Sel Elektrolisis: Pengertian, Ciri, Prinsip, dan Kegunaan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kehidupan sehari-hari, beberapa benda mampu menghasilkan arus listrik akibat adanya perubahan kimia. Reaksi ini disebut dengan reaksi elektrokimia yang terjadi di dalam sebuah sel elektrokimia. Di dalam sebuah sel elektrokimia dikenal sebuah sel elektrolisis.
Sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta. Jika sel volta mampu menghasilkan arus listrik searah yang terjadi secara spontan atau dengan sendirinya, lalu bagaimana arus listrik yang terjadi di dalam sel elektrolisis? Simak penjelasan lengkap di bawah ini.
Pengertian dan Ciri Sel Elektrolisis
Dilansir dari Mudah dan Aktif Belajar Kimia karangan Yayan Sunarya dkk (2007: 42), sel elektrolisis adalah penguraian suatu zat akibat adanya arus listrik. Zat yang terurai dapat berbentuk padat, cairan, atau larutan. Arus listrik yang digunakan adalah searah (DC).
Terdapat tiga ciri utama suatu proses sel elektrolisis, yakni:
Adanya ion bebas dalam suatu larutan elektrolit. Ion bebas ini, nantinya akan menerima atau memberikan elektron yang dialirkan melalui larutan.
Terdapat sumber arus DC dari luar, misalnya baterai.
Dalam sel elektrolisis memiliki dua elektroda yaitu katoda dan anoda.
Prinsip Kerja Sel Elektrolisis
Berbeda dengan sel volta yang mengubah energi kimia menjadi listrik, sel elektrolisis mengubah energi listrik menjadi energi kimia. Dikutip dari Encyclopaedia Britannica, sel elektrolisis memiliki dua elektroda yang bersifat negatif dan positif.
Kemudian sel elektrolisis dicelupkan ke dalam larutan elektrolit yang mengandung ion-ion bermuatan. Kedua elektroda tersebut berada dalam wadah dan larutan elektrolit yang sama.
Saat sel elektrolisis dialiri dengan listrik, muatan listrik elektron akan memicu reaksi redoks pada sel. Anoda akan mengalami reaksi oksidasi, sementara katoda akan mengalami reaksi reduksi. Singkatnya, reaksi redoks tidak dapat terjadi secara spontan, harus menggunakan bantuan energi listrik.
Kegunaan Sel Elektrolisis
Berikut kegunaan sel elektrolisis dalam membantu kegiatan manusia sehari-hari, di antaranya:
Cara kerja sel elektrolisis digunakan untuk metode pembuatan gas oksigen, hidrogen, atau gas klorin di laboratorium.
Digunakan pada proses penyepuhan logam menggunakan logam mulia, seperti emas, perak, atau nikel.
Dimanfaatkan untuk proses pemurnian logam kotor. Logam kotor diletakkan di anoda, sedangkan logam murni ditempatkan di katoda.
(VIO)
