Konten dari Pengguna

Sejarah Supersemar, Bentuk Penyerahan Orde Lama Menuju Orde Baru

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah supersemar Foto: Asian History and Culture
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah supersemar Foto: Asian History and Culture

Supersemar menambah deretan peristiwa penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Surat yang ditandatangani pada 11 Maret 1966 ini merupakan bentuk penyerahan Orde Lama menuju Orde Baru.

Namun di samping itu, Supersemar juga masih menjadi kontroversi. Sebab, proses penyusunan dan penyerahan surat ini dinilai tidak wajar. Selain itu, dokumen asli dari Supersemar juga tidak ditemukan hingga kini.

Sejarah Supersemar

Sejarah Supersemar diawali oleh kemarahan mahasiswa terhadap peristiwa G30SPKI yang diduga disebabkan oleh PKI. Sejumlah mahasiswa pun menyuarakan Tritura yang berisi:

  • Pembubaran Partai Komunis Indonesia.

  • Pembububaran Kabinet 100 Menteri.

  • Penurunan Harga.

Mengutip buku Misteri Supersemar oleh Eros Djarot, dkk (2006:4-7), kemarahan tersebut dilanjutkan dengan aksi turun ke jalan oleh mahasiswa pada Jumat pagi, 11 Maret 1966. Mereka berupaya membubarkan sidang kabinet 100 menteri yang dipimpin oleh Presiden Soekarno.

Di sisi lain, ada juga pasukan tanpa identitas di Lapangan Monas bergerak ke tempat yang sama. Akhirnya, acara sidang kabinet dipersingkat dan Soekarno mengungsi ke Istana Bogor.

Setelah sidang berakhir, Amirmachmud bertemu dengan Brigjen Basuki Rachmad, Menteri Veteran, dan Brigjen M Jusuf, Menteri Perindustrian, di Istana Negara bagian Barat. Ketiganya sepakat untuk mendatangi Soeharto di rumahnya sebelum pergi ke Istana Bogor.

Ketika tiba di tempat Soeharto, ia menitipkan surat untuk disampaikan kepada Soekarno. Akhirnya, ketiganya menyampaikan surat tersebut.

Setelah memberi surat untuk Soekarno, ketiganya kembali ke Kostrad. Mereka membawa surat dari Bung Karno yang isinya melimpahkan kekuasaan kepada Soeharto untuk mengamankan situasi.

Isi Supersemar

Ilustrasi sejarah supersemar Foto: Istimewa

Mengutip Skripsi Persepsi Guru Sejarah dan Siswa Kelas XIII SMA Negeri Se-Kabupaten Pati Terhadap Munculnya Buku-buku yang Berwacana Pelurusan Sejarah Indonesia Materi Supersemar dan Gerakan 30 September (G30S/PKI) oleh Piko Cahyono (2011:19-20), Supersemar terdiri dari tiga poin, yaitu:

  1. Mengambil segala tindakan yang dianggap perlu, untuk terjaminnya keamanan dan ketenangan serta kestabilan jalannya Pemerintahan dan jalannya revolusi, serta menjamin keselamatan pribadi dan kewibawaan Pimpinan Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi/Mandataris MPRS, demi untuk keutuhan bangsa dan Negara Republik Indonesia, dan melaksanakan dengan pasti segala ajaran Pemimpin Besar Revolusi.

  2. Mengadakan koordinasi pelaksanaan perintah dengan Panglima-Panglima angkatan-angkatan lain dengan sebaik-baiknya.

  3. Supaya melaporkan segala sesuatu yang bersangkut-paut dalam tugas dan tanggung jawab seperti tersebut di atas.

(GTT)

Frequently Asked Question Section

Apa itu Supersemar?

chevron-down

Supersemar adalah Surat Perintah Sebelas Maret yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno pada 11 Maret 1966

Tujuan Supersemar

chevron-down

Supersemar bertujuan untuk memberikan wewenang pada Soeharto guna mengamankan situasi.

Isi Supersemar

chevron-down

Supersemar terdiri dari tiga poin, salah satunya adalah pelaksanaan koordinasi dengan panglima angkatan lain dengan sebaik-baiknya.