Konten dari Pengguna

Sejarah Singkat dan Susunan Upacara Sumpah Pemuda

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi susunan upacara Sumpah Pemuda. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi susunan upacara Sumpah Pemuda. Foto: Pixabay.

Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada Sabtu (28/10) akan diperingati dengan upacara bendera. Susunan upacara sumpah pemuda sedikit berbeda dengan yang biasa dilaksanakan pada Hari Kemerdekaan atau hari-hari besar lainnya.

Upacara peringatan Sumpah Pemuda ke-95 akan diselenggarakan secara nasional di setiap instansi. Tema dan susunannya telah ditetapkan dalam Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95 Tahun 2023 yang diterbitkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Tema peringatan Sumpah Pemuda tahun ini adalah "Bersama Majukan Indonesia". Tema tersebut memiliki makna semangat dalam membangun dan memajukan Indonesia di semua bidang, khususnya pendidikan.

Susunan Upacara Sumpah Pemuda 2023

Ilustrasi susunan upacara Sumpah Pemuda. Foto: Unsplash.

Pada dasarnya, inti dari upacara adalah pengibaran dan penghormatan bendera, menyanyikan lagu nasional, mengenang pahlawan yang gugur, serta pembacaan teks Pancasila. Namun pada peringatan Sumpah Pemuda, susunannya sedikit berbeda.

Upacara peringatan Sumpah Pemuda juga disertai dengan pembacaan teks Kongres Pemuda Indonesia 1928. Berikut susunan lengkapnya:

  • Pemimpin upacara memasuki lapangan atau tempat upacara. Pasukan diambil alih oleh pemimpin upacara.

  • Pembina Upacara tiba ditempat upacara, barisan disiapkan.

  • Penghormatan umum kepada pembina upacara.

  • Laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara bahwa upacara siap dimulai.

  • Pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’.

  • Mengheningkan cipta dipimpin oleh pembina upacara.

  • Pembacaan teks Pancasila oleh pembina upacara, diikuti oleh seluruh peserta upacara.

  • Pembacaan Teks Pembukaan UUD 1945.

  • Pembacaan Teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928.

  • Menyanyikan lagu “Satu Nusa Satu Bangsa”.

  • Penyerahan penghargaan diiringi lagu “Bagimu Negeri” (bila ada).

  • Amanat Pembina Upacara.

  • Menyanyikan lagu “Bangun Pemudi Pemuda.

  • Pembacaan Doa.

  • Laporan pemimpin upacara.

  • Penghormatan umum kepada pembina upacara.

  • Pembina Upacara berkenan meninggalkan tempat upacara.

  • Upacara selesai.

Sejarah Hari Sumpah Pemuda

Ilustrasi susunan upacara Sumpah Pemuda. Foto: ANTARA.

Hari Sumpah Pemuda berawal dari Kongres Pemuda yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) pada 27-28 Oktober 1928. Kongres tersebut bertujuan untuk memperkuat rasa persatuan dan kebangsaan Indonesia di antara pemuda-pemudi.

Dikutip dari laman Museum Sumpah Pemuda, pertemuan pemuda dari berbagai wilayah tersebut digelar di tiga lokasi, yakni di gedung Katholieke Jongenlingen Bond, Oost Java Bioscoop, dan Indonesische Clubgebouw.

Dipimpin oleh Sugondo Djojopuspito selaku ketua kongres, pertemuan pertama dihelat di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB). Dalam rapat tersebut, para peserta membahas upaya memperkuat semangat persatuan para pemuda.

Pertemuan kedua dilanjutkan pada 28 Oktober 2023 di Gedung Oost-Java Bioscoop. Masalah pendidikan menjadi tema besar yang dibahasa dalam rapat tersebut. Para pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak-anak harus mendapat pendidikan kebangsaan dan harus dididik secara demokratis.

Hasil Kongres Pemuda diputuskan pada hari yang sama. Keputusan rapat dirumuskan oleh Mohammad Yamin dan dibacakan oleh Sugondo Djojopuspito. Setelah itu, kongres ditutup dengan lantunan biola “Indonesia Raya” oleh Wage Rudolf Supratman.

Berikut bunyi hasil keputusan Kongres Pemuda.

  • Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.

  • Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

  • Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

(GLW)

Baca juga: Mengetahui Arti Penting Sumpah Pemuda bagi Generasi Muda