Seni Rupa Tradisional: Sejarah, Ciri-ciri, dan Contohnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seni rupa tradisional adalah kesenian yang berisi nilai-nilai filosofis dan dijaga kemurniannya secara turun menurun. Seni rupa tradisional biasanya berkaitan erat dengan tradisi-tradisi yang dianut masyarakat.
Kata tradisional sendiri berasal dari kata “tradisi” yang artinya adat kebiasaan turun-temurun dari nenek moyang yang masih dijalankan dalam masyarakat. Tradisi itu bisa berupa kebiasaan, artefak, ataupun perilaku yang didasari norma tertentu dan diwariskan dari suatu generasi ke generasi selanjutnya.
Untuk lebih jelasnya, berikut ulasan tentang sejarah hingga contoh dari seni rupa tradisional.
Sejarah Seni rupa Tradisional
Perkembangan seni rupa tradisional sudah dimulai sejak zaman prasejarah. Hal ini dapat dibuktikan melalui beberapa peninggalan berupa artefak, lukisan, dan benda-benda dapur.
Manusia pada zaman prasejarah sudah mengenal karya seni. Karya ini digunakan oleh manusia purba sebagai media komunikasi satu sama lain. Peninggalan ini banyak ditemukan di gua-gua tempat mereka tinggal.
Dalam perkembangannya, karya seni tradisional terus dijaga kemurniannya secara turun temurun. Kini kita bisa menjumpai berbagai karya seni rupa tradisional di Indonesia, salah satunya dalam seni kriya.
Banyak benda-benda kriya yang tersebar di Nusantara, di antaranya batik tulis keraton, tenun Toraja, patung Suku Asmat, dan lain sebagainya. Karya seni itu terus dijaga kemurniannya sampai sekarang.
Ciri-ciri Seni Rupa Tradisional
Adapun ciri-ciri dari seni rupa tradisional adalah sebagai berikut:
Bersifat distinktif, artinya antara kebudayaan yang satu dengan lainnya cenderung berbeda.
Besifat impulsif, artinya hanya spontanitas saja.
Lebih mengutamakan kegunaan dibanding sekadar nilai estetika.
Penciptaannya selalu berdasarkan filosofi aktivitas dalam suatu budaya, bisa berupa aktivitas religius maupun seremonial atau istanasentris.
Terikat dengan norma-norma tertentu.
Tidak terpengaruh aliran akademis dan ruang lingkup seni murni.
Contoh Seni Rupa Tradisional
Berikut beberapa contoh seni rupa tradisional:
Wayang kulit
Wayang golek
Wayang beber
Ornamen pada rumah-rumah tradisional di tiap daerah
Batik
Songket
(MSD)
