan burung¬-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud, dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan.”
(NDA)
