Konten dari Pengguna

Sejarah Supersemar, Peralihan Orde Lama ke Orde Baru yang Penuh Kontroversi

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah Supersemar. Foto: Associated Press
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah Supersemar. Foto: Associated Press

Supersemar atau Surat Perintah Sebelas Maret diperingati hari ini, Jumat (11/3). Surat yang ditandatangani pada 11 Maret 1966 oleh Presiden Soekarno ini menandakan beralihnya Orde Lama ke Orde Baru.

Namun, peristiwa Supersemar hingga kini masih menuai kontroversi dan dinilai menjadi misteri politik tingkat tinggi. Bukan saja keasliannya masih dipertanyakan, proses penyusunan dan penyerahan surat ini juga dinilai tidak wajar.

Semua pihak bungkam, termasuk para pelaku utama yang masih hidup sampai sekarang. Masyarakat Indonesia pun dibiarkan menerka-nerka apa yang sesungguhnya terjadi di balik Supersemar.

Sejarah Supersemar

Presiden Soekarno dan Soeharto. Foto: Asian History and Culture

Mengutip buku Misteri Supersemar tulisan Eros Djarot, dkk, sejarah Supersemar diawali dengan aksi mahasiswa terhadap peristiwa G30SPKI dengan PKI yang dituding sebagai dalangnya. Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) menyerukan Tritura yang berisi:

  • Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) beserta ormas-ormasnya.

  • Pembubaran Kabinet 11 Menteri.

  • Penurunan harga pangan.

Aksi demo ini pun berlanjut, ribuan mahasiswa turun ke jalan pada Jumat pagi, 11 Maret. Mereka bergerak ke Istana Merdeka untuk satu tujuan, yakni membubarkan Sidang Kabinet 100 Menteri yang dipimpin Presiden Soekarno.

Di sisi lain, pasukan tanpa tanda pengenal juga bergerak ke tempat yang sama. Situasi yang kian tidak kondusif akhirnya memaksa sidang kabinet yang baru berlangsung 10 menit itu diselesaikan lebih cepat. Soekarno pun harus diungsikan ke Istana Bogor.

Usai sidang dibubarkan, Amirmachmud bertemu dengan Brigjen Basuki Rachmad, Menteri Veteran, dan Brigjen M Jusuf, Menteri Perindustrian, di tangga sebelah kanan Istana Negara bagian barat. Mereka sepakat untung bertandang ke rumah Soeharto sebelum pergi ke Istana Bogor.

Saat bertemu Soeharto itulah mereka dititipi surat untuk disampaikan kepada Bung Karno. Menurut kesaksian Kemal Idris yang terlebih dulu menghadap Soeharto sebelum ketiga jenderal itu tiba, inti surat itu adalah Soeharto tidak akan bertanggung jawab terhadap keamanan jika tidak diberi perintah tertulis dari Soekarno.

Ketiga jenderal tersebut akhirnya pergi ke Istana Bogor untuk menyampaikan surat tersebut kepada Soekarno. Setelahnya, ketiganya kembali ke Kostrad. Mereka membawa surat dari Bung Karno yang isinya menyerahkan kekuasaan kepada Soeharto untuk mengamankan situasi.

Isi Supersemar

Ilustrasi naskah Supersemar. Foto: menpan.go.id

Sampai saat ini ada empat versi Supersemar yang beredar. Namun, mengutip laman resmi Kementerian PANRB, pada intinya Supersemar berisi tiga poin, yakni:

  1. Mengambil segala tindakan yang dianggap perlu, untuk terjaminnya keamanan dan ketenangan serta kestabilan jalannya Pemerintahan dan jalannya revolusi, serta menjamin keselamatan pribadi dan kewibawaan Pimpinan Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi/Mandataris MPRS, demi untuk kebutuhan bangsa dan Negara Republik Indonesia, dan melaksanakan dengan pasti segala ajaran Pemimpin Besar Revolusi.

  2. Mengadakan koordinasi pelaksanaan perintah dengan Panglima-Panglima angkatan-angkatan lain dengan sebaik-baiknya.

  3. Supaya melaporkan segala sesuatu yang bersangkut-paut dalam tugas dan tanggung jawab seperti tersebut di atas.

(ADS)

Frequently Asked Question Section

Apa itu Supersemar?

chevron-down

Supersemar adalah Surat Perintah Sebelas Maret yang ditandatangani pada 11 Maret 1966 oleh Presiden Soekarno.

Apa tujuan Supersemar?

chevron-down

Tujuan Supersemar adalah menyerahkan kekuasaan kepada Soeharto untuk mengamankan situasi.

Apa isi Supersemar?

chevron-down

Supersemar terdiri dari tiga poin, salah satunya mengadakan koordinasi pelaksanaan perintah dengan panglima angkatan lain sebaik-baiknya.