Sejarah Tahun Baru, Pertama Kali Dirayakan di Mesopotamia

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahun baru 2021 segera datang. Perayaan dan pesta meriah pun bakal dilakukan untuk menyambut malam pergantian tahun.
Di Indonesia, perayaan tahun baru sudah menjadi tradisi yang cukup melekat. Banyak orang berbondong-bondong mendatangi tempat ramai untuk merayakan tahun baru bersama-sama.
Namun di balik meriahnya perayaan tahun baru, ada sejarah panjang yang mengawalinya. Sejarah ini menandakan bahwa perayaan tahun baru sudah berlangsung sejak ribuan tahun lalu. Agar lebih memahaminya, simak penjelasan mengenai sejarah tahun baru berikut ini.
Sejarah Tahun Baru
Sejarah bermula ketika tahun baru pertama kali dirayakan di Mesopotamia pada tahun 2000 sebelum Masehi. Mesopotamia terletak di antara dua sungai besar, yaitu Efrat dan Tigris, yang kini lebih dikenal sebagai Irak.
Bangsa Romawi merayakan tahun baru pada bulan Maret yang merupakan bulan pertama dalam kalender mereka. Saat itu, bangsa Romawi memiliki kalender yang hanya berisikan 10 bulan dengan bulan Maret sebagai awalnya.
Perayaan ini dilakukan bertepatan dengan pergantian musim, baik musim kemarau, musim gugur, dan musim dingin. Berbagai perayaan dan pemujaan dilakukan untuk menyambut tahun baru di masa ini.
Pada masa pemeritahan Raja Romawi Numa Pompilius, revisi kalender dilakukan. Numa menambahkan dua bulan sebelum bulan Maret yaitu Januari dan Februari. Ia kemudian menjadikan Januari sebagai bulan pertama.
Selanjutnya pada tahun 46 SM, Julius Caesar membuat perubahan kalender. Perubahan ini dilakukan karena adanya kesalahan perhitungan tahun kabisat pada kalender sebelumnya. Kesalahan ini akhirnya memicu berbagai peristiwa terjadi di musim yang salah, seperti penentuan tanggal Paskah.
Akhirnya Paus Gregory XIII merevisi kalender pada tahun 1582 dan menjadikan 1 Januari sebagai awal tahun baru. Sampai akhirnya, banyak negara termasuk negara-negara non-Kristen mulai menggunakan kalender Gregorian.
Sampai saat ini, perayaan tahun baru serentak dirayakan pada 1 Januari. Perayaan dibuat semeriah mungkin mulai dari pesta, terompet, kembang api, hingga acara bakar-bakar. Masing-masing negara memiliki tradisinya sendiri dalam menyambut tahun baru.
(MSD)
