Konten dari Pengguna

Seni Makrame: Pengertian, Jenis Tali, dan Macam-macam Simpul Dasarnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi seni makrame. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seni makrame. Foto: iStock

Seni makrame adalah kerajinan yang dibuat dengan cara merangkai atau menyimpul benda-benda berupa tali. Makrame dibuat sebagai hiasan atau sebagai benda pakai lainnya yang proses pembuatannya memerhatikan unsur estetika.

Seni makrame dapat dijumpai dalam berbagai bentuk, mulai dari yang sederhana seperti gelang, gantungan kunci, dan kalung. Hingga karya yang rumit seperti pada hiasan interior dan busana, taplak meja, tas, dan sebagainya.

Selain tali sebagai bahan utama pembuatan makrame, ada sejumlah peralatan lain yang harus disiapkan, antara lain:

  • Papan alas, digunakan sebagai tempat menahan benang agar benang tidak bergeser dari posisinya pada saat makrame dikerjakan.

  • Jarum pentul, biasanya digunakan untuk mengikat rancangan makrame pada papan alas. Penggunaan jarum pentul ini juga dapat membantu memperoleh bentuk pada rancangan yang akan dibuat.

  • Pernak-pernik, berfungsi sebagai hiasan makrame. Bentuknya bisa berupa apa saja, misalnya manik-manik, kayu, kulit kerang, dan sebagainya.

  • Gunting

  • Pita ukuran

Jenis Tali Makrame

Ilustrasi makrame. Foto: iStock

Dibutuhkan keterampilan khusus untuk menghasilkan seni makrame yang indah dan bernilai seni tinggi. Namun, jenis tali yang digunakan juga dapat memengaruhi hasil akhir makrame.

Berikut jenis tali yang biasa digunakan, dikutip dari buku Pendidikan Keterampilan untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas oleh Herni Kusantati dkk (2008).

Tali Katun

Tali katun berwarna putih dan memiliki tekstur yang kasar. Mengutip buku Pendidikan Keterampilan, meski terbilang cukup lentur, tali katun sangat kuat sehingga dapat dibuat beberapa bentuk simpul untuk menghasilkan makrame yang bagus.

Tali Linen

Tali linen kuat dan halus serta dapat memberikan visualisasi yang indah pada makrame. Ada berbagai macam warna yang dapat menjadi pilihan, mulai dari warna-warna lembut sampai warna terang, seperti merah, biru, dan kuning.

Tali Acrylic

Tali acrylic merupakan tali yang seratnya sangat halus. Itu sebabnya, jenis tali ini sangat cocok digunakan untuk busana yang dibuat dengan teknik makrame.

Tali Jute

Warna makrame yang dihasilkan dari tali jute cenderung tidak terang atau suram. Teksturnya juga sangat kasar sehingga tidak cocok digunakan untuk produk seni makrame yang memiliki fungsi pakai. Jenis tali ini biasanya digunakan untuk benda hias.

Tali Nylon

Tali nylon memiliki sifat seperti sutra, baik dari segi visual maupun teksturnya. Tali ini terlihat sangat indah, tetapi cenderung licin untuk disimpul. Ujung-ujung talinya akan menjuntai dan mudah terlepas dari pilinannya.

Simpul Dasar Makrame

Umumnya, makrame dibuat hanya menggunakan dua sampai empat simpul. Sementara, untuk desain makrame yang lebih rumit biasanya dibuat dengan mengombinasikan dan membuat variasi tata letak beberapa simpul dasar tersebut.

Mengutip buku Inspirasi Macrame oleh Indah Asriyani (2013), simpul dasar yang harus dikuasai dalam pembuatan makrame antara lain:

1. Slip Knot

Simpul knot biasa dipakai untuk membuat loop. Simpul ini mudah dilepas dengan cara menarik ujung tali yang dekat dengan simpulnya.

2. Lark’s Head knot

Jenis simpul ini digunakan untuk mengikatkan tali yang satu ke tali lainnya. Caranya dengan meletakkan setengah tali di bawah untuk membuat loop. Lalu, masukkan ujung-ujung tali ke dalam loop. Tarik dan kencangkan.

3. Double Half Hitch

Simpul double half hitch. Foto: Buku Inspirasi Macrame

Berdasarkan gambar di atas, tali berwarna pink merupakan tali tulang dasar. Tali itu bisa dibuat lurus maupun miring, tergantung arah dan sudut pegangannya. Yang perlu diingat, tali manapun bisa dijadikan tali tulang dasar.

4. Mounting Knot

Mounting knot dibuat dengan cara kebalikan dari lark’s head knot, di mana posisi tali berada di atas. Lalu, pada langkah akhir tambahkan simpul di kanan dan kiri.

5. Half Knot

Dibutuhkan dua tali berbeda untuk membuat simpul ini. Ada dua bagian pada half knot. Pertama, dua tali yang berada di tengah adalah tali yang diikat dan akan selalu diam. Sedangkan, dua tali yang berada di sebelah kanan dan kiri adalah tali yang mengikat.

6. Square Knot

Simpul ini paling sering digunakan dalam makrame. Square knot merupakan lanjutan dari half knot dam kebalikan dari dua simpul half knot.

(ADS)