Konten dari Pengguna

Sejarah Perkembangan Tari Zapin dan Maknanya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tari Zapin. Foto:airport.co.id
zoom-in-whitePerbesar
Tari Zapin. Foto:airport.co.id

Tari zapin merupakan tarian tradisional Melayu asal provinsi Riau. Tarian ini cukup popular di Riau, Bengkulu, dan daerah Indonesia bagian tengah lainnya. Tari zapin bersifat edukatif dan menghibur.

Dikutip dari buku Ensiklopedia seni & budaya Nusantara karya Gendhis Paradisa, tari zapin digunakan sebagai dakwah Islamiyah melalui syair lagu-lagu zapin yang dinyanyikan. Tarian tersebut dibawakan secara berkelompok. Musik pengiringnya terdiri dari dua alat musik utama, yakni gambus dan gendang kecil yang disebut marwas.

Tari Zapin. Foto: Kemendikbud

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), zapin merupakan tarian khas Melayu yang diiringi lagu-lagu yang berasal dari negeri Yaman.

Nama zapin sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu “zafin” yang artinya pergerakan kaki cepat dengan mengikuti rentak pukulan. Kesenian satu ini memiliki perpaduan antara Melayu dengan Arab.

Sejarah Tari Zapin

Tari Zapin. Foto: Kumparan.com

Mengutip situs resmi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), tari zapin ini muncul pada 1811, namun baru dipopulerkan pada 1919. Tari zapin dibawa oleh pedagang-pedagang Arab dari Gujarat dalam perdagangan rempah sekaligus sebagai media dakwah penyebaran agama Islam ke daerah Kepulauan Riau.

Kemudian, tarian ini menyebar keluar kawasan Riau, sejalan dengan perkembangan kerajaan-kerajaan Melayu. Dalam pembaurannya dengan budaya setempat, lahirlah berbagai macam ragam variasi pada tiap-tiap daerah termasuk namun pola dasarnya tetap sama. Yaitu sebagai simbol dan makna penghormatan serta hiburan untuk disajikan kepada raja-raja yang sedang menjabat.

Saat itu, tarian ini hanya boleh dibawakan oleh penari laki-laki saja. Namun, seiring perkembangan zaman dan perubahan pola pikir masyarakat, tarian ini jadi memiliki simbol dan makna luas.

Saat ini tari zapin disimbolkan sebagai makna kehidupan sosial, pendidikan, adat istiadat Melayu, dan tidak lepas dengan simbol dan makna yang berkaitan dengan ketuhanan (religi). Hingga hari ini, tari zapin semakin berkembang dan dikenal oleh masyarakat luas.

Tari Zapin di Indonesia

Tari Zapin. Foto: Kumparan.com

Di Indonesia ada dua jenis tari zapin, yakni zapin Arab dan zapin Melayu. Pada zaman Arab, tarian ini disebut sebagai zapin lama, di mana tumbuh dan berkembang di dalam kelompok-kelompok masyarakat keturunan Arab yang ada di berbagai daerah di Indonesia.

Sementara Zapin Melayu ditumbuhkan oleh para ahli lokal dan disesuaikan dengan lingkingan masyarakatnya. Dikutip dari buku Sejarah Kebudayaan Islam karya Murodi, MA, perbedaan kedua tari tersebut terletak pada gayanya. Tari Zapin Arab dikenal memiliki satu gaya saja, sedangkan Zapin Melayu memiliki gaya yang cukup beragam.

Kedua jenis tari zapin tersebut menjadi warisan budaya Indonesia yang memperkaya budaya bangsa. Selain itu, tarian ini juga menjadi bagian dari kekuatan kesatuan bangsa yang tak dapat saling dipisahkan satu dengan yang lainnya.

(NDA)