Konten dari Pengguna

Sejarah Natal, Hari Raya Umat Nasrani yang Jatuh Setiap 25 Desember

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustarsi Sejarah Natal. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustarsi Sejarah Natal. Foto: Unsplash

Hari Natal menjadi salah satu perayaan tahunan umat Nasrani yang selalu diperingati dengan meriah pada 25 Desember. Selain beribadah, peringatan ini juga disambut dengan berbagai tradisi, mulai dari tukar kado, memasang pohon Natal, membagikan hadiah, dan lain-lain.

Pada dasarnya, Hari Natal merupakan peringatan yang digelar untuk menyambut momen kelahiran Tuhan Yesus Kristus, Sang Juru Selamat melalui perawan Maria. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Alkitab, tepatnya Injil Lukas.

Meski begitu, Alkitab tidak pernah menyebutkan tanggal 25 Desember sebagai tanggal kelahiran Tuhan Yesus. Menurut sejarah, tanggal tersebut justru ditetapkan sendiri oleh gereja. Lantas, seperti apa sejarah Natal?

Ilustarsi Sejarah Natal. Foto: Unsplash

Sejarah Natal yang Jatuh Pada 25 Desember

Mengutip situs History, sejarah Natal berawal dari peringatan pertengahan musim dingin oleh orang-orang Nordik di Skandinavia. Kala itu, mereka bergembira menyambut titik balik matahari pada musim dingin. Hal itu menandakan musim dingin terburuk yang sudah berlalu sekaligus penantian sinar matahari yang lebih panjang.

Titik balik matahari dirayakan mulai dari 21 Desember hingga Januari. Untuk menyambut kembalinya matahari, ayah dan anak laki-laki akan membawa kayu besar.

Kayu itu akan dibakar dan orang-orang akan berpesta sampai kayu bakar tersebut habis. Bagi orang Nordik, setiap percikan api mewakili babi atau anak sapi baru yang lahir pada tahun selanjutnya.

Di samping itu, akhir Desember juga menjadi momen khusus untuk menikmati persediaan daging segar dan anggur serta bir yang sudah difermentasi sepanjang tahun.

Sementara itu di Jerman, orang-orang menghormati dewa pagan Oden selama liburan pertengahan musim dingin. Orang Jerman takut terhadap Oden karena percaya dia akan terbang pada malam hari dan mengamati rakyat. Oden akan menentukan nasib orang yang akan makmur atau binasa. Karena itulah, orang Jerman lebih memilih berada di dalam rumah.

Di Roma, peringatan musim dingin cukup berbeda. Orang-orang yang diperbudak akan diberikan kebebasan sementara dan diperlakukan dengan setara. Bisnis dan sekolah pun ditutup agar semua orang bisa berpartisipasi.

Lalu, orang Romawi juga menyelenggarakan Juvenalia, pesta untuk menghormati anak-anak. Anggota kelas atas juga memperingati ulang tahun Mithra, dewa matahari yang tak terkalahkan setiap tanggal 25 Desember.

Ilustarsi Sejarah Natal. Foto: Unsplash

Pada awal Kekristenan, umat Nasrani sebenarnya tidak memperingati Natal. Mereka hanya merayakan Paskah yang menjadi momen kematian Tuhan Yesus di kayu salib.

Kemudian pada abad ke-4, gereja memutuskan untuk menetapkan kelahiran Yesus sebagai hari libur. Sayangnya, Alkitab tidak pernah menyebutkan sejarah tanggal kelahiran Yesus dengan jelas.

Akhirnya, Paus Julius I menetapkan tanggal 25 Desember sebagai Hari Natal sekaligus kelahiran Yesus Kristus. Gereja memilih tanggal yang sama dengan festival titik balik matahari musim dingin tradisional agar orang-orang Pagan mulai memperingati Natal.

(GTT)

Frequently Asked Question Section

Apa Itu Hari Natal?

chevron-down

Hari Natal merupakan momen peringatan kelahiran Yesus Kristus, Sang Juru Selamat.

Kapan Hari Natal Dirayakan?

chevron-down

Hari Natal dirayakan setiap tanggal 25 Desember. Tahun ini, peringatan tersebut jatuh pada Sabtu (25/12).

Siapa Saja yang Merayakan Natal?

chevron-down

Natal biasanya dirayakan oleh umat Nasrani, baik Kristen atau Katolik.